Can’t I Love You…? Yes, I can…^^

Maebeon majuchil ddaemada

Whenever i see you

Niga useojul ddaemada

Whenever you smile for me,

Jogeumssik nae ane jogeumssik

Little by little,

Neol hyanghan maeumi jaradeoni

My feelings for you grow

***

Hari pertama aku melihatnya adalah salah satu hari di musim semi bulan april. Bertepatan dengan hari dimulainya tahun ajaran baru. Hari dimana kampus ini dipenuhi oleh wajah-wajah baru, ratusan bahkan ribuan mungkin. Sayangnya, hanya satu yang berhasil menarik perhatianku dan membuatku menatapnya begitu lama hingga sosoknya menghilang. Bersyukurlah aku salah satu pengurus di senat universitas, jadi aku turut hadir dalam upacara penerimaan mahasiswa baru. Aku berusaha mencari sosoknya selama acara. Namun ditengah ribuan mahasiswa yang memenuhi auditorium ini, sangat tidak mudah menemukan sosoknya yang tergolong biasa saja.

Jujur, ia tidak sangat manis, juga tidak sangat cantik, tidak juga sangat sexy. Apa adanya, senyum polosnya, seolah  baru saja mengambil sebuah langkah untuk mempelajari dunia yang paling tidak sudah ditinggalinya hingga SMA kemarin. Itulah yang membuatku terpana dan terpaku pada dirinya. Matanya yang bening membuatku tak bisa mengalihkan pandanganku dari dirinya. Kemudian aku melihatnya, melangkah pasti menuju panggung, membawakan pidato dari perwakilan mahasiswa baru. Saat itulah aku bisa sepuasnya menatap wajahnya dan memperhatikan lekuk wajahnya, menghafalnya dan meletakkannya di otakku dan hatiku yang paling dalam

***

Ijeneun neol saenggakhamyeon

When i think of you now,

Ni moseubeul ddeo ollimyeon

When i picture you,

Jakkuman dugeundaeneun

My beating heart

Nae sinjangeun meomchuljul molla

Doesn’t know how to stop

***

Sejak itu hari yang kulalui sama, memikirkan dan membayangkan sosoknya ada di sisiku, bergelayut manja di lenganku dan memanggilku ‘oppa’. Namun impian hanya impian, fantasi hanyalah fantasi. Tapi sampai kapan aku akan terus hidup dalam dunia anganku sendiri…??

***

Deo isang kamchul su eomneun nae mam

I can’t hide my feelings anymore

Jeonbu da jugo sipeo

I want to give it all to you

***

Bodoh. Aku yang tak pernah mengenalnya secara langsung, hanya menatap sosoknya dan mengaguminya. Namun rasa ini sudah terlalu banyak, seolah tumpah ruah dan membuatku sakit. Ingin kubagi rasa ini dan kuberikan padanya secepat mungkin. Namun… Apa itu mungkin…??

***

Hangsang gyeoteseo (ni yepeseo)

I’m always close to you (next to you)

Neol saranghamyeon andwelkka?

Can’t i love you?

Nuguboda neoreul jikkigo

This heart that wants to protect you

Sipeun mam badajumyeon endwelkka?

More than anybody else, can you accept it?

Neoui mamsoge (gaseumsoge)

To be the one in your heart (in your heart)

Naega isseumyeon andwelkka?

Can’t i be that?

Neoege kajang sojunghan sarami

To be the post important person in your life

Dwego sipeo eoseo nae mameul badajweo

Is what i want to be, so quickly take my heart

***

Aku menyiapkan mentalku sejak pagi. Siap untuk ditolak olehnya. Aku langsung mencarinya, namun apa yang kudapati…?? Ia mengampit lengan seorang pria yang juga adalah seonbaeku. Ia tertawa bahagia, amat bahagia, lebih indah dari senyum maupun tawanya yang selama ini sudah kuingat dan kuperhatikan.

Sakit… Ada yang teriris di dalam sini. Ada yang berteriak minta tolong karena terjatuh ke dalam jurang tak berdasar. Berlebihkan mungkin, tapi inilah kenyataannya. Aku yang tidak pernah jatuh cinta, aku yang menolak untuk jatuh cinta, kini terjatuh karena cinta, terpuruk karena cinta.

Aku menatap mereka berdua yang bersenda gurau dengan senangnya. Tidak bisakah aku saja yang ada di sana…?? berada di sampingmu dan berbincang denganmu…?? Aku… tidak bisa kah…??

