So Tired to Loving You 10

Title : So Tired to Loving You 10

Author : Nurul (Park Seul Ah)

Main Cast : Park Seul Ah (OC), Cho Kyuhyun ‘Super Junior’, Lee Donghae ‘Super Junior’, Kim Chan Ra (OC)

Support Cast : Super Junior, Park Neul Ra (OC)

Rating : All Ages

Genre : Sad, Rommance

Disclaim : cerita ini semuanya asli dari pikiran aku loh jadi please don’t be a plagiator ^_^

 

“AAAA!!!! mengapa kau tidak pernah membiarkanku bahagia walaupun sedetik saja?! wae?!! aku lelah dengan semua ini!” ku letakan kedua tanganku di wajahku untuk meredam suara tangisku

“haisssh suara tangismu itu sungguh mengganggu..” dengan perlahan kutengokan wajahku

“nugu?” ucapku bergetar, ku kerjapkan mataku dan menajamkan pandanganku yang kabur karena air mata ini agar bisa mengetahui siapa pemilik suara itu

“kau terlihat sangat menyedihkan” kubulatkan mataku ketika tahu siapa pemilik suara itu

“kyu.. kyuhyun-ssi? Hmm.. apa yang kau lakukan disini?” dengan cepat ku usap air mataku yang mengalir

“err itu bukan urusanmu” jawabnya dan kemudian dia duduk disampingku

“ah mianhae, ka-kalau begitu aku pergi saja. Maaf telah mengganggumu kyuhyun-ssi” ucapku cepat sambil membungkukan badanku dan berjalan melewatinya

“chankkaman..” ku hentikan langkahku ketika kyuhyun menahan lenganku, dan apa kau tahu apa yang kurasakan sekarang? Yap, jantung ini berdetak lebih cepat dari biasanya. Kenapa kau selalu bisa membuatku seperti ini cho kyuhyun?!

Aku menarik napas dalam-dalam dan mengeluarkannya sebelum kubalikan tubuhku ini, kulihat dia masih duduk di kursi taman tersebut dan tidak melakukan apa-apa..

1detik…5detik…15detik… dia tetap diam dengan tangan kanannya yang memegang tangan kananku dan itu membuatku bingung, sebenarnya dia ingin apa?

“kyu..kyuhyun-ssi, ada apa?” kuberanikan diriku untuk bersuara tetapi bukannya dia menjawab pertanyaanku, dia malah menyodorkan sebuah sapu tangan kearahku dan kemudian pergi begitu saja..

Dalam beberapa detik aku terdiam, berusaha untuk mencerna maksud dari perlakuan kyuhyun tadi. Dia memberikanku sapu tangan? Apa mungkin karena aku menangis tadi? Apa mungkin dia… maldo andwae! Dia tidak mungkin perhatian kepadaku. Itu hanya dalam mimpimu saja seul ah..

*Kyuhyun POV*

“chan ra! ya chankkaman chan ra-ya!” segera ku tarik salah satu tangannya agar dia berhenti berlari

“oppa lepaskan” ucapnya berusaha untuk melepaskan genggaman tanganku

“mianhae, mianhaeyo telah membuatmu seperti ini” kulihat dia menunduk dan kemudian ku letakan kedua tanganku di pipinya dengan maksud agar aku bisa melihat wajahnya. Cairan bening keluar begitu saja dari matanya, dan itu membuat hatiku perih karena akulah penyebab dia menangis.

“aku tahu kau pasti kecewa dengan eommaku tapi kumohon maafkanlah dia”

“dia tak menyukaiku oppa, eomma mu juga telah mempermalukanku didepan semuanya. Kau tahu bagaimana perasaanku tadi?!! Dia tidak menginginkan kehadiranku!” teriaknya kemudian dia hempaskan tanganku yang berada di pipinya

“chan ra…” potongku

“Dan apa kau tau? Satu hal yang membuatku kecewa adalah dia lebih menginginkan kau bersama seul ah daripada aku! Tch, apa kau senang jika eommamu menjodohkan kau dengan seul ah?! Apa kau akan memutuskanku?!” ucapnya dengan matanya yang menatapku tajam

