[FREELANCE] The Secret Chapter 19 – END

TheSecretALLWAYSKPOP4EVERff

 

Author : Princess Kyunie from Fanfiction.net

Title : The Secret

Genre : Angst/Brothership

Rating : Fiction T

Cast : Kyuhyun, Leeteuk, Heechul, Hankyung, Yesung, Kangin, Shindong, Sungmin, Eunhyuk, Donghae, Siwon, Ryeowook, dan Kibum.

Disclaimer : FF ini beserta ide cerita dan segala yang ada di dalamnya semuanya milik author (maunya si semuanya, tapi pengecualian deh untuk castnya).

Warning : Typos, EYD agak longgar, tidak memenuhi standar cerita dengan alur yg baik dan benar, konflik yg rada complicated, n sedikit OOC.

Annyeong readers….

Gomawo atas comments and reviews dari kalian semua.

Selamat membaca…

 

The Secret PROLOG

The Secret CHAPTER 1  >  CHAPTER 2  >  CHAPTER 3  >  CHAPTER 4  >

                       CHAPTER 5  >  CHAPTER 6  >  CHAPTER 7  >  CHAPTER 8  >

                       CHAPTER 9  >  CHAPTER 10  >  CHAPTER 11  >  CHAPTER 12  >

                       CHAPTER 13  >  CHAPTER 14  >  CHAPTER 15  >  CHAPTER 16  >  CHAPTER 17  > CHAPTER 18

Previous story.

Tak jauh berbeda dengan Leeteuk dan Sungmin, member lainya juga masih belum bisa menerima kepergian magnae mereka.

Ryewook masih menangis histeris di lantai Rumah Sakit. Yesung yang ada di samping Ryewook juga tak sanggup menahan air matanya.

Donghae segera berlari keluar Rumah Sakit sesaat setelah mendengar berita tersebut. Mungkin ia tidak ingin mengenang luka lama yang pernah digoreskan dihatinya saat appa-nya tiada. Namun ia tidak sendiri, Eunhyuk yang menyadari hal itu segera menyusul Donghae dengan air mata yang berjatuhan dari pipinya.

Heechul masih dengan amarahnya. Beberapa kali ia memukulkan tangannya ketembok hingga memar. Untungnya Hankyung berhasil membujuk sang Diva untuk menyudahi aksinya sebelum tangannya mengeluarkan darah. Saat ini ia sedang terisak di pelukan Hankyung. Sebuah pemandangan yang amat sangat jarang terlihat.

Siwon dan Kibum hanya bisa tertunduk lemas dan diam seribu bahasa. Tak sedikitpun dari mereka berniat menghapus air mata yang sejak tadi terus mengalir deras. Mereka menangis dalam diam.

Sementara itu, ada sesosok namja yang juga turut berduka atas kepergian Kyuhyun. Changmin duduk di atas balkon Rumah Sakit. Kini ia kehilangan sosok dongsaeng yang sudah menghiasi hari-harinya sejak satu bulan terakhir. Dongsaeng yang sangat ia sayangi walaupun ia sama sekali tidak memiliki hubungan darah denganya. Dongsaeng yang dengan segenap kemampuannya ingin ia lindungi.

“Selamat tinggal Kyuhyun-ah…, aku harap kau bahagia disana.” Air mata Changmin jatuh disudut matanya. Kini ia menundukkan kepala sambil menutup wajahnya dengan kedua tangannya. Hanya suara isak tangisnya yang memecah keheningan di atas balkon Rumah Sakit.

Chapter 19/Final

“Aku masih tidak percaya kita sudah kehilangan Tuan Muda.” Gumam seorang anggota agent rahasia yang berdiri tepat di samping Changmin.

“Setelah kepergian seonsaengnim, semua perhatian kita terfokus pada Tuan Muda. Namun, semua kerja keras kita terasa sia-sia saja.” Ucap salah satu rekan lainnya. Jelas terdengar keputus asaan dari nada bicaranya.

Changmin memejamkan matanya dengan kasar. Kepalan tangannya mengeras. Ia kembali teringat akan serangan tersebut. Suara tembakan, luka-luka pukulan, darah yang berceceran, teriakan memilukan, dan yang paling menyesakkan hatinya adalah baku tembak yang menewaskan seseorang yang sudah mengambil tempat penting di hatinya. Rasa sakit yang begitu menusuk hati dirasakannya tiap kali mengingat kejadian tersebut.

Dadanya terasa begitu sesak setiap kali mengingat jasa seonsaengnim yang telah menyelamatkan hidup kedua orang tuanya. Dan kali ini ia tak bisa membalas jasa tersebut dengan melindungi cucu kesayangan seonsaengnim.

Menyadari Changmin yang terlihat sangat depresi, Junsu yang merupakan sahabat sekaligus rekan kerjanya mulai menghampiri Changmin dan merangkulnya. “Changmin-ah…, Meskipun Tuan Muda sudah pergi, namun tugas kita masih belum selesai. Kita masih harus melindungi banyak orang.” Junsu berhenti sejenak hanya untuk melihat Changmin. “Jika organisasi teroris itu mendapatkan apa yang mereka inginkan, aku rasa tak akan ada lagi kedamaian di dunia ini. Tak ada lagi masa depan, orang-orang hanya akan hidup dalam ketakutan dan peperangan.”

