BE A GOOD APPA [PART 1]

AUTHOR SAID :

“hello hello~ Be A Good Appa yang Part 1 ini udah pernah dipost di blog lama, cuma author share ulang di blog ini biar carinya gak susah hehhe~ buat ff Still My Dongsaeng ditunggu aja ya lanjutannya :’) mian author kemaren hiatus lama >.<”

Title : Be a Good Appa

Cast :

– Lee Donghae as Park Donghae

– Jung Jessica as Jung Jessica

– Park Jung Soo as Donghae’s Appa

– Jung Yunhoo as Jessica’s Appa

Summary : Donghae seorang namja remaja,  melakukan kesalahan yang membuat hidupnya berubah 180 derajat. Dia harus menjadi seorang Appa diusianya yang masih muda. Mampukah dia menjadi Appa yang baik? dan bisakah keluarganya menerima Donghae kembali?

Seoul, 2007

Seorang namja  dengan seragam sekolah SMA yang masih melekat dibadannya, kini sedang duduk bersebelahan dengan seorang gadis yang juga mengenakan seragam yang sama. Gadis itu menggenggam tangan sang namja dengan erat.

“Maafkan aku, Appa. Aku yang salah. Maka aku yang harus bertanggung jawab” ujar sang namja yang bernama Donghae itu.

“Baiklah. Saat ini juga kau keluar dari rumah ini dan jangan anggap aku sebagai Appamu lagi” sahut Park Jung Soo yang tak lain adalah Appa dari Donghae.

Donghae bangkit dari duduknya, berjalan menghampiri Appanya dan berlutut dihadapannya.

“Appa, tolong jangan usir aku” mohon Donghae.

DUAGH! Jung Soo menendang dada Donghae cukup keras hingga Donghae terpental kebelakang.

“Kau sudah mempermalukan ku! Sekarang kau dengan mudah meminta ampun?HAH? Keluar dari rumahku sekarang juga!” bentak Jungsoo.

Gadis itu membantu Donghae untuk berdiri, dan tak bisa berkata apapun. Donghae memegangi dadanya yang terasa sakit dan memberi isyarat pada gadis yang ada disebelah nya untuk keluar dari ruangan.

Kalian pasti bertanya apa permasalahnya hingga Donghae diusir keluar dari rumah.

Donghae adalah anak sulung dari keluarga Park. Keluarga pemilik 5 perusahaan besar di Seoul dengan 8 cabang di Jepang. Dapat kalian bayangkan betapa kaya keluarga Park? dan tentu saja tidak sedikit yang tahu dan bahkan mengenal mereka. Namun suatu kesalahan yang diperbuat Donghae dapat menghancurkan harga diri keluarga Park.

Donghae hanyalah seorang anak remaja dengan kenakalannya yang diatas kewajaran. Beberapa kali orangtua Donghae memperingatkan nya agar menjaga sikap sebagai keluarga terhormat. Donghae tidak menghiraukan sama sekali. Hingga akhirnya, kesalahan sangat fatal diperbuatnya. Dia berpacaran diluar batas. Dapat kalian duga selanjutnya? Ya. Gadis itu hamil. Jung Jessica, anak dari Jung Yunhoo yang juga seorang pengusaha terkenal,  adalah gadis itu.

“Oppa..” Panggil Jessica lirih. Matanya sembab akibat dia menangis sedari tadi. “Kita kemana sekarang?” tanyanya. Sudah 30 menit lamanya mereka berjalan tanpa tujuan.

“Jessica, sebaiknya kita menemui orangtuamu. Aku siap jikapun mereka akan memukul ku atau bahkan membunuhku. aku harus bertanggung jawab” ujar Donghae.

Jessica menggeleng “Aku tak mau!” Tolaknya. “Aku sudah jujur pada mereka walau hanya melalui surat”

Pagi ini Jessica kabur dari rumahnya hanya dengan meninggalkan secarik kertas dimana dia menulis semua pengakuannya dan permintaan maafnya pada kedua orangtuanya.