***

Maeil maeil

Everyday

Kkeojyeoganeun neol hyanghan sarang ddaemune

Because of my growing love for you

Nan jeongmal haru jongil

For the entire day

Amugeotdo halsu ga eobseo

I relly can’t do anything at all

***

Jangan bilang aku bodoh, tak perlu. Aku sudah tahu. Semua temanku berkata yang sama, tak perlu kata bodoh lagi dari kalian. Ya, aku bodoh, sangat, dan mungkin yang paling bodoh. Bertahan pada cinta yang jelas bukan milikku. Aku kembali menutupku, berharap akan melihat sosoknya di hadapanku dan tersenyum. Namun apa yang ada…?? Yang muncul malah sosoknya yang sedang bersenda gurau dengan seonbae itu. Aku membelalakkan mataku. Tak berani tidur, taku akan melihat hal yang sama lagi.

Bodoh. Sekali lagi bodoh. Aku bahakn tak bisa melakukan hal apapun dengan benar, termangu saat mengerjakan tugas, memandang kosong ke papan tulis padahal kelas sudah selesai. Sampai-sampai beberapa temanku melarangku masuk ke ruang laboratorium, takut kebodohanku ini akan merusak penelitian kami. Aku termangu kembali. Membelalakan mataku tanpa berani memejamkannya sedetik pun.

***

Ijeneun sumgilsu eomneun

It’s not a secret now

Nae mam neoro gadaeuk chabeoryeosseo

That my heart is filled with love for you

***

Rahasia…?? Apanya yang rahasia…?? Teman satu angkatanku bahkan sudah tahu kalau aku menyukainya. Kalian bisa beri aku saran apa yang harus kulakukan…?? Rasanya sedikit saran saja akan berarti sangat besarku bagiku yang bodoh ini.

***

Hangsang gyeoteseo (ni yeopeseo)

I’m always close to you (next to you)

Neol saranghamyeon andwelkka?

Can’t i love you?

Nuguboda neoreul jikkigo

This heart that wants to protect you

Sipeun mam badajumyeon endwelkka?

More than anybody else, can you accept it?

Neoui mamsoge (gaseumsoge)

To be the one in your heart (in your heart)

Naega isseumyeon andwelkka?

Can’t i be that?

Neoege kajang sojunghan sarami

To be the post important person in your life

Dwego sipeo eoseo nae mameul badajweo

Is what i want to be, so quickly take my heart

***

Oke, aku harus apa…?? Menyatakan perasaanku…?? Pria selalu memulai duluan…?? Rasanya tidak juga… Tapi baiklah, aku harus mengumpulkan seluruh keberanianku untuk mengatakan ‘saranghae’ padanya. Ya kan…?? Tapi bagaimana caranya…?? Apa katanya nanti kalau tiba-tiba seorang seonbae yang bahkan tak pernah dilihatnya tiba-tiba menyatakan cinta padanya…?? AAAARRRGGGHHH……!!!

***

Ireon nae maeumeul arajweo

Please tell me now

Algetdago daedaphaejweo

That you know how i feel

***

Nekat… Seperti saran kalian… Aku menyatakan perasaanku, dan kini yang bisa kulakukan adalah duduk diam dengan manis dan menunggu jawaban, begitu…?? aaaarrrggghhhh…..!!!!! tidak bisa…!! MOTHAE..!! houft… Padahal menunggu adalah satu hal yang paling kubenci. Aku menunggu di bawah pohon rindang di taman kampus. Menatap waktu yang terus berlalu. Menghela nafas dan bersiap untuk pergi saat kulihat sosoknya berlari dari kejauhan. Terengah-engah saat tiba di hadapanku. Namun tersenyum, dan mengangkat surat berwarna biru itu. Kemudian tersenyum lagi, membuatku ikut tersenyum.

***

Hangsang gyeoteseo (ni yepeseo)

I’m always close to you (next to you)

Neol saranghamyeon andwelkka?

Can’t i love you?

Nuguboda neoreul jikkigo

This heart that wants to protect you

Sipeun mam badajumyeon endwelkka?

More than anybody else, can you accept it?

Neoui mamsoge (gaseumsoge)

To be the one in your heart (in your heart)

Naega isseumyeon andwelkka?

Can’t i be that?