“ya! Apa yang kau bicarakan?! Bagaimana kau bisa bicara seperti itu?” kataku dengan tegas

“sudahlah, aku lelah oppa aku ingin pulang. Dan kau! Jangan mengejarku! ” dia membalikan badannya dan berlari begitu saja

“sialan! Kenapa jadi seperti ini!!” aku mengacak-acak rambutku kesal. Ya! Dia pasti kecewa padaku dan eomma, kenapa hanya gara-gara seul ah semuanya jadi runyam seperti ini?! Perempuan itu benar-benar membuat hari-hariku berantakan saja!”

**
Kulajukan mobilku entah kemana, sedari tadi aku hanya berkeliling kota seoul untuk melepaskan penatku karena masalah tadi. Tetapi kemudian tanpa sengaja aku melihat mobil donghae hyung melaju dihadapanku, dan tak tahu kenapa aku mengikuti mobilnya begitu saja.

“rumah siapa ini? Kenapa donghae hyung berhenti di depan rumah ini?” tanyaku entah pada siapa ketika mobil donghae hyung berhenti di sebuah rumah yang bisa dibilang mewah. Kulihat donghae hyung keluar dari mobilnya dan membukakan pintu mobil disebelahnya sambil tersenyum

“mwoya?! Itu bukan kah park seul ah? Aisshh habis dari mana mereka? Dan, kenapa mereka terlihat sangat akrab seperti itu?” ucapku sedikit kesal melihat mereka berdua. Kesal? MWORAGO?! Kenapa aku menjadi kesal seperti ini? Maldo andwae!

Beberapa detik kemudian ku lihat seul ah tersenyum sambil melambaikan tangannya, donghae hyung pun melambaikan tangannya dan menunggu seul ah memasuki rumahnya. Dan ya! Apa yang dilakukan ikan itu? dia melebarkan senyumannya dan menari-nari tak jelas ketika seul ah sudah memasuki rumahnya. Aisssh menjijikan -_-

Aku terus memandangi rumahnya dari kejauhan walaupun ku tahu donghae hyung sudah pergi sedari tadi, pasti kalian bertanya-tanya apa yang sedang kulakukan? Nan molla, aku sendiri juga tidak tahu. Ketika aku akan melajukan mobil, kulihat perempuan itu berlari keluar dari rumahnya.

“dia ingin pergi kemana selarut ini?” pekikku dalam hati, karena penasaran segera kuikuti dari belakang. ku hentikan mobilku dan berjalan mengikutinya ketika ia memasuki sebuah taman. Dia duduk di sebuah kursi taman, ku hentikan langkahku ketika kudengar suara isak tangis. Kenapa dia? Apa yang terjadi? Bukankah beberapa menit yang lalu dia tersenyum bersama donghae hyung?

“AAAA!!!! mengapa kau tidak pernah membiarkanku bahagia walaupun sedetik saja?! wae?!! aku lelah dengan semua ini!” kulihat dia menutup wajah dengan tangannya, ini pertama kalinya aku melihat dia serapuh itu.

“haisssh suara tangismu itu sungguh mengganggu..” Entah kerasukan setan apa tetapi yang jelas aku berjalan mendekatinya. Dengan perlahan dia menolehkan wajahnya mendengar suaraku

“nugu?” ucapnya bergetar, aigoo apa yang terjadi padaku? Kenapa aku tak bisa melihatnya menangis seperti itu?

“kau terlihat sangat menyedihkan” aisshh kenapa aku berkata seperti itu?! pabo ya!

“kyu.. kyuhyun-ssi? Hmm.. apa yang kau lakukan disini?” tanyanya. Apa yang kulakukan? Bagaimana ini? Tidak mungkin kan kujawab, aku sedari tadi mengikutimu dan kemudian melihatmu menangis seperti itu. eii seolma..

“ehm, itu bukan urusanmu” jawabku singkat dan kemudian aku duduk disampingnya

“ah mianhae, ka-kalau begitu aku pergi saja. Maaf telah mengganggumu kyuhyun-ssi” ucapnya cepat sambil membungkukan badannya dan berjalan melewatiku. Ya ya ya! Apa yang dia lakukan?! Pergi begitu saja?!