Changmin hanya diam saja. Namun, ia masih menyimak perkataan rekan satu timnya itu.

“Terkadang kita butuh pengorbanan lebih untuk mencapai tujuan yang lebih besar. Aku tahu kita sudah kehilangan Tuan Muda. Namun, apa karena hal tersebut kau lantas akan pergi dan menyerah? Atau kau akan tetap berdiri bersama kami dan melindungi yang masih bisa kita lindungi?” Namja itu mulai memegang kedua pundak Changmin, lalu membuat Changmin menatapnya.

“Aku pikir kau cukup pintar karena mengetahui tujuan utama dari para teroris itu. Mereka mengincar Tuan Muda selama ini karena ingin menguasai seluruh system perusahaan kita dan menggunakannya untuk kepentingan mereka. Walaupun saat ini Tuan Muda sudah tiada, namun tidak mustahil mereka akan tetap mengincar apa yang mereka inginkan. Mereka bisa saja membuka brangkas itu dengan paksa. Aku tahu itu pasti sangat sulit, namun apapun bisa saja terjadi bukan?”

“Gila…, ini semua gila!” Itu lah respon yang diberikan Changmin setelah mendengarkan penuturan Junsu yang panjang lebar tersebut.

“Aku tidak bisa memastikan bahwa hal ini akan terjadi. Namun kita memang harus bersiap untuk segala kemungkinan yang terburuk sekalipun. Kita tidak boleh membiarkan mereka mendapatkan dan menguasai apapun.” Namja itu masih menatap Changmin dengan cemas. Ia tahu bagi Changmin, Kyuhyun lebih dari seorang pewaris perusahaan yang harus dilindungi. “Changmin-ah… Kita harus mempertahankan yang masih ada sekuat yang kita bisa, dengan begitu semua pengorbanan Tuan Muda tidak akan sia-sia.”

Beberapa saat kemudian, sebuah senyuman menyeringai terpampang jelas diwajah Changmin. “Aku tidak mungkin lari! Bila perlu, sebelum mereka melakukan serangan lagi, aku yang akan terlebih dahulu menghabisi mereka!” Ucapnya dengan ketus. Junsu hanya bisa menatap sahabatnya dengan prihatin.

Changmin tidak main-main dengan ucapannya. Setelah serangan dadakan kemarin yang membuahkan dua orang tawanan dari pihak musuh, akhirnya Changmin dan rekan satu tim nya berhasil menemukan markas teroris tersebut. Lalu mereka berkerjasama dengan pemerintah Korea untuk memberantas habis mereka. Meskipun misi tersebut memakan banyak korban, bahkan Changmin sendiri sempat menginap di Rumah Sakit untuk beberapa hari, namun akhirnya dalang dari organisasi mafia tersebut dan semua antek-anteknya saat ini sudah berada dalam tahanan khusus dengan penjagaan extra ketat. Mereka akan secepatnya diberikan hukuman yang setimpal atas semua perbuatan mereka selama ini.

.

.

.

Sudah dua pekan sejak kepergian magnae mereka, dorm Super Junior seolah tak berpenghuni. Tak ada lagi terdengar candaan atau pun teriakan keributan memenuhi dorm mereka. Yang ada hanya kesunyian atau isakan tangis yang masih sesekali terdengar disudut ruangan. Selama dua pekan semua jadwal para member dikosongkan sebagai ungkapan bela sungkawa untuk Kyuhyun dan keluarganya. Lagi pula tak ada satu member pun yang berniat untuk keluar dorm walau hanya untuk menghirup udara segar.

Tiba-tiba terdengar suara bel dari arah pintu. Tak satu pun member yang beranjak untuk membuka pintu tersebut. Saat ini mereka sama sekali tidak ingin menerima tamu. Namun, bel tersebut terus saja berbunyi sampai akhirnya Ryewook dengan malas bangkit dari tempat duduknya kemudian membuka pintu.

Ketika pintu di buka ia tak menemukan seorang pun berada diluar dorm. Ia mulai kesal. ‘Siapa orang iseng yang sedang bermain-main disini?’ batinnya dalam hati. Ryewook hendak membanting pintu, namun ia urungkan niatnya setelah melihat sebuah paket yang tergeletak di dilantai dekat pintu. Diambilnya paket itu kemudian dibawanya masuk. Ia mulai melihat nama pengirim serta alamat yang di tuju. Namun tak ditemukan sebuah tulisan pun. Karena penasaran ia langsung saja membuka paket tersebut. Ryewook semakin bingung setelah mendapati sebuah kaset video.

“Siapa yang datang?” Tanya Shindong yang baru saja keluar dari kamarnya.

Ryewook menggelengkan kepalanya sebagai jawaban. “Tapi aku memukan ini hyung.” Ucapnya kemudian sambil menunjukkan kaset tersebut pada Shindong.

