“Love You Like Love Rabbit” FF Freelance

Author  : Nalin Lee

Tittle     : Love You Like Love Rabbit

Genre   : romance (?)

Tags       : Lee Sung Min dan Park Chan Mi (OC)

Length  : oneshot

Rating   : All age

Note      : kalau mau jalan-jalan keblog aku boleh kok,  jangan lupa kunjungin blog aku yah, kekkeee*numpang promosi www.mitwins.wordpress.com

 

Author: Nalin_Lee

Note: lagi-lagi membawa edisi Chan mi dan Sung Min, disini aku mau menegaskan sedikit tentang couple ini. Sebenarnya disetiap judul ff yang aku tuliskan tidak saling berkaitan antar judul yang satu dengan judul lainnya, karena itu jika ff sebelumnya menceritakan couple ini sudah memiliki anak, maka jangan dikaitkan dengan ff lainnya. Karena memang pada dasarnya cerita cinta mereka (?) tidak saling terkait antara satu dengan yang lainnya.

Ada yang ngertikah apa yang aku maksud?

Aku memang sedikit sulit untuk menjabarkan secara lebih detail tentang apa yang aku maksudkan, tapi aku harap kalian semua ngerti J

So, kali ini aku balik lagi dengan drabble Chan Mi dan Sung Min,

Mungki aku lebih banyak menuliskan drabble tanpa konflik seperti ini, karena memang kalau nulis ff berkonfil, seperti yang sudah-sudah, ffnya bakalan ngegantung tanpa aku tau kelanjutannya gimana T.T

Okelah daripada banyak cuap-cuap yang bikin kalian ngantuk,

Lets enjoy for reading friend..

 

 

Love You Like Love Rabbit

 

“Oppa,, ige mwoya?”

 

Chan Mi menatap bingung sekaligus takjub melihat hewan berbulu lembut yang beberapa detik lalu telah berada dipangkuannya. Seekor kelinci kecil yang baru saja dibawa kekasihnya saat mengunjungi apartemennya.

 

“Aigooo, bahkan kau tak tau ini seekor kelinci Channie?” pria itu kini ikut menghempaskan tubuhnya disofa kosong sebelah Chan Mi, tangannya sesekali mengelus bulu-bulu lembut kelinci blesteran yang dibawanya.

 

Perlahan dan hati-hati gadis itu mengangkat kelinci dengan bulu putih yang mendominasinya itu, mengalihkannya kepangkuan kekasihnya yang kini menatapnya bingung.

 

“Wae? Kau tidak menyukai hewan lucu ini eoh?”

 

Gadis itu diam sebentar, matanya masih menatap kearah kelinci yang kini tengah menggeliat kecil dipangkuan Sung Min “Aniyo, bukannya aku tidak suka oppa”

 

“Lantas kenapa?” cerca Sung Min cepat sebelum gadis itu melanjutkan ucapannya.

 

Sekilas Chan Mi memandang wajah kekasihnya yang kini masih menatapnya dengan ekspresi bingung yang kentara sekali diwajah tampannya “A..aku hanya..” gadis itu menghentikan ucapannya saat kelinci itu berjalan mendekatinya. Ia perlahan ikut memundurkan tubuhnya sendiri saat kelinci itu semakin mendekat kearahnya.

 

Sebelum kelinci itu sempat mendekati gadisnya yang terlihat ketakutan, Sung Min segera menangkap kelincinya, dan kembali meletakkannya dipangkuannya, tangannya mengelus-elus agar kelinci itu bisa terlihat tenang.

 

“kau kenapa? Bukankah beberapa hari yang lalu saat Sung Jin membawakan seekor kelinci kau begitu terlihat menyukainya?” Tanya Sung Min yang masih bingung menatap kekasihnya yang masih memandang kelinci menggemaskannya dengan tatapan takutnya.

