BE A GOOD APPA [PART 2]

AUTHOR SAID :

“akhirnya kelar juga part 2 ini. Mian kalo mungkin terlalu pendek atau alurnya kecepetan, author mau fokus di taun 2013 aja, kalo diceritain 5 taunnya ntar kepanjangan kwkwk. di part 2 ini juga ada cast baru! TARAAAAAAAA~ SUHOOO is new cast! berhubung author lagi gila EXO kwkw and ~~ fall in love with SUHO xD makanya author pilih Suho buat cast baru dipart ini. eh ada Siwon juga, hampir kelupaan *bow* Sebenernya bingung cari cast buat jadi oppanya Jessica, tapi diliat dari Appanya (baca : Yunhoo) kayanya lebih cocok SIWON kwkkw okedeh selamat baca, jangan lupa direview ya :’) kalo review nya banyak kan author jadi semangat lanjutinnya hoho~”

Busan, 2013

5 tahun bukan waktu yang singkat bukan? Tapi Donghae berhasil melewatinya walau dengan susah payah.

Saat ini Donghae tidak berada di Seoul, melainkan di Busan. Semenjak kejadian dimana Jessica diseret pulang paksa oleh Appanya, Donghae memutuskan untuk pindah. Ia takut akan terjadi sesuatu pada Yogeun mengetahui Appa Jessica yang sangat nekad.

Donghae memutuskan menjadi seorang pedagang pakaian, ia bersyukur masih bisa membiayai Yogeun. Walau Donghae masih bisa dibilang berkekurangan, tidak artinya ia melalaikan pendidikan bagi Yogeun. Saat ini Yoegun sudah bersekolah di taman kanak-kanak yang mungkin tidak terlalu bagus.

“Appa.. Yogeun mau kue itu” Yogeun menunjuk ke arah toko kue yang memajang bermacam-macam bentuk kue di etalase.
Donghae berlutut mensejajarkan diri dengan Yogeun.

“Yogeun..” Donghae mengusap lembut wajah Yogeun. “Appa akan belikan jika nanti Appa ada uang. Appa janji” ujarnya.

“Asikk” Yogeun tersenyum gembira. “Ayo Appa, nanti Yogeun terlambat sekolah”

“Ah benar. Ayo jalan” Donghae kembali berdiri, menggandeng tangan Yogeun mengantarkannya ke sekolah.

**

Seorang namja berjalan menyusuri sebuah jalan kecil yang cukup ramai. banyak orang yang berdagang disini, padahal yang ia tahu jalan ini dilarang dijadikan tampet berjualan. Tapi sepertinya namja itu tak terlalu peduli, ia malah sibuk mengabadikannya menggunakan camera DSLR yang dipegangnya.

Biar kujelaskan siapa namja itu. Namanya Suho, lengkapnya Park Suho. Dia adalah anak dari Park Jung Soo yang tak lain tentu adik dari Donghae. Suho sudah berumur 19 tahun sekarang.

Suho merogoh kantong celananya saat mendengar handphonenya berdering. Rauh wajahnya berubah kesal saat melihat siapa yang menghubunginya.

“Yoboseo Appa” sahut Suho.

“Yak! Dimana kau?!” teriakan dari seberang telepon membuat Suho menjauhkan ponsel dari telinganya.

“Aku diBusan” Jawab Suho dengan santainya, ia tahu sebenarnya ia salah karena tak berpamitan dengan orangtuanya, namun Suho memang tidak pernah takut dengan orangtuanya.

“BUSAN?!” Pekik tuan Park.

PRITTTTTTT~ Suho menoleh cepat kearah suara peluit itu, dan didapatinya beberapa orang berseragam polisi, para pedagang sontak berhamburan membereskan dagangannya dan segera pergi meninggalkan tempat mereka.