Shindong yang menerima kaset video tersebut hanya mengerutkan dahinya. Namun rasa penasarannya terjawabkan ketika ia membuka tempat kaset tersebut. Ia membulatkan mata dan mulutnya bersamaan. Sesaat kemudian ia berteriak memanggil member lain sekencang-kencangnya.

“Hyung…!” Teriak Shindong sekeras mungkin. Para member yang ada di kamar mereka dengan tergesa-gesa menuju asal suara.

“Shindong-ah kenapa berteriak?” Sergah Leeteuk ketika sampai di ruang tengah.

Shindong dengan tangan yang sedikit bergetar menyerahkan kaset video tadi. “Hyung, i-ini, co-coba hyung lihat” Ucap Shindong terbata-bata. Leeteuk pun segera mengambil benda yang ditunjukkan Shindong padanya.

Member lain yang baru saja sampai mulai mengerumuni sang leader. Seketika mereka menahan nafas setelah membaca tulisan yang terdapat di dalam kotak video tersebut.

For my beloved hyungdeul of Super Junior, the greatest member in the world.” Siwon membaca tulisan tersebut dengan pengucapan yang sangat jelas. Mereka saling berpandangan. Banyak pertanyaan yang memenuhi benak mereka saat ini.

Tanpa menunggu perintah dari siapapun Leeteuk segera menuju kearah tv kemudian segera memutar kaset tersebut.

Dengan perasaan dag dig dug para member mengambil posisi di depan tv. Ada yang duduk di sofa, namun kebanyakan dari mereka duduk diatas karpet depan tv.

Gambar pertama yg muncul adalah sebuah ruangan yang mana terdapat sebuah piano kecil yang sangat familiar bagi hyungdeul. Munculnya gambar tersebut diiringi oleh sebuah alunan musik. Dapat terlihat dinding bewarna baby blue yang menjadi latar belakang tempat gambar itu diambil. Sesaat kemudian terdengar suara khas milik Eunhyuk yang melantunan sebuah lirik nan indah.

Himdeulgo jichyuhidduhn naege himi dwejwosuh
Geurigo hangsang naeyuhpe issuhjwosuh
Ijeya marhaneyo gomapdago
Geurigo geudaega issuhsuh haengbokhadago this is for you

Kemudian disusul oleh suara lembut nan merdu milik Ryewook dan Sungmin secara bergantian.

Nunmuri da mareugi juhne ddo heullyuhya haessuhdduhn geu nare
Uhdoom sogesuh nae soneul jabajwuhsuh
Amu maruhbshi jikyuh bwajwuhsuh gomawohyo

Lirik lagu yang diputar mulai berkurang volumenya, tidak lama kemudian muncul sesosok namja yang selama dua pekan ini sudah menggangu pikirian hyungdeul. Ia tersenyum dengan sangat tulus sambil menatap hyungdeul dalam-dalam seolah mereka bertatapan langsung saat itu.

“Annyeong hyungdeul” Suara ceria sang magnae terdengar memenuhi ruangan.

“Sudah berapa hari ya kita tidak bertemu? Aish, aku lupa menghitungnya. Apa kalian merindukanku?” Tanya Kyuhyun sambil memasang senyum menyeringai khas yang hanya dimiliki sang evil magnae.

“Mungkin saat kalian melihat video ini, aku sudah tidak bersama kalian lagi.” Kyuhyun menundukkan wajahnya sekilas. Ketika ia mengangkat kepalanya lagi, terukir sebuah senyuman hangat yang hanya dapat dirasakan oleh member Super Junior.

“Hyungdeul pasti masih ingat lagu ini kan?” Kyuhyun berhenti sejenak, kemudian ia kembali membesarkan volume suara dari background musik yang sejak tadi diputar.

Dapat terdengar jelas suara Kangin dan Leeteuk yang bernyanyi bergantian.

Naboda duh himdeuruhsseultende naboda duh guhkjuhng haesseultende
Geudaega issuh iruhsuhl soo issuhggo neul gomawoon maeumdeul ppoonijyo

Kemudian Suara bass milik Kyuhyun kembali mendominasi. Air mukanya mulai serius.

“Seperti lirik lagu tersebut. Aku ingin mengucapkan, Gomawo… jeongmal gomawo hyungdeul. Gomawo sudah mengizinkanku menjadi member terakhir Super Junior. Gomawo sudah memberikanku kesempatan untuk menikmati kebahagiaan bersama kalian sebagai magnae Super Junior. Gomawo utuk semua ilmu yang hyungdeul ajarkan padaku.”

Baru beberapa detik menyaksikan video tersebut, mata semua member sudah mulai terasa panas. Air mata mulai menggenang di pelupuk mata mereka dan siap jatuh kapan saja.

“Dulu aku hanya seorang Cho Kyuhyun yang memiliki suara indah namun sangat kaku di atas panggung dan sangat takut dengan kamera. Tapi sejak berada di Super Junior, banyak sekali yang bisa aku pelajari dari hyungdeul semua. Mulai dari teknik menyanyi, menari, MC, bahkan cara beracting. Jeongmal Kamsahamnida…” Kyuhyun membungkukkan tubuhnya sempurna sembilan puluh derajat, kemudian ia tertawa kecil. “Aku jadi ingat teguran Teuki hyung pada saat kali pertama kita bertemu. Hyungdeul ingat kan wajah sangar Teuki hyung yang menyuruhku untuk membungkuk sembilan puluh derajat ketika memberi salam pada kalian. Apa kalian tahu saat itu aku merasa kalian benar-benar tidak mengiginkan keberadaan member baru.” Kyuhyun mulai memasang wajak sok sedihnya. Namun, hanya dalam hitungan detik wajahnya kembali serius.

