“Sleep friend” FF Freelance

Author  : Nalin_Lee

Tittle     : Sleep friend

Genre   : Romance,

Tags       : Lee Sung Min, Park Chan Mi (OC)

Length  : Oneshoot

Rating   : All age

Note      : kAlau mau main keblog kita. Lets visit in www.mitwins.wordpress.com *numpang promosi😀

 

SLEEP FRIEND

 

“Aishh. Kau kenapa hyung?” dengan setengah kesal Kyuhyun melemparkan bantal yang sedari tadi dipeluknya kearah roommate-nya yang sedari tadi sibuk memutar-mutar tubuhnya sendiri tanpa alasan, membuat tidurnya nyenyaknya menjadi terganggu.

 

“aku tidak bisa tidur Kyu” Sung Min kemudian bangkit dari posisi berbaringnya menjadi duduk, ia mengucek matanya sendiri yang memang sudah sangat terasa berat, namun ia sendiri bingung kenapa ia tak bisa tidur. Padahal  jadwalnya yang begitu padat hari ini sangat menguras tenaganya.

 

Mata mengantuknya menatap jam dinding yang menggantung manis di depannya. Kedua jarum jamnya menunjukkan angka 1 tepat. Ini artinya sudah pukul 1 lewat lima menit. Sudah terlalu larut untuknya jika masih terus terjaga seperti ini, padahal ia harus bekerja kembali besok pagi-pagi sekali.

 

“kalau kau tidak bisa tidur, sebaiknya kau mencoba menghitung domba hyung” seru Kyuhyun dengan mata yang sudah kembali terpejam, memberikan sedikit saran klasik yang diajarkan neneknya dulu kepada hyungnya itu mungkin akan sangat membantu hyungnya.

 

“aku sudah mencobanya Kyu, dan hasilnya sia-sia” jawab Sung Min dengan wajah lesunya.

 

Diam, kyuhyun hanya diam tak memberikan respon apapun lagi untuk menanggapi keluhan menyedihkan hyungnya itu. Beberapa saat kemudian dengkuran halus terdengar dari bibir namja itu, membuat Sung Min kembali mendesah berat menyadari Kyuhyun kini kembali tertidur.

 

Dengan sedikit perlahan ia beranjak dari kasurnya, tak ingin menimbulkan bunyi sekecil apapun agar dongsaengnya itu terbangun. Wajah lelah Kyuhyun masih terlihat disana, dan ia tak mau menggangu dongsaengnya itu hanya karena insomnia yang menyerangnya malam ini.

 

Dengan gerakan yang sama pelannya, Sung Min meraih kenop pintu, sedikit mengendap-endap ia berjalan keluar kamarnya. Setelah pintu kembali tertutup Sung Min mengedarkan pandangannya menyusuri setiap sudut ruang tengah yang tentu saja terlihat sangat sepi. Semua hyung dan dongsaengnya sudah sibuk berada di alam mimipi mereka masing-masing.

 

Sung Min berjalan dengan malas menuju sofa ruang tengah dengan lesu, insomnia yang menyerangnya begitu membuatnya menderita saat ini. Ia ingin istirahat dan tidur secepatnya, besok masih banyak jadwal yang harus ia selesaikan.

 

Seperti biasa, ia menemukan seseorang yang tengah tertidur disofa hitam itu dengan pulau buatan dibantalnya. Kebiasaan ngiler namja itu tidak berbuah sampai sekarang walaupun ia sudah menjadi artis terkenal.

 

Dengan sedikit keegoisaannya, Sung Min duduk di sebelah sofa yangditempati Eunhyuk dan mengguncang bahunya pelan, berharap dongsaengnya itu terbangun sejenak untuk memberinya saran agar ia bisa cepat tertidur. Insomnia ini membuatnya lelah.

 

Nihil. Berkali-kali Sung Min mengguncang-guncang tubuh Eunhyuk, namun namja yang memang tak bisa dibangunkan dengan cara yang lemah lembut itu tetap tak memperlihatkan tanda-tanda kelopak matanya akan terbuka. Guncangan kasar pun tak bisa membangunkan namja itu, apalagi dengan guncangan lembut.

