Tulisan Istimewa

“ MIANHE “

“ MIANHE “

really sad

 

Mian malam-malam begini aku membuat keputusan mendadak. Ff yang ku share hari ini adalah FF2 terakhir yang ku buat.  Awalnya aku seneng banget karena banyak yang review ff2 buatanku.

Tapi aku sedih bukan hanya karena di PLAGIAT, tapi juga karena reader-readerku yang baca FF itu, tidak menyadari bahwa FF itu terinspirasi dari  salah satu Fanfic buatanku. Aku merasa semua sia-sia aja selama ini.

Jujur…aku sangat kecewa…bahkan ada beberapa reader yang dekat denganku, juga tidak sadar kalau ff itu terinspirasi dari FF ku.  Setelah ku baca, memang tulisannya lebih baik dariku.

Mian reader semua, aku harus mengakhiri tulisanku sampai disini saja. Mungkin aku akan melanjutkan FF ku, dan hanya ku simpan sendiri saja. 

Gumawo…karena selama ini sudah mau membaca tulisanku. Gumawo untuk komenan kalian semua. Cheongmal gumawo.

Tulisan Istimewa

NEED CAST!!!!

exo1

Preview:

Mereka ada dan berada di sekitar kita. Sama seperti halnya manusia biasa. Mereka makan, minum, bekerja, memiliki keluarga dan bersosialisasi dengan yang lainnya. Hanya saja mereka tidak menyadari siapa mereka sebenarnya sampai pada saatnya tiba dari masing-masing dari mereka. Terpisah dan tidak saling mengenal namun darah memang lebih kental dari air. Tidak ada yang bisa menentang takdir jika ikatan batin persaudaraan mereka sangat kuat.

Annyeoooooonnnnggggg ……..!!!

Aku belum balik lagi ya. Masih masa-masanya hiatus. Jadi, siapapun yang rindu aku #Ge_Er jangan salah paham dengan judul postingan ini. Di dalam masa hiatus ini, emang dasar otak author FF jadi yang kepikiran bukan SKRIPSI tapi FF mulu. Itu di atas sedikit cuplikan tentang next project yang akan aku buat. Daripada idenya disimpen diotak terus ilang, author pengen nulis sedikit-sedikit. Anggap aja hiburan di tengah-tengah kegilaan. heu~ Dan jika diantara kalian ada yang nanyain sequel dari It’s Not Over. Tenang aja, sequel FF itu juga sekarang masih proses juga kok. Sabar ya. So, gak perlu basa-basi lagi deh.

So untuk para EXO-L (akhirnya fans EXO udah punya nama resmi fandomnya. Selamat yaaaa…!!) saya harapkan partisipasinya  Baca lebih lanjut

Tulisan Istimewa

konfirmasi FF ke email fanfiction_kpop@yahoo.com

annyeong…

mian, untuk semua author freelance yang sebelumnya pernah mengirimkan fanfic kalian ke blog kami melalui email di atas. karena, kita sudah pindah ke blog ini, maka kami ingin tahu, siapa saja yang sudah pernah mengirimkan fanfic kalian pada kami, tapi belum kami share.

tolong di jawab ya, nanti kami akan coba cek lagi, dan fanfic kalian akan kami share kembali.

terima kasih ^^

Tulisan Istimewa

Welcome to New 2nd WordPress

suju13-chibi-super-junior-8477738-1385-916

meskipunn hanya sederhana, tetapi…kami menyuguhkan berbagai macam fanfiction. about kpop…

baik boy band maupun girl band, meskipun belum semuanya…dan masih kebanyakan suju gitu. hahahaha ^O^

tapi kami harap kalian tidak kecewa mengunjungi blog ku ini.

satu lagi…tolong tinggalkan jejak kalian dan DON’T BE A SILENT READERS  ya, karena coment kalian menentukan hasil karya

author di sini. OK……………..^^ DON’T BE A PLAGIAT & PLEASEEE…DON’T BASHING

coz…fanfiction hanyalah imajinasi semata seorang author atas boy band dan girl band kesukaan author

jadi tolong di hargai karya mereka, karena coment + like kalian adalah semangat dari para author