“Hyungdeul, setelah hyungdeul mengetahui semua masalaluku… dan, kalian… sempat tersiksa karena semua itu, aku sungguh mohon maaf hyung, Mianhae…, mianhae sudah melibatkan kalian kedalam masalah hidupku yang sangat pelik, mianhae… sudah membuat kalian hidup dalam kecemasan, jeongmal mianhe sudah membuat kalian terluka, jeosonghamnida…” Kyuhyun kembali menundukkan kepalanya.

Beberapa member sudah tak mampu menahan tangis. Mulai terdengar suara isakan di sela-sela suara magnae mereka.

“Jujur, aku sebenarnya tidak tahu bagaimana harus mengungkapkannya. Tapi sungguh aku benar-benar ingin mengungkapkannya pada hyungdeul.” Kyuhyun menarik nafasnya dalam-dalam, kemudian dihembuskannya perlahan. “Kalian semua adalah orang-orang yang sangat berarti dalam hidupku. Aku sangat… sangat amat… menyayangi kalian. Kebahagiaan yang kalian berikan…, kasih sayang yang kalian tunjukkan, tidak bisa dibeli oleh apapun dan tak bisa di gantikan dengan apapun juga. Kalian adalah hadiah terindah yang Tuhan hadirkan dalam hidupku.” Suara Kyuhyun mulai parau. Matanya juga sudah berkaca-kaca.

“Mianhae hyungdeul, aku sungguh tak ingin semuanya berakhir seperti ini… Aku masih ingin bersama kalian…,” Setetes cairan bening akhirnya meluncur dari mata indahnya. Namun dengan cepat Kyuhyun menghapusnya.

“Minahae hyungdeul, aku tidak bisa berlama-lama. Yang pasti video ini aku buat hanya untuk mengungkapkan rasa terima kasihku yang begitu dalam serta permohonan maaf yang sebesar-besarnya.” Air matanya lagi-lagi jatuh membasahi wajah pucatnya. Namun kali ini Kyuhyun tidak menghapusnya.

“Aku percaya, walau tidak berada di dekat kalian, tapi aku tetap ada di hati kalian bukan?” Kyuhyun memaksakan untuk tersenyum, mencoba memberikan senyuman terbaiknya yang terakhir. “Begitu juga denganku, hyungdeul sudah sejak lama mendapatkan tempat spesial disini, dan selamanya akan selalu ada di sini.” Ucap Kyuhyun sembari mengepalkan tangannya kemudian membawanya ke dadanya sebelah kiri.

“Saranghaeyo hyungdeul… ” Itulah ucapan terakhir yang keluar dari bibir Kyuhyun sebelum menyudahi video tersebut.

‘Nado saranghae Kyunie…’ Semua member tak mampu membalas dengan sebuah ucapan yang dapat di dengar. Namun sesungguhnya secara bersamaan mereka mengucapkannya di dalam hati. Ya, sampai kapan pun, akan selalu ada tempat di hati mereka untuk sang magnae. Dan tempat itu akan selamanya menjadi miliknya, tak kan bisa di gantikan oleh siapapun. Selamanya Kyuhyun akan selalu hidup di hati para member.

Semua member tanpa terkecuali sudah menumpahkan air mata mereka sejak tadi. Bahkan tangis para member semakin keras sesaat setelah Kyuhyun mengakhiri video tersebut.

Leeteuk mendekap Ryewook yang duduk disebelahnya. Dibelainya lembut kepala sang eternal magnae yang menangis paling keras. Yesung juga memeluk Ryewook dari belakang. Mencoba mengurangi getaran hebat dari tubuh mungil dongsaengnya itu. Member lain pun ikut mendekat, menumpahkan semua perasaan mereka dengan saling berpelukkan dan bergenggaman tangan. Bermaksud meringankan beban yang tengah menyayat hati. Mencoba menguatkan satu sama lain walau dalam kondisi sepahit apapun. Biarlah mereka semua mengeluarkan perasaannya, melepas sedu sedan bersama, keluarga memang seharusnya seperti itu kan? Merasakan sedih dan bahagia bersama-sama. Inilah salah satu moment berharga yang tak dapat di beli oleh uang sekalipun.

.

.

.

Flashback

Tit… tit… tit…

Elektrokardiograf kembali menunjukkan detak jantung Kyuhyun.

“dr. Park…” Ucap salah seorang perawat dengan lega pada seorang dokter yang bernama Park Yoo Chun.

“Nafas?” Tanya sang dokter pada perawat yang memegang alat bantu pernafasan.

“Belum.” Jawabnya sembari memompa udara ke paru-paru Kyuhyun, paru-paru itu belum kembali bekerja.