Suho yang ikut panik, langsung mematikan handphonenya tanpa sempat membalas Appanya. Ia ikut berlari tapi sial, Suho terjatuh sehingga camera yang ia bawa ikut terbentur. Namun sebuah tangan membantunya berdiri, dan membawanya lari. Melalui gang kecil, akhirnya Suho, dan orang yang menolong nya itu berhasil kabur dari kejaran polisi.

“Syukurlah, kita berhasil kabur, goma-“ ucapan Suho terpotong saat ia menyadari namja yang menolongnya adalah, Donghae. “HYUNG!!” Suho reflek memeluk erat Donghae.

Donghae yang juga kaget saat melihat Suho, hanya diam tanpa membalas pelukan Suho.

“Hyung, aku merindukanmu. Kemana saja kau selama 5 tahun ini” ujar Suho sembari melepas pelukannya.

“Bagaimana bisa kau ada di Busan?” Donghae balik bertanya.

“Aku sedang berlibur”

“Bersama Appa dan Eomma?”

Suho menggeleng lesu. “Anni. Aku sudah malas dengan mereka”

“Wae?”

“Aku membenci mereka. Karena mereka mengusir hyung dari rumah.”

Donghae memaksakan dirinya untuk tersenyum. “Kau tidak boleh begitu, kejadian dulu, Hyung yang salah, mereka berhak mengusir hyung karena Hyung sudah membuat mereka malu” tegur Donghae.

“Sudahlah hyung, aku sedang tak ingin membahas mereka. Ayo ku traktir hyung makan. Aigoo~ kenapa Hyung bisa sekurus ini?” beber Suho membuat Donghae tertawa kecil.

“Baiklah, tapi hyung harus menjemput Yogeun dulu”

“Yogeun? Siapa Yogeun?” tanya Suho penasaran.

“Ikut saja, nanti kau pasti tahu” Suho pun terpaksa mengikuti langkah Donghae.

Mereka sudah sampai didepan sebuah tempat bertulisan “Taman kanak-kanak” didepan. Suho memandangi tempat itu dengan seksama. Tempat itu tidak seperti sekolah yang layak, lihat saja, itu hanya sebuah rumah yang dipaksakan menjadi sebuah sekolah. Tapi Suho sudah mulai tahu siapa Yogeun. Tentu itu adalah anak dari Hyungnya.

“Hyung. Apa Yogeun adalah anakmu?”

“Ne” sahut Donghae.

“Lalu mana istrimu? Jessica namanya kan? Apa aku benar?” tanya Suho hati-hati.
Donghae terdiam mendengar pertanyaan Suho. Ia tidak tahu harus bagaimana menjelaskannya pada dongsaengnya ini.

“Mianhae hyung kalau pertanyaanku salah” sesal Suho saat melihat wajah Donghae yang menjadi muram.

“Gwaenchana. Suatu saat hyung akan menjelaskannya padamu” ujar Donghae.

“Appa~” Yogeun dengan tas ransel bergambar pororo berlari menghampiri Donghae tapi matanya menatap bingung saat melihat Suho. “Dia siapa, Appa?” tanya Yogeun.

“Panggil dia ajhus-

“Hyung! Aku tidak setua itu!” protes Suho tanpa sempat Donghae menyelesaikan ucapannya.

“Baiklah, panggil dia Suho hyung” ujar Donghae yang dibalas anggukan oleh Yogeun.

“Annyeong Yogeun. Apa kau mau es krim?”

Yogeun mengangguk dengan polosnya.

“Baiklah, ayo ikut Hyung” Suho mengangkat tubuh Yogeun. “Kau berat juga ternyata”

**

Paris, 2013

Seorang yeoja berbalut dress putih duduk bangku taman yang ada dirumahnya. Kedua tangannya menggenggam erat sebuah foto. Airmata mulai membasahi wajahnya, ia benar-benar merindukan dua orang yang ada didalam foto itu.

“Oppa..” panggil yeoja yang tak lain adalah Jessica.

“Ne?” Siwon mendongakan kepalanya menatap Jessica.