HWAITING………………^_^

BE A GOOD APPA PART 6

sorry before, part 6 BELUM ending

oke, aku jelasin dulu ya

awalnya pikir part 6 bakal jadi ending, tapi karena baru jadi setengah, dan belum sempat lanjut, maka terbengkalailah fanfic setengah jadi ini /hiks/

jadi aku putusin buat post dulu fanfic ini sebagai part 6 yang bakal ending di part 7

daripada nunggu selesai yang entah kapan belum bisa pastiin, mending post dulu ya gak?

untuk part endingnya, DIUSAHAKAN bakal aku garap secepatnya

  Baca lebih lanjut

Sons of EXO

Originally posted on Angel of Almighty:

Author             : VayTeuKey

Title                 : Sons of EXO

Cast                 :

  • Bangsa XOXO : Super Junior and EXO
  • Bangsa Werewolf : DBSK
  • Another cast will join later

Genre              : Brothership, Family and Fantasy

Length             : Continue

Rated              : PG 17

Summary         :

Mereka ada dan berada di sekitar kita. Sama seperti halnya manusia biasa. Mereka makan, minum, bekerja, memiliki keluarga dan bersosialisasi dengan yang lainnya. Hanya saja mereka tidak menyadari siapa mereka sebenarnya sampai pada saatnya tiba. Mereka terpisah dan tidak saling mengenal namun darah memang lebih kental dari air. Tidak ada yang bisa menentang takdir jika ikatan batin persaudaraan mereka sangat kuat.

View original 4.518 more words

BE A GOOD APPA PART 5

Sedari tadi Donghae hanya duduk, sembari membari mengobati lukanya, beruntunglah masih ada Eunhyuk yang sempat datang dan mengantarkan obat untuknya. Tak hanya itu, Eunhyuk juga memberitahu bahwa pamannya yang membuka rumah makan diBusan sedang membutuhkan pegawai. Ia meminta Donghae untuk menemuinya besok.

Donghae masuk kedalam kamarnya setelah selesai mengobati kakinya. Ia mendapati Yogeun tampak sedang mengerjakan tugas sekolah. Terlihat ketika Yoogeun menggunakan jarinya untuk berhitung, dan menuliskan beberapa angka dibuku tulisnya.

“Yoogeun” Donghae mendekati Yoogeun, membelai kepalanya lembut. Ia merasa menyesal, karena kejadian siang tadi dimana ia membawa pulang paksa Yoogeun dan sempat memarahinya karena ia pergi tanpa ijinnya.

Donghae mengangkat tubuh Yoogeun dan menaruhnya dipangkuannya. Ia memeluk erat Yoogeun dan mengecup kepalanya sambil terus bergumam “Maafkan Appa”

**

“Oppa” kata pertama yang Jessica ucapkan begitu Siwon menghubunginya. “Apa kau baik-baik saja?” tanyanya.

“Mianhae, Jessica, seharusnya Oppa-”

“Anni. Aku yang salah” potong Jessica. “Terima kasih untuk semuanya, setidaknya saat ini aku dapat kembali ke Seoul”

“Kau baik-baik disana. Jika Appa mengijinkan, Oppa akan pergi ke Seoul menemuimu”

“Baiklah”

“Istirahatlah”

“Ne”

Jessica menyerahkan kembali ponsel yang digunakannya untuk menghubungi Siwon itu pada sang pelayan. Saat ini Jessica hanya boleh berada di kamarnya. Bahkan untuk makan, akan ada pelayan yang mengantarkan kekamar.

“Jess-” Yunho melangkah masuk kedalam kamar Jessica dan memberi isyarat pada para pelayan untuk keluar dari kamar.