“Terus pacu, berapa tekanannya?” Tanya dr. Park tegas pada seorang perawat lain.

“Lima puluh.” Seru salah satu perawat.

“dr. Park, nafasnya.” Seru perawat yang memegang alat batu pernafasan itu. Kyuhyun terlihat sedang menarik udara begitu banyak.

“Kontrol!” Seru dr. Park. Perawat itu mengangguk cepat.

“Aa…ppaa…” Sebuah suara keluar begitu lemah dari bibir pucat Kyuhyun.

“Appa?” Gumam dr. Park tak jelas. Keringat yang mulai membanjiri keningnya dengan cepat di seka lagi oleh seorang perawat yang ada di sampingnya.

“Aa… ppa…”

Tittt….

ECG kembali mendengungkan nada panjang.

“Panggil Mr. Cho! Kita lakukan sekali lagi!” Seru dr. Park, ia kembali memainkan alat kejut jantungnya.

Seorang perawat dengan cepat keluar ruangan dan memanggil Tuan Cho.

Tuan Cho berjengit memandang wajah pucat kebiruan milik Kyuhyun, sinar lampu putih yang ada di ruangan itu semakin membuat semuanya tampak buruk. Langkahnya gemetar, sementara seluruh tim medis bekerja keras disekitarnya. Tuan Cho memandang monitor ECG yang menampilkan garis hijau lurus dan menyuarakan dengung mengerikan.

“Tuan Cho, kau baik-baik saja?” Tanya seorang perawat. Tuan Cho mengangguk ragu-ragu.

“Bisakah kau panggil namanya?” Pinta dr. Park tiba-tiba.

Tuan Cho mendekat, meraih tangan dingin Kyuhyun, mengenggemnya kemudian membungkuk rendah ditelinga sang anak.

“Jangan pergi Kyunie.” Bisik Tuan Cho langsung dari hatinya yang saat ini terasa begitu pedih. “Kembalilah Kyunie…, appa mohon jangan pergi, hyungdeul mu pasti juga tidak mengiginkan kau pergi.”

Beberapa detik kemudian monitor ECG kembali menunjukkan detak jantung Kyuhyun.

“dr. Park.” Seru seorang perawat sambil tersenyum lega menatap sang dokter.

“It’s amazing! Kita sudah kehilangannya dua kali. Namun kini detak jantungnya langsung terpacu, bahkan masa kritisnya telah lewat.” Ujar dr. Park sambil meletakan alat pacu jantung yang sudah sejak tadi berada di tangannya. Ia kemudian tersenyum menatap Tuan Cho yang sudah berurai air mata.

.

.

Di sebuah kamar yang cukup luas, lengkap dengan interior yang menambah kesan mewah, sesosok namja terbaring lemah di atas sebuah ranjang lengkap dengan beberapa peralatan medis yang selama tujuh hari ini sudah membantunya untuk menyambung hidup.

“Kyuhyun-ah.” Panggil Tuan Cho dengan lembut.

Tuan Cho duduk disebuah kursi yang ada di samping tempat tidur Kyuhyun. Ia menatap wajah anaknya yang sangat putih, seputih dinding kamar yang saat ini di tempatinya. Sama sekali tak terlihat tanda-tanda kehidupan sedikitpun jika tidak ada alat perekam sinyal jantung yang di pasang di sampingnya. Monitor itu masih memunculkan gambar dalam bentuk gelombang menandakan bahwa sang pemilik jantung masih bernyawa.

“Kyunie, irona…, jebal…” Pinta sang appa dengan penuh harap. Semakin di genggamnya erat jemari putih milik Kyuhyun yang lekulai lemas di atas tempat tidur. “Apapun akan appa lakukan agar kau bisa membuka matamu kembali Kyunie…” Bisiknya putus asa.

Tuan Cho menunduk dan mengecup puncak kepala anaknya lembut. Pandangan matanya penuh ketakutan dan kecemasan. Sudah seminggu penuh sejak Kyuhyun dipindahkan ke Rumah Sakit Internasional Bumrungrad yang ada di Bangkok, ia masih terbaring tanpa adanya tanda-tanda akan membaik. Tuan Cho masih dengan setia menungguinya tanpa melepaskan tautan tangannya pada sang anak tercinta.

.

“Aaa…ppaa..” Lenguhan halus seorang Cho Kyuhyun menyadarkan Tuan Cho yang baru saja akan memejamkan matanya. Suara parau itu membuat kantuk Tuan Cho lenyap seketika.

“Kau kembali Kyunie, kau kembali… Thanks God… Akhirnya Kau kembalikan Kyuhyun ku…” Tuan Cho tersenyum penuh rasa syukur ketika dilihatnya Kyuhyun yang telah membuka matanya.

“A…aa… ppa…” Lirih Kyuhyun dengan susah payah, tenggorokannya terasa begitu kering dan berat.

“Jangan pergi lagi Kyunie. Jangan pernah berencana untuk meninggalkan appa. Dan appa mohon jangan pernah mengorbankan dirimu lagi.” Ujar Tuan Cho sambil meneteskan air mata. Tangan kanannya mengusap pipi Kyuhyun dengan lembut, sementara tangan kirinya mengenggam erat tangan Khyuhyun yang terbebas dari jarum infus.