 

“mianhae Hyukkie” gumam Sung Min sebelum ia membangunkan Eunhyuk dengan cara yang sempat singgah diotaknya.

 

“Awwwwwwwww” teriakan nyaring Eunhyuk membuat Sung Min bisa tersenyum puas saat aksinya telah benar-benar berhasil sepenuhnya, dalam hati ia menyesal telah membangunkan dongseengnya itu dengan cara seekstrim itu, tapi mau bagaimana lagi salah dia yang tak mau dibangunkan dengan cara yang lembut.

 

“orang bodoh macam apa yang berani mencabut bulu kakiku huh?” teriak Eunhuk geram, dengan mata yang sudah melotot sempurna, walaupun ia masih terlihat mengantuk.

 

“maafkan aku hyukk, aku tak bermasksud….”

 

Belum sempat Sung Min melanjutkan ucapannya, namja itu sudah memotongnya cepat, ia tidak mungkin memarahi hyungnya itu lebih lanjut. Jika saja yang melakukannya adalah magnae kurang ajar itu ia tentu dengan senang hati ia akan melakukan pembalasan yang lebih kejam “ada apa kau membangunkanku hyung?”

 

Masih dengan wajah menyesalnya Sung Min menatap Eunhyuk “Um, aku tak bisa tidur Hyuk, kau mau memberiku saran? Insomnia ini benar-benar membuatku lelah” Tanya Sung Min

 

Enhyuk sedikit mengucek matanya, mengembalikan kesadarannya yang masih tertinggal dialam mimpi “kau sudah mencoba menghitung domba?” Tanya eunhyuk dengan nada mengantuknya.

 

Sung Min mengangguk “sudah”

 

“sudah minum susu?”

 

Lagi-lagi Sung Min mengangguk “sudah 3 gelas susu yang aku habiskan maam ini, dan sepertinya susu-susu itu tak membantuku mengatasi insomniaku”

 

“mendengarkan lagu ballad?” Tanya Eunhyuk lagi

 

Sung Min kembali menggangguk cepat “sudah beberapa album dari Super Junior yang kudengarkan, dan hal itu justru membuatku ikut bernyanyi dan sedikitpun  tak membuatku mengantuk Hyuk” keluh Sung Min dengan nada putus asanya seraya mengacak rambutnya frustasi.

 

Eunhyuk yang melihat hyungnya seperti itu membuatnya sedikit prihatin. Hampir seharian ini jadwal mereka penuh. Tentu saja ia tau bahwa Hyungnya itu ingin cepat istirahat. Ia terdiam sebentar, memikirkan cara apa lagi yang bisa menghilangkan insomnia. Biasanya ketiga cara itu selalu bisa mengatasi insomnia yang menderanya, kenapa tak berhasil jika dipraktekkan secara langsung oleh hyungnya itu “Aishh, bagaimana yah” Eunhyuk mengacak rambutnya sendiri, otaknya memang tak bisa sinkron jika ia sedang amat sangat mengantuk saat ini.

 

“ jika cara seperti itu tak berhasil juga, bagaimana jika domba yang hyung hitung tadi hyung ganti dengan gadis-gadis cantik dan seksi dan coba kau kembali menghitungnya hyung”

 

Setelah Eunhyuk selesai memberikan saran penuh keyadongannya yang memang selalu bisa menjadi alternative yang menurutnya sangat bisa diandalkan untuk mengatasi insomnia, dengan senang hati Sung Min memberikan jitakan manisnya tepat dikepala dongsaengnya, berharap keyadongan Eunhyuk sedikit berkurang.

 

Dengan bersungut-sungut Eunhyuk hanya mengelus bagian kepalanya yang sempat menjadi’ korban kekerasan’ yang hyungnya itu lakukan. Andai saja ia yang berperan sebagai hyung saat ini, mungkin ia tak akan sungkan jika membalas perlakuan Sung Min yang menjitak kepalanya seenaknya sendiri, sayangnya disini walaupun umurnya hanya beberapa bulan lebih muda dari Sung Min, ia tetaplah seorang dongsaeng yang harus selalu menjaga kesopanan terhadap orang yang lebih tua “bagaimana kalau kau mencoba untuk tidur dengan seorang gadis, aku rasa itu juga akan bisa membantu insomniamu hyung?”