“Bulan depan kau akan menikah dengan Woohyun. Dan tidak ada penolakan” ujar Yunho. “Selama seminggu ini Appa masih tidak mengijinkan mu untuk keluar dari kamar ini. Tapi tenang saja, minggu depan kau sudah boleh keluar, untuk bertemu calon suamimu” lanjutnya, setelah itu ia kembali keluar dari kamar, meninggalkan Jessica yang mematung dengan pandangan kosong.

“Donghae oppa. Ottoke” ujarnya pelan nyaris tak terdengar. Air mata yang ia tahan mulai mengalir membasahi wajahnya. Ia tidak mungkin dengan mudahnya menyerah, tapi apa yang harus dilakukannya lagi saat ini.

**

Donghae membungkukan badannya dan mengucapkan terima kasih berkali-kali pada paman eunhyuk yang memperbolehkannya bekerja ditempatnya. Paman eunhyuk mengatakan bahwa ia akan mulai bekerja besok.

“Donghae!” Donghae baru saja keluar dari rumah makan paman eunhyuk saat seseorang memanggil dan menghampirinya.

“Kau-” Donghae ingat,namja itu adalah namja yang beberapa hari lalu menemuinya.

“Namaku Chanyeol” ujarnya. “Aigo aku bahkan belum sempat mengenalkan diriku padamu”

“Ada apa lagi kau menemuiku?”

“Jessica. Dia ada di Seoul saat ini. Appanya datang dan memaksanya pulang. Dan kau tau yang lebih parah, bulan depan ia akan menikah” ujar namja bernama Chanyeol itu dengan cepat.

“Berita baik. Sampaikan ucapan selamatku untuknya” Donghae menepuk pundak Chanyeol, menunjukan senyumnya, dan kembali melanjutkan langkahnya.

“Ya! Kau!” Chanyeol menarik kerah baju Donghae, dan menatapnya tajam. “Apa kau tau Jessica rela kabur demi pergi ke Korea Selatan untuk bertemu denganmu. Apa kau pernah membayangkan bagaimana tersiksanya dia harus mengikuti semua perintah Appanya. Jika kau benar-benar seorang namja, seharusnya kau pergi ke Seoul, menemui Appanya, dan mempertahakan Jessica” ujar Chenyeol. Wajahnya terlihat marah.

Donghae menarik tangan Chanyeol, membuat namja tinggi itu melepaskan tangannya pada kerah baju Donghae.

“Aku membesarkan anakku sendiri hingga saat ini ia berumur 5 tahun. Aku bekerja sendiri demi menghidupi anakku. Dan aku diusir dari rumahku. Lalu bagaimana dengan Jessica? Ia pergi ke Paris, hidup dengan mewah disana dan setidaknya ia masih memiliki keluarganya yang ada untuknya sehingga ia tidak mengalami kesusahan sepertiku” Setelah mengatakan hal itu, Donghae benar-benar melangkah pergi.

Donghae membuka dompetnya yang sudah sangat kusam, hendak memeriksa jumlah uangnya saat ini ketika tanpa sengaja ia melihat fotonya bersama Jessica. Donghae tau Jessica tidak seperti yang ia katakan pada Chanyeol. Semua yang ia katakan hanyalah agar Chanyeol berhenti memaksanya untuk menemui Jessica. Itu adalah hal yang bodoh, mengingat Appa Jessica memiliki kekuasaan untuk melakukan apapun. Menemui Jessica sama saja bunuh diri.

Hari sudah mulai gelap, Donghae dan Yoogeun akhirnya sampai dirumah, setelah mereka membeli makan malam bersama, setidaknya uang didompetnya masih cukup, berhubung Paman Eunhyuk sempat memberikan sedikit uang untuknya, meskipun Donghae sudah menolak.

“Appa, aku ingin bertemu dengan eomma lagi” ujar Yoogeun dengan polos.

Donghae tersenyum miris, dikeluarkannya foto yang ada didompetnya, lalu ditunjukannya pada Yoogeun.

“Ini eomma-mu” ujar Donghae sembari menunjuk foto Jessica.