Neoege kajang sojunghan sarami

To be the post important person in your life

Dwego sipeo eoseo nae mameul badajweo

Is what i want to be, so quickly take my heart

***

Tanpa terasa waktu berlalu begitu cepat. Aku kini sudah dinyatakan lulus dari universitas itu. Kini tinggal dirinya seorang diri menempuh pendidikan tahun terakhirnya. Ya, 4 tahun sudah berlalu begitu cepat sejak aku menyatakan perasaanku waktu itu. Dan sudah 4 tahun pula kami berhubungan. Awet dan langgeng..?? Hehehe… Gomawo…

Namun sepertinya kalian harus membantuku lagi. Sebentar lagi ulang tahunnya, apa yang harus kuberikan…??

***

Nae mameul arajweo

Please understand my heart

Aku menunggunya di bawah pohon yang sama tempatku menunggunya 4 tahun yang lalu saat aku menyatakan perasaanku. Seperti dejavu, aku kembali menunggu dan menunggu, dan ia datang terengah-engah.

“Oppa… Mian…. Tadi ada tugas…”, ujarnya merasa bersalah. Aku tersenyum, menggandeng tangannya dan mengajaknya duduk di bangku taman. Kemudian duduk di sisinya.

“Kau ingat ini hari apa..??”, tanyaku.

“Eo..?? hari ini..?? Tidak. Hari apa…?”, tanyanya polos. Tak berubah sedikit pun. Aku mengecup dahinya.

“Ini hukuman karena kau lupa ini hari apa.”, ia terdiam. Aku mengecup puncak hidungnya.

“Ini hukuman kedua karena kau masih lupa.”, ia malah semakin terdiam. Aku mengecup bibirnya sekilas.

“Saengil chukahae…”, ujarku perlahan. Membuatnya tersenyum namun sesaat kemudian menengadahkan tangannya di hadapanku.

“Mwo…??”, tanyaku bingung.

“Seonmul… Eobseo…??”, tanyanya perlahan. Aku tersenyum dan mengeluarkan sebuah bungkusan kecil. Ia langsung menyambar dan membukanya. Kemudian aku menangkap sirat kecewa di wajahnya. Namun ia cepat menutupinya dengan senyum.

“Gomawo oppa…”, ujarnya mencoba tersenyum.

“Makanlah…”, ujarku sambil menyodorkan sebuah garpu ke depannya.

“Jigeum…??”, tanyanya yang kujawab dengan anggukan. Ia menghela nafas namun memakan kue itu sedikit demi sedikit. Aku menatapnya yang memakan kue itu sedikit demi sedikit. Tak lama, wajahnya nampak kaget, aku tersenyum. Ia menatapku dengan wajah berkaca-kaca.

“Oppa…”, ujarnya sambil menunjukkan sebuah cincin perak yang sudah ditemukannya. Cincin perak yang kusembunyikan di dalam kue kecil itu. Aku mengambil kue itu dari hadapannya, menyingkirkannya, kemudian mengambil cincin itu dan berlutut di hadapannya.

“Ririn-ah… Bersediakah kau menikah denganku…??”, tanyaku pasti. Detik berikutnya air mata telah mengalir dari matanya. Bahagia…?? Hahaha…. ia mengangguk cepat. Aku memasangkan cincin itu di jari manis tangan kirinya.  Ia langsung menghambur memelukku. Kulingkarkan tanganku di pinggang dan pundaknya.

“Saranghae yo…. Park Ririn…”, ujarku perlahan. Ia melepas pelukannya.

“Oppa tak punya doa ulang tahun untukku…??”, tanyanya tiba-tiba. Aku tersenyum dan bangkit berdiri.

“Geursae… Ada ga yah…??”, ujarku jail.

“Eobkuna…(sepertinya ga ada….)”, ujarnya dengan nada kecewa.

“Tentu ada. Semoga kuliahmu cepat selesai, skripsimu lancar, setelah itu cepat dapat kerjaan, dan tahun berikutnya kau bisa menjadi nyonya Choi. Bagaimana…??”, ujarku sambil menatapnya. Ia langsung menghambur kembali memelukku.

“Saranghae yo… Choi Siwon…”, bisiknya sambil mengecup pipiku. Aku mengangkat dam memutar tubuhnya ke udara sebentar. Dan hari ini berakhir dengan senyum paling bahagia dari kami.

Hei kalian, terima kasih atas sarannya yah…^^

~~~ THE END ~~~

2 thoughts on “Can’t I Love You…? Yes, I can…^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s