“A..ku… ti..dak ak..kan per..gi Aa.. ppa…” Lirih Kyuhyun sembari membentuk seulas senyuman di sudut bibir pucatnya dari balik masker oksigen yang masih terpasang di wajahnya.

.

Ya, Cho Kyuhyun masih hidup. Siapa yang sudah mendeklarasikan bahwa sang evil magnae yang satu ini sudah tiada? Bahkan uisa Park tak mengatakan sepatah kata pun bukan? Ia hanya menunduk sambil menangis dan menggelengkan kepalanya. Sinyal tersebut bukan menandakan bahwa Kyuhyun telah pergi, melainkan karena uisa Park bisa merasakan kesedihan para member yang sebentar lagi akan berpisah dengan magnae mereka untuk waktu yang tak bisa di pastikan.

Pada malam itu juga, sesaat setelah operasi pengambilan peluru selesai di lakukan. Kyuhyun segera diterbangkan ke Rumah Sakit Internasional terbaik yang ada di Thailand. Operasi besar atas penyakit kankernya akan di lakukan di sana. Tidak ada berita duka apapun yang mencuat setelah kejadian mengerikan malam itu. Dokter dan perawat yang berada di ruang operasi Kyuhyun pun sudah di bungkam mulutnya. Rumah Sakit Seoul yang memang dalam keadaan sepi pengunjung di karenakan waktu yang sudah menunjukkan dini hari, seolah ikut mendukung rencana tersebut. Berita yang muncul esok hari hanyalah hiatusnya seorang Cho Kyuhyun dari industri musik dengan alasan kesehatan yang semakin memburuk paska penculikan kemarin.

Namun berbeda dengan berita yang di dapatkan oleh para penjahat yang selama ini sudah menghantui hidup Tuan Muda. Berita kematian seorang Cho Kyuhyun sudah terdengar sampai ketelinga big boss mereka. Hal itu dengan sengaja di lakukan agar mereka merasa kesal, putus asa, dan tentunya akan mengurangi kesiagaan mereka dalam berjaga-jaga.

Lalu siapakah sebenarnya dalang di balik semua rencana gila ini? Seseorang yang bermain cantik dalam memanipulasi keadaan. Seseorang yang sudah berhasil menipu para member dan membungkam pihak Rumah Sakit. Seseorang yang dengan mudahnya mengeluarkan seorang magnae Super Junior dari industri musik hingga membuat para ELF khususnya SparKyu banjir air mata. Bahkan Seorang Lee Soo Man saja tak berkutik menghadapinya.

Siapa lagi kalau bukan sang master dalam mengatur strategi dan perencanaan, yang merupakan tangan kanan pemilik perusahaan senjata rahasia tercanggih di dunia, Jung Yunho. Bahkan Changmin, dongsaeng satu-satunya tidak mengetahui semua rencana hyungnya tersebut. Yunho baru menceritakan semuanya setelah Changmin benar-benar sembuh dan keluar dari Rumah Sakit paska penggebrekkan markas para mafia tersebut.

End of Flashback

.

.

.

Seven Months Later

Setelah melewati antrian berdesakkan yang sangat panjang, akhirnya para ELF pun bisa bertemu dengan idola mereka di Mata Elang International Stadium, Jakarta, Indonesia. Ketika video Super Junior di dalam air diputar, para fans yang tadinya sudah mulai bosan menunggu langsung on-fire ketika melihat ke duabelas namja tersebut di 3 layar raksasa LED, satu di tengah panggung dan dua lagi di kanan kiri panggung.

Tata cahaya konser ini terbilang sangat luar biasa. Lautan lightstick biru menjadi sangat kontras dengan layar raksasa di panggung yang kadang berwarna merah atau hijau menyala.

Rasa haus, bosan, dan lelah yang di rasakan para ELF serentak hilang ketika intro ‘Superman’ dimainkan. Bergantian lampu menyorot Eunhyuk, Donghae, Yesung dan personel lainnya. Seketika teriakan para ELF membahana mengisi setiap sudut ruangan konser Super Junior ‘Super Show 4’ hari ini.

Di lagu kedua ‘Opera’ Shindong dan Ryeowook naik crane menyapa penonton di bagian atas. Mereka pun berteriak histeris. Disambut dengan lagu ketiga ‘Twins’ yang dihiasi laser hijau menyorot sana sini.

Penampilan ‘Superman’, ‘Opera’, dan ‘Twins’ sebagai lagu pembuka sangat memukau ELF. Semua member tampil dengan enerjik dengan di balut pakaian yang bernuansa hitam, merah, dan putih.

“INDONESIA!” Teriak semua member serentak. ‘Bonamana’ versi remix plus intro pun dilantunkan. Para ELF pun makin tak terkendali karena kedua belas namja itu berlarian mengelilingi panggung. Lagu hits dari 4jib itupun ditutup oleh ledakan kembang api di berbagai sisi panggung.