“Lalu siapa eomma yang kamarin?” tanya nya saat menyadari wajah yang ada difoto itu tidak sama dengan yang ia temui kemarin.

“Itu-Halmonie” Donghae menghela nafas, pada akhirnya ia memberitahu Yoogeun yang sebenarnya, tanpa ada yang ditutupi.

“Dimana eomma sekarang?” Yoogeun kembali bertanya, sambil menghabiskan makan malamnya.

“ehm-itu-eomma” Donghae kewalahan dibuatnya. Ia mencoba mencari alasan yang pas hingga akhirnya ia hanya menjawab “Eomma sedang mencari uang yang banyak agar Yoogeun bisa pergi ke Jepang”

Yoogeun, yang hanya seorang bocah berumur 5 tahun tentu hanya bersorak senang, karena memang keinginannya untuk pergi ke Jepang.

**

Jessica berdiri didepan cermin, wajahnya terlihat lelah, matanya bengkak akibat semalaman menangis. Dengan dress putih yang ia kenakan sekarang, Jessica memperhatikan penampilannya.

“Apa kau menyukainya?” tanya Yunho, sang Appa yang mempersiapkan dress itu untuk acara pertemuan dengan keluarga Woohyun minggu depan.

“Ne” jawab Jessica singkat. Menyukainya? tentu saja tidak! meskipun dress itu berbalut emas sekalipun Jessica tidak akan sudi memakainya jika saja Yunho tidak mengancam akan menyakiti Donghae dan Yoogeun kalau sampai ia menolak.

“Saat ini Woohyun masih ada bisnis penting di Jerman, ia akan kembali ke Seoul akhir pekan ini, jadi persiapkan dirimu dengan baik” jelas Yunho. Ia menepuk pundak Jessica lembut, dan berkata pelan “Ini semua demi kebaikanmu”

Jessica masuk kedalam kamar mandi, melepas dress yang ia kenakan dan menggantinya dengan baju santai miliknya. Dan ketika ia kembali keluar, ia mendapati sang Appa membawa beberapa album foto tebal dan menaruhnya diatas tempat tidur Jessica.

“Kau boleh memilih konsep pernikahanmu dengan Woohyun. Beritahu Appa jika ada yang kau inginkan” dan setelah itu, Yunho berjalan keluar dari kamar Jessica dan kembali menguncinya.

Donghae terus mengucapkan maaf pada paman eunhyuk melalui telepon karena ia tidak bisa datang dihari pertama kerjanya. Ini karena Yoogeun sakit, badannya panas dan ia terus mengigil. Donghae baru menyadari saat pagi tadi ia hendak membangunkan Yoogeun.

Setidaknya Donghae sudah meminumkan obat yang ia beli diapotik dekat  rumahnya. Meskipun saat ini Donghae sedang mencari cara bagaimana ia dapat membawa Yoogeun ke dokter. Lebih tepatnya Donghae mencari cara mendapatkan uang untuk membayar biaya dokter dan untuk menebus resep.

Tidak mungkin ia meminta bantuan pada Eunhyuk ataupun pamannya. Ia tidak ingin merepotkan mereka yang sudah begitu baik padanya. Suho? Bodohnya, Donghae tidak sempat meminta nomor handphonenya saat mereka bertemu. Dan satu-satunya nomor yang ada diponselnya, adalah nomor eommanya yang sempat menghubunginya saat kejadian Yoogeun dibawa olehnya.

Selama beberapa menit Donghae hanya memandangi ponselnya tanpa berani menekan tombol hijau untuk menghubungi eommanya. Namun ketika melihat Yoogeun yang sedang tertidur dengan wajah yang tampak pucat, akhirnya Donghae memberanikan diri.

**

Jungsoo tampak sedang mengetik laporan dilaptop miliknya saat mendengar ponsel milik istrinya berdering. Diraihnya ponsel itu, mengingat saat ini istrinya sedang berada dikamar mandi.