 

Bahkan, Sung Min masih sangat ingat betul bagaimana senyum gadis itu terihat begitu lebar, saat Sung Jin, dongsaengnya berniat ingin memberikan seekor kelinci kepada kekasihnya. Saat itu Chan Mi-nya begitu terlihat antusias dengan kelinci yang dibawa Sung Jin, tak jarang ia mengelusnya, bermain bersamanya, hingga mengajak kelinci itu berbicara. Lantas kenapa sekarang berbeda jauh saat ia juga menghadiahkan seekor kelinci kepadanya dengan kejadian beberapa hari yang lalu.

 

“ini kelici siapa oppa? Kau membelinya?” gadis itu kembali menggeser duduknya mendekat kearah Sung Min, tangannya ikut mengelus kelinci dipangkuan Sung Min dengan ragu.

 

“Ne, sebelum kesini aku mampir ke Pet Shop diujung jalan sana, saat itu aku mengira kau menyukai kelinci. Jadi aku membelikannya untukmu” Elusan lembut jari jemari Sung Min membuat kelinci itu kini lebih tenang, bahkan sepertinya kelinci itu sekarang tertidur

 

“aku memang menyukai kelinci oppa” dengan gerakan hati-hatinya Chan Mi kembali memindahkan kelici berbadan sedikit membulat itu kepangkuannya. Tangannya melakukan hal yang sama seperti Sung Min tadi agar kelinci putih itu bisa merasa tenang dipangkuannya.

 

“hanya saja aku takut tidak bisa menanggung tanggung jawab yang begitu besar jika memelihara kelinci ini. Aku takut dia tidak bahagia jika hidup bersamaku. Aku takut ia akan terlantar nantinya” lanjut Chan Mi panjang lebar membeberkan penjelasannya.

 

“kenapa ketakutanmu terkesan kelinci ini akan mati jika kau yang merawatnya?” Tanya Sung Min lagi, entah kenapa sedari tadi pertanyaan Sung Min terdengar dengan nada menuntut, ia masih menatap Chan Mi yang masih memperlihatkan gesture ketakutan yang sangat mendalam menatap kelinci dipangkuannya.

 

“kau tau oppa, aku hanya takut ia tak bisa hidup dengan baik jika aku yang merawatnya. bahkan untuk merawat diriku sendiri saja sudah sangat merepotkan” kali ini Chan Mi menolehkan kepalanya menghadap Sung Min, menatap wajah kekasihnya itu yang seolah mengerti dengan apa yang ia rasakan saat ini. Bukankah Sung Min memang sudah mengetahui sikap cerobohnya yang selalu membuat gadis itu selalu saja kerepotan dengan sikap cerobohnya sendiri, seharusnya pria itu berfikir puluhan kali terlebih dahulu jika ingin menitipkan ‘barang bernyawa’ kepada gadis ceroboh sepertinya

 

“baiklah jika kau berfikiran seperti itu. Aku memahaminya” kali ini Sung Min tersenyum paham. Tangannya kini beralih mengelus lembut rambut panjang Chan Mi yang tergerai. Terasa lembut. Bahkan lebih lembut daripada bulu-bulu lembut kelincinya sekalipun.

 

“Aku akan membuangnya saja” lanjut Sung Min, kedua tangannya beralih ingin menangkupkan tangan besarnya kebadan mungil sang kelinci.

 

Mendngar kata ‘membuang’ yang terucap dengan santainya dari bibir kekasihnya itu. Chan Mi segera menepis tangan Sung Min cepat sebelum Sung Min benar-benar melakukan niatnya untuk membuang kelinci itu. Bahkan Chan Mi tak menyangkan kekasihnya yang terlihat manis itu terlalu tega untuk menelantarkan makhluk tak berdaya seperti ini. Ckckck “Aihhh, kau ingin membuangnya oppa? Kau tega sekali” Chan Mi mencibir kearah Sung Min

 

“Lantas? Aku tidak mungkin memeliharanya bukan? Kau tentunya sudah tau jadwalku tidak memungkinkan untuk melakukan hal itu” Sung Min mencoba untuk mendebat gadisnyaa yang seolah menyalahkannya begitu saja. Tidak mungkinkan kelinci itu menginap didormnya? Akan ada berapa jenis spesies lagi yang akan memenuhi dorm Super Junior nantinya? Bisa-bisa dorm mereka akan beralih fungsi menjadi kebun binatang jika ia membawa kelinci itu kedorm-nya.