Keempat lagu tadi mereka nyanyikan secara live, namun mereka sama sekali tidak memotong bagian sang magnae. Tidak ada member yang mau mengambil part yang sudah menjadi milik Kyuhyun selama ini. Dengan kecanggihan audio visual mereka tetap memperdengarkan suara indah sang magnae lengkap dengan wajahnya yang selalu menghiasi layar di setiap lagu.

Rehat sejenak. Mereka menyempatkan diri minum dan menghapus keringat di atas panggung. Setelahnya sesi perkenalan pun dimulai. Semua member berusaha mengucapkan ‘Apa kabar’ dan memperkenalkan diri dalam bahasa Indonesia.

Suasana tiba-tiba menjadi sendu. Lagu ‘Memories’ dilantunkan bersamaan dengan video khusus yang berisikan perjalan para member selama berada di Super Junior. Teks lagu juga ikut di tampilkan di layar. Super Junior beryanyi bersama ELF. Beberapa member menitikkan air mata ketika menyaksikan wajah magnae mereka dengan senyuman khas miliknya terpampang di layar raksasa itu. Usai menyanyi, mereka berpelukkan haru dan mengelilingi panggung, berterimakasih pada ELF yang selalu mendukung Super Junior.

Namun, tiba-tiba semua lampu yang ada di atas panggung di matikan. Para member yang sedang mengelilingi panggung pun menghentikan langkah mereka. ‘Apa yang terjadi? Bukankah seharusnya lampu panggung tetap menyala?’ Semua member bertanya-tanya dalam hati.

Selanjutnya terdengar dentingan piano nan indah kemudian disusul dengan suara seseorang yang sangat familiar di telinga hyungdeul maupun ELF. Pelahan, sebuah lampu sorot yang sedikit redup di arahkan pada sesosok namja yang berjalan dari belakang panggung. Seketika semua perhatian terfokus pada satu titik.

Uriga mannage doen narul chugboghanun ee bamun
Hanulen dari pyo-igo byoldurun misojijyo
Gudeui misoga jiwojiji anhgil baleyo
Onjena haengbokhan nalduri gyesog doegil bilmyo

Semua member maupun ELF seakan mematung di tempat. Suasana hening seketika. Namun, beberapa detik kemudian stadium seakan berguncang karena teriakan histeris para ELF yang bercucuran air mata sambil meneriakan nama namja tersebut.

CHO KYUHYUN! CHO KYUHYUN! CHO KYUHYUN!

Kali ini respon para member sangat lambat. Mereka masih diam di tempat dan tak bergerak sedikit pun. Bagaimana tidak, magnae mereka yang selama satu tahun terakhir menjadi alasan keluarnya air mata mereka, tiba-tiba muncul dan berdiri di tengah panggung sambil bernyanyi sembari memberikan senyuman hangatnya pada para member.

“Hae-ah pukul aku.” Perintah Eunhyuk tiba-tiba.

“Mwo?!” Tanya Donghae keheranan.

“Cepat pukul aku Hae-ah!” Ucap Eunhyuk lagi. Donghae hanya mengerutkan keningnya lalu dengan cepat memukul kepala sahabat yang sejak tadi berada disampingnya.

“Appo!” Eunhyuk berteriak cukup keras. “Aku tidak memintamu memukulku sekeras ini, pabo!” Eunhyuk balas memukul kepala Donghae dengan tidak kalah kerasnya.

Donghae pun tak bisa menahan suara teriakannya. Member lain akhirnya tersadar setelah mendengar teriakan Donghae plus suara ELF yang sudah sejak tadi menggema di seluruh ruangan.

Satu persatu mereka berhambur menghampiri sesosok namja yang saat ini sedang menatap mereka dengan mata berkaca-kaca.

Sungmin yang sampai lebih dulu dengan cepat memeluk dongsaeng yang selama ini tak bisa lari dari pikirannya. Keduanya hanyut dalam keadaan penuh haru ketika Kyuhyun balas memeluk hyung kesayangannya itu dengan erat.

Nada indah oleh pianist yang masih mengalun lembut menambah kesan manis yang tercipta pada malam itu.

“Kyuhyunie!” Teriak Eunhyuk dan Donghae sambil melonjak kegirangan di atas panggung lalu keduanya memeluk Kyuhyun yang baru saja melepaskan pelukannya dari Sungmin. Mereka memeluk sang magnae dari kedua sisi yang berbeda dengan senyum yang mengembang tak ada habisnya.

Melihat Kyuhyun yang sedikit meringis karena di himpit oleh duo EunHae, Kangin dengan cepat melepaskan pelukan kedua dongsaengnya itu. “Ya! Cepat lepaskan! Kalian menyakiti Kyunie.”

Ryewook yang pipinya sudah basah oleh air mata mulai mendekati Kyuhyun, lalu meraba tubuh Kyuhyun sampai kedua tangannya dengan sempurna menempel di wajah Kyuhyun. “Apa ini sungguhan? Apa ini benar-benar Cho Kyuhyun? Uri magnae?”

“Ne, Wookie-ah. Apa kau sudah melupakan wajah tampanku ini?” Seringaian khas beserta jawaban yang keluar langsung dari bibir Kyuhyun seketika menghapuskan keraguan yang ada di hati Ryewook dan member lainya.