 

Sung Min kembali menghela nafasnya. Jika ada deterjen otak yang bisa membuat otak Eunhyuk kembali bersih dari keyadongan yang ia miliki, tentu saja ia akan sangat rela untuk membelikannya, berapapun harganya ia tak akan mempersalahkannya asal namja yadong itu berhenti memikirkan hal-hal yadong.

 

Eunhyuk bersiap mengambil bantal kesayangannya saat melihat tangan Sung Min terangkat keudara, ia sudah sangat yakin kalau hyungnya itu akan kembali menjitaknya, namun belum sempat jitakan kedua mendarat dikepalanya, Eunhyuk segera mengeluarkan suaranya “aku pernah membaca sebuah buku yang mengatakan hal itu hyung”

 

seketika itu juga tangan Sung Min terhenti diudara, membuat Eunhyuk yang melihatnya tak bisa menyembunyikan senyum kemenangannya. “buku?” Sung Min menaikkan sebelah alisnya kembali tertarik dengan saran yang diberikan Eunhyuk. Walaupun dengan sedikit ketidak percayaan jika dongsaengnya itu pernah membaca buku, Sung Min hanya diam mendengarkan Eunhyuk menjelaskannya lebih lanjut.

 

Eunhyuk mengangguk yakin “dalam buku itu mengatakan bahwa teman tidur mempengaruhi kualitas tidur hyung”

 

Eunhyuk terdiam sesaat mengingat apa judul buku yang pernah dibacanya yang mengutip tentang hal itu, namun beberapa menit kemudian ia menggeleng pasrah, saat file di otaknya tak bisa mengingat apa judul buku yang pernah dibacanya saat itu. Ia bahkan tak yakin ia pernah membaca buku itu, atau itu hanya opini bodohnya saja? Entahlah! Mungkin pemikiran bodohnya tentang hal itu bisa membantu hyungnya itu mengatasi insomnianya dan ia bisa tidur kembali.

 

“Mungkin kau tak bisa tidur saat ini karena teman tidurmu itu si Kyuhyun” Eunhyuk melanjutkan penjelasannya saat ia memilih untuk menyerah memikirkan judul buku apa yang sedari tadi tak bisa diingatnya.

 

“lantas aku harus tidur dengan siapa?” Tanya Sung Min yang kembali membuka suaranya saat sedari tadi terdiam mendengarkan Eunhyuk yang mencoba memberikan saran kepadanya.

 

“terserah kau saja yang bisa membuatmu nyaman hyung” seru Eunhyuk dan kembali meraih bantal kesayangannya yang penuh iler yang sempat terabaikan beberapa saat, dan dalam hitungan tiga detik saja namja itu kembali kealam mimpinya.

 

“teman tidur mempengaruhi kualitas tidur?” Sung Min bergumam pelan, mencoba untuk mencerna setiap kata yang dimasudkan oleh Eunhyuk.

.

.

.

.

.

.

Entah kenapa dengan bodohnya Sung Min sedikit mempercayai saran Eunhyuk. Dengan setengah keyakinan dihatinya ia melajukan mobilnya dengan kecepatan diatas rata-trata, jalanan kota Seoul di pukul 2 malam seperti ini membuatnya lenggang, membuat Sung Min bisa dengan bebas melajukan mobilnya menuju tempat yang ingin ia kunjungi saat ini. Ia harus cepat mengatasi insomnianya. Waktu tidur tentulah adalah waktu yang paling berharga untuk idol sibuk sepertinya.

 

Sung Min segera membuka mobilnya setelah memarkirkan mobilnya tepat didepan rumah dengan desain minimalis didepannya, ia melangkahkan kakinya lebar-lebar kerumah yang didominasi setiap sudutnya dengan warna kuning cerah mencolok diantara rumah-rumah lainnya yang telah lama tak ia kunjungi. sudah 3 hari atau satu minggu? Mungkin satu bulan? Entahlah, yang pasti menurutnya ia sangat merindukan rumah ini, terlebih ia sangat merindukan penghuninya.