 

“Aku saja yang memeliharanya” tukas Chan Mi cepat

 

“kau yakin?” Sung in bertanya ragu, bukankah gadis ini tadinya menolak untuk memelihara kelinci ini? Kenapa fikirannya cepat sekali berubah?

 

Chan Mi kemudian mengagguk mantap “Umm, aku menyanganginya. Walaupun aku tidak bisa menjamin dia akan hidup bahagia jika bersamaku. Tapi aku akan berusaha sebaik mungkin untuk merawat kelinci ini” seulas senyum manis terkembang dibibir Chan Mi, seolah senyuman itu memperlihatan tekadnya yang besar agar bisa membuat kelinci itu bisa nyaman hidup bersamanya kedepannya nanti.

“Channie~ya?”

 

“Ne?”

 

“tidak salah aku memilihmu” senyuman itu terlukis dibibir Sung Min begitu saja tanpa ia perintahkan sebelumnya, seolah kalimat yang baru ia ucapkan membawa kebahagiaan tersendiri baginya saat ia mengucapkannya.

 

Gadis itu terkekeh pelan “Sebenarnya kau memang salah memilihku untuk mempercayakan kelinci manis ini hidup bersamaku oppa”

 

Namun Sung Min segera menggeleng saat ternyata gadis itu tidak memikirkan tentang apa yang difikirkannya sedari tadi. Tentu saja ini bukan perihal kelinci itu, Sung Min memang sedikit ragu mempercayakan kelincinya untuk dirawat oleh gadis seceroboh Chan Mi, tapi ada satu hal yang membuat hatinya memiliki keyakinan besar dari gadisnya itu “Anni.. bukan itu”

 

“Lantas?” Chan Mi mengerutkan dahinya, dan Sung Min justru membalas tatapan heran gadis itu dengan semakin memperlebar senyumnya.

 

“tidak salah jika nantinya aku mempercayakanmu untuk menemani sisa hidupku bersamamu. Berdua mengarungi kehidupan ini. Walaupun kau mungkin tidak bisa berjanji memberikan kebahagiaan untukku, aku yakin kau berusaha untuk memberikan yang terbaik. Aku yakin itu” Senyum Sung Min tak pernah surut dari wajah aegyonya, bukan senyum sok imut yang biasanya ia lakukan didepan seluruh ELF diusianya yang memang sudah bisa disebut seorang ahjussi, mata hitamnya menatap tulus tepat dimanik mata Chan Mi yang juga tengah menatapnya seolah menyatakan perasaan terdalam dihatinya yang ia rasakan saat ini.

 

Chan Mi terdiam, ini memang bukan pertama kalinya kekasihnya itu bersikap romantis terhadapnya, bahkan ini sudah kesekian kalinya Sung Minnya itu menyatakan perasaan terdalam yang ia rasakan terhadapnya, mengingat ini sudah hampir tahun ke 2 hubungan mereka terjalin, namun entah kenapa rasa gugup itu selalu terasa menggebu-gebu, seolah ritme jantungnya saat ini bekerja dengan lebih cepat “hahaha, kau bisa saja oppa. Kau terlihat seperti ChungBi” gadis itu tertawa hambar menertawakan leluconnya sendiri, ia kemudian menundukkan kepalanya, lebih memilih untuk menatap ChungBi, kelinci barunya daripada menatap wajah Sung Min yang masih menatapnya dengan rona merah yang ia yakini pasti merambat keseluruh wajahnya saat mendengar kata-kata sederhana yang beberapa menit lalu Sung Min ucapkan, namun mampu membuatnya tersipu malu saat mendengarnya.