“Bisa bantu aku satu hal? Aku punya satu permintaan terakhir”

Siwon mendesah, “Kalau permintaanmu berhubungan dengan Donghae dan Yoegun, Oppa tidak bisa. Oppa hanya bisa membantumu untuk mendapatkan foto-foto mereka” ujarnya. Jessica beruntung ia masih memiliki Siwon, Oppa nya. Semenjak Ia ditarik pulang paksa oleh Yunhoo, Jessica dipindahkan ke Paris untuk tinggal bersama Siwon. Jessica dilarang untuk kembali ke Korea karena Yunhoo takut Jessica akan bertemu kembali dengan Donghae. Yunhoo pun mengancam Jessica agar mengikuti keinginannya, atau ia akan menyakiti Donghae dan Yogeun, itu sebabnya Jessica hanya bisa menurut, ia juga memaksa Siwon untuk membantunya mendapatkan foto-foto Donghae dan Yogeun, setidaknya itu membuat Jessica tenang, ia takut jika sampai Appanya melakukan sesuatu pada mereka.

“Jebal, Oppa” mohon Jessica.

“Memang apa permintaanmu?” tanya Siwon pada akhirnya.

“Bantu aku pergi dari sini. Aku harus kembali ke Korea”

Siwon menggeleng. “Kau tau, paspor dan lainnya ditahan oleh Appa, dan Oppa tidak mungkin bisa mendapatkannya”

“Kita bisa memalsukannya”

“MWO?!” pekik Siwon mendengar usul Jessica. “Kau gila?”

“Oppa, kau tau rencana Appa. Jika aku tidak kabur dari Paris, Appa akan menikahkanku dengan namja pilihannya. Jebal Oppa” Jessica berlutut dihadapan Siwon, memohon agar ia mau membantunya. Jessica benar-benar sudah kehabisan cara untuk menghindari perjodohan Appanya.

“J-jes.. Berdirilah” Siwon meraih pundak Jessica dan membantunya berdiri.

“Oppa, kau akan membantuku kan?”

“…”

**

Yogeun sedang asik mengamati ikan-ikan yang ada didalam aquarium yang terletak dipojok restaurant sambil menghabiskan ice creamnya, sedangkan Donghae masih berbincang dengan Suho.

“Hyung.. kau membawa apa?” tanya Suho saat melihat tas  besar yang dibawa Donghae.

“Pakaian” jawab Donghae. “Hyung berjualan pakaian”

Suho menatap Donghae tak percaya. Hyungnya yang dulu hanya bisa menghabiskan uang untuk memodifikasi mobil atau bahkan membeli rokok, tentu saja tanpa sepengetahuan orangtua. Kini hidup Donghae berubah, ia bekerja seorang diri demi Yogeun.

“Di tempat tadi? Bukankah disana dilarang berdagang?”

“Hyung tidak ada pilihan lain”

Suho mengambil dompet miliknya dari dalam saku, mengeluarkan beberapa lembar uang dan kartu ATM lalu memberikan pada Donghae.

“Pakailah Hyung” ujar Suho.

“Anni. Hyung tidak perlu. Simpanlah kembali” tolak Donghae. Bagaimanapun ia sudah bertekad untuk mencari uang dengan kemampuannya sendiri.

“Ayolah hyung- “ Suho tersentak saat seseorang yang tiba-tiba saja datang mengambil uang dan ATM dari tangannya.

“Ap-Appa” ujar Donghae lirih.

Jungsoo langsung menuju ke Busan saat mengerti Suho ada disana. Setelah berkeliling mencari Suho, pada akhirnya ia tanpa sengaja melihat Suho berada didalam sebuah restaurant. Jungsoo semakin geram melihat siapa yang sedang bersama dengan Suho.

“Bawa Suho kemobil!” perintah Jungsoo pada bodyguard yang mengikutinya.

“Kau!” Jungsoo mencengkeram kerah kaus Donghae dan menatapnya garang.