“Aku sebenarnya masih belum percaya kalau ini benar-benar kau Kyuhyun-ah.” Shindong yang sejak tadi tak melepaskan pandangannya sedikitpun dari Kyuhyun mulai angkat bicara. “Bagaimana mungkin semua ini bisa terjadi? Bukankah kau-” Kyuhyun langsung memotong perkataan Shindong.

“Butuh tiga hari tiga malam untuk menceritakan semuanya pada kalian hyung.” Kyuhyun mendesah nafas beratnya. Wajahnya terlihat sedikit muram ketika mengingat kembali kejadian pahit yang dulu dialaminya.

Melihat perubahan ekspresi dari magnae mereka, Leeteuk segera mengalihkan pembicaraan.

“Gomawo Kyunie, gomawo kau sudah mau kembali.” Leeteuk memeluk tubuh dongsaeng terkecil yang ada di hadapannya dan berbisik pelan tepat di telinga Kyuhyun. “Gomawo sudah memberi kami kesempatan untuk lebih menyayangimu dan melindungimu.”

Kyuhyun akhirnya menjatuhkan air matanya yang sudah lama tertampung. Ia mengangguk, kemudian terisak, kali ini terisak bahagia. “Ne, aku juga menyayangi kalian hyungdeul. Bogoshipoyo…” Kyuhyun membalas perkataan sang leader. Ia baru menyadari kalau ia benar-benar merindukan pelukan hangat hyung tertuanya itu.

“Cho Kyuhyun yang sekarang lebih sering menangis ya.” Gumam Heechul yang dapat di dengar oleh member lainya.

Tak ada sahutan pedas dari Kyuhyun, ia masih sibuk dengan tangisannya. Entah mengapa melihat sang magnae yang menangis di pelukan sang leader membuat mata Heechul mulai terasa panas.

“Kenapa kau senang sekali membuat hyungdeul menangis, Kyu? Kau tidak lihat mata mereka sudah sembab seperti itu?” Ucap Kibum yang berdiri agak jauh dari Kyuhyun yang sudah lebih dulu di kerumuni oleh member lainya.

Leeteuk mulai menangis lagi, ia tak tahan mendengar tangisan sang magnae yang semakin keras, tak ada niat sama sekali untuk melepaskan pelukannya. Dan tanpa aba-aba semua member yang tersisa memeluk leader dan magnae itu, mengerubunginya tanpa ada celah sedikitpun. Memaknai rasa kasih sayang mereka dengan saling memberikan pelukan hangat dan sentuhan lembut. Semua masih tetap menangis, tangis bahagia tentunya.

Kyuhyun akhirnya tersenyum lebar di sela tangisnya, mengisyaratkan bahwa ia tengah berbahagia sama seperti yang dirasakan member lainya.

Changmin yang melihat mereka dari belakang panggung ikut tersenyum. “Senang melihat senyum mu kembali lagi Kyuhyun-ah.”

ELF yang juga menyaksikan semua drama yang di suguhkan oleh para member diatas panggung ikut terhanyut dalam suasana haru tersebut. Super Show kali ini sukses membuat stadium berubah menjadi lautan air mata. Tidak lama kemudian konser kembali di lanjutkan dengan kemeriahan dan kegembiraan yang berlipat-lipat setelah kembalinya magnae Super Junior, Cho Kyuhyun.

.

.

.

THE END

 

20 thoughts on “[FREELANCE] The Secret Chapter 19 – END

  1. Cho Tian

    OMONA!
    Aku bahagia bgt ktemu ending DAEBAK kaya gini.
    Speechless jadinya… pokoke cetar bgt thor. Aku tgu ff daebak lainx.

    Balas
  2. Hyesung

    Thor feelnya dapet aku sampek nangis bacanya T_T . Ada SQUELnya ngga’ THor ? kalo ada Squel yya, please ?? *pupyeyes ^.^

    Balas
  3. Chacha

    Sumpah ini keren banget eoni! Ch 1 mpe 18 sedih n sakit luar biasa ampe Kyu d buat meninggal, n what? Endingny manieeeest bangeeud… Pa lg mreka syuting scene trakhir d Ina, Omo! Sinca Daebak!
    Ada sequel kagak thor? Ada yah, jebaall…

    Balas
  4. tenri

    Huuuaaaaa,,,,,,, autor jahat kejam banget hiks hiks suami gue masa iya mati hiks hiks;( untung aja idup lagi mungkin karena dia inget gue kali ya #plak /ditimpuksparkyu/ satu kata thor DAEBAK!!!!

    Balas
  5. Yeni

    Baca FF yang di atas awalnya nangis sedih karena aku pikir bakalan sad ending. Tapi setelah baca sampe akhir seneng sedih semuanua campur jadi satu. Uri magnae kembali. FF yang luar biasa thor, feel nya dapet banget. Gomawo🙂

    Balas
  6. NurrulThecancers

    Meskipun q telat bcanya, tpi q bhagia jd reader dr ff mu., cho kyuhyun, kau trlalu evil.. Min, bsakah dibkin squel..? Satu kata utk akhr
    “DAEBAAK”..!!

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s