“Donghae?” Jungsoo tampak terkejut melihat yang tertera dilayar ponsel. Akhirnya ia memutuskan menerima panggilan itu.

“e-eomma. Ini aku Donghae. Apa aku bisa meminta bantuan?” tanya Donghae langsung.

“Ya! Kau anak sialan. Kuperingatkan jangan mencoba mencoba menghubungi eomma mu ataupun Suho untuk meminta bantuan mereka. Kau hanya memanfaatkan mereka eoh?”

“A-appa. Aku tidak-” belum sempat Donghae menyelesaikan ucapannya, Jungsoo sudah memutuskan panggilan secara sepihak.

“Apa itu Donghae?” Jungsoo menoleh, mendapati istrinya baru saja keluar dari dalam kamar mandi, dan menatap Jungsoo penuh tanya.

“Kau menemuinya?” pertanyaan Jungsoo membuat sang istri bungkam. Ia tau Jungsoo akan marah besar jika sampai ia tau yang sebenarnya. Tapi ia tak peduli, untuk mempertahankan gengsinya, sama saja menyiksa dirinya sendiri.

“Dia anakku. Bagaimanapun juga dia anakku” eomma Donghae mulai terisak. Tubuhnya merosot, berlutut dihadapan Jungsoo. “Aku mohon, bawa Donghae kembali kerumah ini”

Jungsoo menghapus kontak Donghae, dan tidak mengindahkan permohonan sang istri. Ia melangkah meninggalkan kamarnya sesudah ia berteriak memberi peringatan pada istrinya untuk tidak membantu Donghae.

**

3 hari berlalu, tanpa Donghae berhasil mendapatkan uang sedikitpun. Pada akhirnya ia bahkan terpaksa menjual ponselnya untuk membeli makanan Yoogeun. Donghae hanya bergantung pada obat yang ia beli diapotik tanpa resep dokter. Yang ia tahu, Yoogeun hanyalah demam, tanpa ia tahu penyakit sebenarnya.

Dan malam itu, Yoogeun terus mengingau memanggil Appanya. Hingga Donghae dengan segera mengangkat tubuh Yogeun, mendekap erat, dan berlari menuju rumah eunhyuk yang tidak jauh dari rumahnya. Dengan tubuh gemetar, Donghae meminta bantuan Eunhyuk untuk mengantarkannya kerumah sakit.

Pikiran Donghae mulai kacau. Ia takut terjadi sesuatu buruk pada Yoogeun, ia juga terus menyalahkan dirinya yang tidak bergerak cepat membawa Yoogeun kedokter dan lebih memikirkan masalah biaya.

Dan Eunhyuk terus menenangkan Donghae, saat Yoogeun sedang berada didalam ruang pemeriksaan.

Setengah jam kemudian, dokter mengatakan bahwa Yoogeun terkena demam berdarah, dan Donghae terlambat membawanya kerumah sakit.

“Minumlah dulu” Eunhyuk membawakan Donghae segelas teh hangat.

Jam sudah menunjukan pukul 2 pagi tapi Donghae masih menolak untuk beritirahat, meskipun Yoogeun kini sudah mendapat perawatan. Sedari tadi yang Donghae lakukan hanyalah menggenggam erat tangan Yoogeun yang terbaring diranjang rumah sakit.

“Gomawo” Donghae menyesap teh hangat, yang setidaknya membuat pikirannya kembali tenang.

“Bawalah anakmu ke rumah sakit yang ada diSeoul. Sepupuku bekerja sebagai dokter disana, dan tentunya ia akan membantu mu mengurus keringanan biaya rumah sakit” ujar Eunhyuk.

Donghae merasa Eunhyuk seperti malaikat yang dikirimkan untuknya. Ia terlalu banyak membantu Donghae. Memberinya pekerjaan, dan sekarang ia akan membantunya meringankan biaya perawatan Yoogeun.

“Gomawo, hyuk. Kau membantuku begitu banyak”

“Anni. Aku hanya membalas budi”

“Mwo?”