Suho terus meronta, ia tahu Appanya tidak akan tinggal diam melihat dirinya bersama Donghae. Namun kekuatannya tak bisa mengalahkan kekuatan bodyguard berbadan besar yang membawanya masuk kedalam mobil.

“Apa kau yang meminta Suho kesini? Kau butuh uang dan memanfaatkannya? HAH?” Bentak Jungsoo.

“Appa. Aku tidak pernah sepicik itu. Aku tidak sengaja bertemu Suho” Donghae mencoba menjelaskan.

BUGH!

Jungsoo melayangkan pukulannya kewajah Donghae. Beruntunglah Restaurant sedang dalam keadaan sepi sehigga tidak ada yang menyaksikan perkelahian itu, tapi jangan lupakan Yogeun yang juga berada disitu.

“Appa…..” Yogeun berteriak dan menghampiri Appanya yang terjatuh akibat pukulan yang diterimanya.

“Inikah anak sialan itu?” Jungsoo dengan kasar menarik tubuh kecil Yogeun dan mengangkatnya.

“Appa, turunkan Yogeun. Jangan sakiti dia” mohon Donghae.

“Aku bisa saja menjatuhkan anak ini!” ancam Jungsoo.

“Jangan Appa. Aku mohon” tubuh Donghae bergetar ketakutan melihat Yogeun terus berteriak menangis saat tubuhnya dibawa semakin keatas. “Aku janji tak akan menemui Suho lagi” ujar Donghae. Walaupun Donghae tidak bersalah seperti tuduhan Appanya, tapi ia lebih memilih keselamatan Yogeun.

Jungsoo akhirnya menurunkan Yogeun dan menghempaskan tubuh Yogeun dengan sedikit kasar. Namun untung saja dengan cepat Donghae menangkap tubuh Yogeun.

**

Donghae membuka pintu rumahnya, Yogeun tertidur dipelukannya setelah sedari tadi ia menangis. Donghae benar-benar tak tega melihat Yogeun yang terlalu kecil untuk melihat dan merasakan kekerasan seperti tadi.

Donghae mengusap lembut kepala Yogeun, dan mengecup kening Yogeun sebelum ia meletakan Yogeun diatas kasur.

“Mianhae, Yogeun, Appa gagal menjagamu” ujar Donghae.

TBC..

22 thoughts on “BE A GOOD APPA [PART 2]

  1. elfgolden

    huwaaa sedihnya T.T
    donghae oppa sayang bnget ya sma yogeun–>author: ya iyalah orang anaknya
    #abaikan
    appa2 nya jahat bnget sih..tega sma anaknya sendiri..

    lanjut!!hwaiting!!

    Balas
  2. Ping balik: MOVE! | MINCHAGI

  3. nurrulsparkyu

    huwaaaa…;-(;-(;-(
    #bnjirAirmata.. Wlapun sngat telat bcany, tp gx nyesel thor, hnya nyesek doanx.. Donghae,kasihn bngt kau.. Lnjut ne thor..
    :-(#hugDONGHAE

    Balas
  4. syaela wati

    hah! daebak, thor. makasih udah bikin mau nangis.🙂
    tapi, keren thor. dapet banget fell nya. ditunggu chap 3 nya ya, thor. :))

    Balas
  5. inggarkichulsung

    Miris bgt kehidupan donghae oppa apalagi Appanya jg berbuat kasar dgn yoogeun cucunya sendiri dan Suho pasti susah u bertemu donghae oppa di lain waktu krn ayahnya msh membencinya.. kasihan jessica jg yg diasingkan ke paris dan dijauhkan dari suami dan anaknya sendiri.. ditunggu kelanjutannya chingu

    Balas
  6. Ping balik: password ‘be a good appa’ | alwayskpop4ever (All Kpop Fanfiction 2)

  7. kyukyu

    Kasian bngt hidup donghae, harus ngurusin anak sendrian dlm usiany yg msh muda,ditambah penolakan dari keluargany uu 😭😭😭😭

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s