 

Dengan tak sabar Sung Min memencet bel berkali-kali, berharap ia segera dibukakan pintu oleh sang pemilik ruamh. Setelah beberapa menit menunggu, ia mendengar derap langkah kaki mendekat, dan sedetik kemudian seorang gadis dengan wajah mengantuknya yang didapatinya dari balik pintu kini tercengang menatap siapa yang malam-malam seperti ini bertamu kerumahnya.

 

“O..oppa? Sung Min Oppa? Kau kah itu?” gadis itu mengucek matanya cepat, mengembalikan kesadarannya sepenuhnya. Bukannya ia heran kenapa pria itu ada didepan ruamahnya saaat ini, bahkan pria itu sudah sering hanya sekedar menginap dirumahnya. Tapi yang ia tak mengerti saat ini, kenapa pria itu ada disini saat malam sudah larut seperti ini.

 

Dengan enyum manisnya Sung Min mengabaikan pertanyaan yang menurutnya tidak penting yang kekasihnya itu lontarkan. Ia memang maklum mengapa gadisnya itu terkejut, dengan senyum lebarnya  Sung Min merangkul pinggang ramping gadis itu, memaksanya untuk berbalik dan mengikutinya masuk kedalam rumah. Ia masih terus berjalan menggiring gadis itu berjalan kekamarnya, mengabaikan tatapan bingung yang tak pernah lepas dari sorot mata gadis itu saat pertama kali ia menampakkan diri dirumah ini.

 

Setelah sampai diruangan yang ditujunya, ia membaringkan tubuhnya keatas kasur kekasihnya “kenapa kau masih berdiri disitu. Kemarilah Channie” seru Sung Min saat melihat Chan Mi yang masih berdiri diambang pintu, ia menepuk-nepuk area kosong disebelah ranjang empuk Chan Mi yang memang terlalu besar jika hanya ditempati satu orang.

 

Dengan sedikit ragu Chan Mi berjalan mendekati Sung Min, ia memilih untuk duduk disudut ranjang, ia masih sedikit heran. Ada apa kekasihnya itu datang kesini disaat ia yakin seluruh warga di kota Seoul memilih untuk beristirahat dikasur empuk mereka masing-masing.

 

Seolah tak mau menyiakan waktu yang dibuang percuma akibat kebingungan kekasihnya itu. Sung Min menarik gadis itu untuk berbaring disebelahnya dan memeluk erat tubuh mungil itu saat gadis itu mencoba untuk memberontak melepas pelukannya.

 

Ia menyesap aroma favoritenya yang tekuar dari rambut panjang Chan Mi, dalam hati ia ingin lebih lama dengan posisi nyamannya seperti ini bersama Chan Mi malam ini, sudah hampir satu minggu rasanya ia tak pernah lagi hanya sekedar memeluk tubuh mungil gadis yang begitu dirindukannya. Namun rasa kantuk yang perlahan menjalari kelopak matanya menjadi semakin berat yang kini lebih mendominasinya, namun pria itu masih berusaha agar kelopak matanya tetap terbuka.

 

“tidurlah oppa” seolah mengerti bahwa kekasihnya itu perlu istirahat setelah kesibukannya bersama Super Junior seharian ini Chan Mi mengecup kening Sung Min dengan lembut, yang mampu menghantarkan sung Min untuk segera memejamkan matanya. Ia kemudian ikut mengeratkan pelukannya ditubuh Sung Min.

 

Ajaib memang, semenjak Chan Mi berada disebelahnya perlahan demi perlahan matanya yang memang sedari tadi telah merasakan kantuk yang teramat sangat semakin terlelap. Gadisnya itu ternyata memang bisa mengusir insomnianya hanya dalam sekejap.

 

“ternyata Eunhyuk benar. Teman tidur memang mempengaruhi kualitas tidur” gumam Sung Min sebelum ia benar-benar terlelap.

End~

Note: ff gaje T.T Gagal total.. huhu.. gara-gara mengalami insomnia jadilah ff gaje begini😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s