Eunhyuk menghela nafas sejenak sebelum akhirnya ia bercerita mengenai kehidupannya saat SMA.Dulu,ia bukan berasal dari keluarga kaya, bahkan ia sering terlambat membayar uang sekolah. Dan saat itu ia hingga menunggak uang sekolah selama 3 bulan, para guru dengan terang-terangan menagihnya didepan murid banyak, membuatnya malu. Tapi seseorang rupanya sudah membayar lunas tunggakan uang sekolahnya, tanpa Eunhyuk tahu siapa orang itu. Dan beberapa bulan kemudian, Eunhyuk baru mengerti bahwa orang itu adalah Donghae. Murid pembuat onar yang kelihatannya begitu sombong dan sering menghamburkan uangnya, tapi ia memiliki sisi baik yang tidak orang lain tahu.

Donghae tersenyum, mengingat kejadian itu. Ia melakukan hal itu karena ia kasihan pada Eunhyuk yang selalu dikejar-kejar para guru untuk segera membayar uang sekolah, karena itu Donghae membantu Eunhyuk.

Tak pernah terpikirkan oleh Donghae, bahwa keputusannya saat itu untuk membantu Eunhyuk, kini dibalas lebih banyak lagi.

**

Kediaman keluarga Jung menjadi heboh seketika, saat para pelayan yang hendak mengantarkan sarapan kedalam kamar Jessica, mendapati Jessica tergeletak dilantai. Dan lebih mengejutkan, Jessica tak pernah menyentuh makanan yang diantarkan kedalam kamarnya. Ketika para pelayan lainnya menemukan kotak sampah berisi makanan yang sudah basi terkumpul disana.

Dan pagi itu juga, Yunhoo segera membawa Jessica kerumah sakit untuk mendapat pertolongan.

Yunhoo baru saja berlari masuk kedalam bangunan rumah sakit, ketika mobil ambulance yang mengantar Yogeun dan Donghae dari Busan, berhenti didepan bangunan yang sama.

TBC

hello :) mungkin part 6 nanti FF ini bakal tamat kkk tunggu ya gimana endingnya

yang udah baca, boleh dong kasih komentarnya TT___TT

mungkin juga kalian bisa kasih saran buat next part nya :D

dann buat FF baru “we are brothers” bakal dipost setelah FF ini tamat ya hihi-

Catatan (kecil) Ryeowook : Pangeran Iblis dan Manajer Baru

ckr

 

 

Tahukah kalian kalau sebenarnya makhluk normal di Super Junior adalah dan hanya Kim Ryeowook?

 

Super Junior kedatangan manajer baru yang gantengnya sama dengan Siwon + Donghae x Kangin – Eunhyuk + Yesung…..

 

Cuma catatan (kecil) seorang Kim Ryeowook…..

 

 

Tik

Tiik

Tiiik

 

Itu bukan suara rintikan air hujan, tapi itu adalah suara jarum jam di ruang tengah dorm kami. Well, aku sebenarnya benci mengakui ini tapi suara itu menambah suasana horor di dorm kami yang sepi. Aku melirik ke sebelah kananku, Heechul Hyung dengan wajahnya yang selalu angkuh itu sedang asyik mengelus buntalan bulu kesayangannya, Heebum.

Di sampingnya, Kangin Hyung yang telah sukses berdiet menatap layar televisi dengan pandangan yang seolah-olah ingin menelannya bulat-bulat. Aku menelan ludah, sedikit takut dengannya.

Perlahan aku menggeser tubuhku untuk merapat di ujung sofa sebelah kiri.

“Apa manajer Hyung sudah sampai di Maldives ya?” Donghae Hyung bertanya dengan wajahnya yang (sok) polos. Dia sekarang sedang asyik bergulingan di karpet, mungkin meniru kebiasaan Eunhyuk Hyung, maklum saja Euhyuk Hyung kan kerabat dekat para primata. Baca lebih lanjut