“Kau benar ingin hidup denganku?” tanya Donghae.

“Tentu saja! Jangan menanyakan hal bodoh seperti itu”

“Hidupmu akan sulit dan jauh dari kata mewah”
“Aku tak peduli. Aku tak butuh kemewahan” Jessica memeluk erat Donghae. “Saranghae” bisiknya.

“Nado. Kalau begitu kita istirahat dulu saja disana” Donghae menunjuk sebuah taman kecil yang sudah tak terurus tapi setidaknya bisa menjadi tempat mereka berteduh.

Jessica membersihkan sebuah kursi taman yang tertutupi dengan dedaunan kering.

“Tunggu sebentar disini. Aku akan segera kembali” Donghae berlari entah kemana sedangkan Jessica hanya duduk dibangku taman.

Tak lama, Donghae pun kembali. Dia berlutut dihadapan Jessica, dan diraihnya tangan Jessica.

“Jessica, aku berjanji akan setia denganmu, menjalani hidup bersama mu selalu, apapun yang terjadi” usai berkata, Donghae memakaikan pada Jessica cincin yang dibuatnya menggunakan ranting pohon tipis, yang dilengkungkan dan diikat dengan tali kecil.

Jessica tidak bisa lagi menahan tangisnya. Rupanya tadi Donghae pergi untuk menyiapkan hal ini.

“Aku juga akan selalu setia denganmu” sahut Jessica.

“Pakaikan untukku juga” pinta Donghae sambil memberikan satu lagi cincin ranting.

Jessica memakaikan cincin ranting itu dijari Donghae.

“Kita resmi menikah” ujar Donghae. Dia mendekatkan wajahnya pada wajah Jessica, dan dikecupnya perlahan bibir Jessica.

Seoul 2008

Donghae keluar dari sebuah rumah kecil yang sudah ditempatinya selama satu tahun. Dengan hasil sisa uang yang dimilikinya, dia dapat mengontrak rumah yang sederhana itu. Anak mereka pun telah lahir yang diberi nama Yoogeun.

Donghae menggunakan bis pergi menuju tempat nya bekerja. sebuah restaurant besar ditengah kota adalah tempat dimana dia bekerja. Walaupun hanya bekerja sebagai pelayan, tapi setidaknya dia bisa menghidupi Jessica dan Yoogeun.

“Donghae, tolong bawakan minuman keruangan bos, dia sedang kedatangan tamu” ujar Eunhyuk, teman Donghae yang juga bekerja sebagai pelayan.

Donghae segera membuatkan minuman dan mengantarkannya keruangan bos. Memang ada seorang namja yang duduk membelakangan pintu masuk ruangan. Donghae membawa sebuah nampan dan meletakannya diatas meja.

“Terima kasih” ujar namja itu. Donghae terdiam, dia kenal jelas siapa pemilik suara itu. Dia menolah kearah tamu namja itu, bersamaan dengan itu, tamu itupun menatap jelas Donghae. Dan keduanya sama-sama terkejut.

“Appa…” ujar Donghae pelan nyaris tak terdengar.

“Kau boleh keluar jika tugas mu sudah selesai” ujar bos menyadarkan Donghae. Dengan cepat Donghae keluar dari dalam ruangan itu.
Itu adalah pertama kalinya Donghae bertemu kembali dengan Appanya setelah dia keluar dari rumah. Donghae ingin sekali menyapa Appanya, menanyakan kabarnya. tapi itu tak mungkin terjadi. Donghae takut, Appanya masih belum bia menerimanya.

Donghae yang sedari tadi hanya berdiri didepan pintu, langsung berlari menyingkir saat didengarnya pintu itu kembali terbuka. Bos pemilik restaurant itu bersama dengan Appa Donghae, berjalan keluar sembari berbincang. Bos mengantarkan Appa Donghae menuju luar restaurant dan kembali masuk saat Appa Donghae sudah pergi menggunakan mobil.