 

“Aishh, kenapa aku disamakan seperti Chungbi?” pria itu berdecak sebal seraya melipat kedua tangannya ddidepan dada, dan tanpa Chan Mi melihatpun pasti kekasihnya itu kini menggembungkan pipinya jika sedang kesal. Kekeke, sudah berapa umurmu Oppa, masih saja bertingkah sok imut seperti itu.

 

Perlahan Chan Mi mengubah posisi duduknya sedikit mengarah kekanan berharap agar kelinci yang meringkuk dipangkuannya tidak terganggu kenyamanannya, menatap Sung Min didepannya yang masih memperlihatkan wajah merajuknya “karena wajahmu memang terlihat seperti kelinci oppa. Kau terlihat sangat menggemaskan” Chan Mi mencubit pipi Sung Min, mebuat pipi putih pria itu sedikit memerah karena aksinya.

 

“aku lebih baik daripada ChungBi-mu itu” lagi-lagi Sung Min berdecak sebal, ia memang menyukai kelinci, bahkan kelinci adalah salah satu binatang yang ia favoritekan, hanya saja sepertinya saat ini gadisnya itu lebih menyayangi ChungBi –kelicinya- itu daripada dirinya yang menjabat peranan penting sebagai kekasihnya sampai saat ini. Cih! Menyebalkan.

 

“aku lebih baik daripada ChungBi-mu itu, karena aku tau kau lebih mencintaiku Park Chan Mi” lanjut Sung Min lagi, kali inisudut bibir Sung Min sedikit tertarik, memperlihatkan seringaian penuh percaya dirinya dihadapan Chan Mi yang malah menatapnya dengan tatapan jengah. Sejak kapan Sung Minnya itu bisa mewarisi seringaian menyebalkan dari Kyuhyun?

 

“tidak aku lebih mencintai ChungBi, ChungBi bisa menemaiku setiap saat. Aku bisa mengajaknya bermain, aku bisa mengajaknya makan bersama, aku bahkan berniat ingin memperkenalkan ChungBi dengan teman-teman kampusku. ChungBi juga bisa menemaniku tidur , Chung Bi bisa….”

 

Sung Min ingin membuka mulutnya, berniat memotong ucapan tentang apa saja yang gadisnya itu akan lakukan bersama ChungBi yang menurutnya tidak penting itu “tapi ChungBi-mu tidak bisa melakukan ini” setelah menyelesaikan ucapannya Sung Min segera menarik tengkuk Chan Mi agar lebih mendekat kearahnya, sebelah tangannya menangkup pipi Chan Mi. perlahan bibir Sung Min kini menempel dibibir Chan Mi, menyalurkan rasa cintanya yang lebih besar kepada gadisnya itu. Dengan kelopak mata cantiknya yang tertutup rapat Chan Mi akhirnya ikut membalas kecupan lembut Sung Min dibibirnya.

.

.

.

CINTA..

Cinta itu bukan harus selalu berjanji untuk memberikan kebahagiaan kepada orang yang kita cintai, karena pada dasarnya kita tidak akan pernah tau jalan apa yang akan kita tempuh untuk kedepannya nanti.

 

Kau hanya cukup untuk meyakinkan dirinya untuk memberikan yang terbaik disetap detik waktu yang bergulir. Maka kau tidak akan merasa bersalah nantinya saat takdir tak seperti apa yang kalian harapkan.

 

Karena cinta memang hakikat sepenuhnya miliki Tuhan, seberapa matangnya persiapan yang telah kau rajut kedepannya nanti bersamanya, hanya Tuhan lah yang akan menentukan takdir seperti apa yang akan kalian jalani.

 

Untuk itulah, jangan menjanjikan sesuatu untuk selalu memberikan kebahagiaan kepada orang yang kita sayangi, namun berusahalah untuk meyakinkan dirinya bahwa kalian mampu untuk memberikan yang terbaik disetiap detik perputaran waktu yang bergulir.

End

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s