“Donghae, bisa kita bicara sebentar? ikut saya” ujar Bos.

Donghae hanya menurut, mengikuti bosnya itu masuk kembali kedalam ruangannya.

“Aku tak tahu apa kau mengenal tamuku tadi atau tidak, dia berkata dia punya masalah denganmu. Dan dengan amat terpaksa, aku harus menghentikanmu. Aku akan membayar gajimu hari ini, dan kau tidak perlu datang kembali. Sebenarnya ini bukan mauku. Tapi..  Aku baru saja menandatangai surat perjanjian kerjasama dengannya sehingga aku hanya bisa mengikuti perintahnya” ujar bos.

Hati Donghae seperti tersayat. Benar saja, Appanya masih tak bisa menerimanya. Ini adalah buktinya, bahkan Appanya sendiri membuatnya tak bisa lagi bekerja. Entah bagaimana selanjutnya. Dari mana lagi dia bisa mendapatkan uang untuk menghidupi keluarganya.

Donghae mendorong pintu rumahnya dan didapatinya Jessica sedang  menggendong Yoogeun yang berumur hampir satu tahun.

“Oppa sudah pulang? Aku sudah memasak untuk Oppa. Tapi.. mianhae, aku hanya bisa memasak sedikit dengan sisa sayuran yang ada” ujar Jessica.

Donghae mendekati Jessica, mengelus kepalanya pelan.

“Kau tidak perlu meminta maaf. Terima kasih sudah memasak untukku” Donghae mengecup pipi Jessica.

tok..tok..tok..

bersamaan dengan itu terdengar pintu rumah yang diketuk.

“Biar aku saja yang membukanya” Jessica meletakan Yoogeun yang sudah tertidur secara perlahan diatas kasur, lalu membukakan pintu.  Sedangkan Donghae berjalan masuk kedalam dapur untuk mengambil makanan.

“Aaa!” Donghae yang mendengar teriakan Jessica segera berlari keluar dari dapur.

Jessica sedang dikekang oleh dua orang namja, ada juga tiga namja berbadan besar lainnya berjaga agar Donghae tidak bisa menarik Jessica kembali.
“Oppa!! Tolong!” Jessica terus memberontak dan berteriak.

Donghae mencoba melawan tiga namja itu namun hasilnya dia malah babak belur akibat pukulan yang dilayangkan kepadanya. Dengan sisa kekuatannya, Donghae mendorong salah seorang namja, mencoba menyelamatkan Jessica.

“Lepaskan dia!” teriak Donghae.

BUGH! Sebuah pukulan kembali menghantam kepala Donghae hingga ia jatuh menelungkup diatas lantai.

Dan munculah seorang namja lagi dari luar, yang tak lain adalah Yunhoo, Appa dari Jessica. Berjalan kearah Donghae dan berlutut, menarik rambut Donghae keras membuat Donghae menatapnya.

“Kuperingatkan, jangan ganggu anakku lagi. Atau kubunuh kau dan anakmu!” gertaknya.

Donghae tak bisa lagi melawan atapun berkata. Kepalanya terasa sangat berat, dan semuanya gelap.

TBC ~

16 thoughts on “BE A GOOD APPA [PART 1]

  1. Ping balik: MOVE! | MINCHAGI

  2. inggarkichulsung

    Aigoo so sad story kasihan donghae oppa sdh dipecat lalu istrinya jessica dijemput paksa oleh Appanya dan kshn anak mrk yoogeun

    Balas
  3. Ping balik: password ‘be a good appa’ | alwayskpop4ever (All Kpop Fanfiction 2)

  4. cicinurochayati

    tega banget orang tua hae oppa sama jesica,, mpe ngusir mereka dari rumah
    giliran hae oppa udah tanggung jawab malah jesicanya di bawa pergi,, pdahal hae oppa rela kerja jadi pelayan

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s