“chankkaman..” dengan cepat ku gapai tangan kanannya dengan tangan kananku. Mwoya, sekarang apa lagi yang kau lakukan cho kyuhyun??!! Kenapa kau menahannya?

“kyu..kyuhyun-ssi, ada apa?” tanyanya, aissh aku sendiri bingung apa yang sedang kulakukan tetapi kemudian aku memberikan sapu tanganku padanya setelah itu aku pergi begitu saja.

**
Apa kalian tau apa yang sedang kulakukan sekarang? Aku jamin pasti kalian tidak akan pernah menduganya. Sekarang aku sedang berjalan dibelakangnya dan pastinya dia tidak tau itu. Awalnya aku ingin benar-benar meninggalkan dia sendirian tetapi entah kenapa kakiku malah bergerak mengikutinya.

Apa yang dia lakukan? Apa dia tidak takut berjalan sendirian malam-malam begini? Dan bodohnya aku malah mengikuti kemanapun dia pergi. Bukankah aku membecinya? Tapi kenapa aku begitu mengkhawatirkannya? Dia terus berjalan dengan menundukan kepalanya, tidak memperdulikan apapun disekitarnya sampai-sampai aku melihat mobil yang melaju kearahnya dengan cepat. Andwae!!

“ya!!! Park seul ah!! Yaaa!!” teriaku, tetapi dia sama sekali tidak bergeming dan terus saja berjalan. Aku berlari sekuat tenagaku dan menariknya menghindari mobil itu, menariknya kedalam dekapanku. Angin menerpa tubuh kami berdua, Jantungku.. jantungku seakan berhenti berdetak.

“PARK SEUL AH! NEO PABOYA?! MICHEOSSOYO?! APA KAU INGIN MATI HUH?!” teriakku padanya setelah aku melepas pelukanku. Dia terdiam dan masih menundukan kepalanya, sedetik kemudian dia jatuh di hadapanku.

“yaa gwenchanayo?!” ucapku, aku berjongkok dihadapannya. Dia menangis. Reflek ku peluk tubuhnya dengan erat.

“gweenchana, gwenchana..” aku terus mengucapkan kata-kata itu padanya, ketika dia sudah mulai tenang, kulepaskan pelukanku dan berdiri dihadapannya. Dia menatapku bingung

“ttarawa” ku tarik tangannya dan dengan pasrah dia mengikutiku

“kyu.. kyuhyun ssi, kau akan membawaku kemana?” aku hanya diam ketika mendengar pertanyaannya

*Seul Ah POV*

Aku masih terdiam, membayangkan apa yang tadi telah terjadi. Ada apa denganku ini? Sangat meyedihkan. Kenapa masalah keluargaku tidak pernah berhenti mengganggu pikiranku?

“masija” aku terkesikap dan sadar dari lamunanku mendengar suara kyuhyun

“eo?” tanyaku bingung. Dia melirik secangkir coklat panas yang berada di meja

“ah ne” ku minum coklat panas itu dengan perlahan, ah sungguh menenangkan.

“aku memilih secangkir coklat panas untukmu, mungkin itu bisa menenangkan dirimu” ucapnya lembut
Aku menatapnya, ini dia? Pria dihadapanku ini apa benar cho kyuhyun? Kenapa dia bisa selembut itu padaku? Bukankah dia membenciku tetapi ini…

“hey, wae geurae? Seul ah ssi, park seul ah..” dia melambai-lambaikan tangannya didepan wajahku, yaaa aku melamun lagi sungguh memalukan -_-

“ah ani, hmm.. kyuhyun ssi, gomapseumnida. Kau telah menyelamatkan nyawaku, kalau tidak mungkin aku sudah..”

“tidak usah berterima kasih padaku, anggap saja ini sebuah keberuntunganmu” potongnya

“hmm kyuhyun ssi, kenapa kau melakukan semua ini? Bukankah kau membenciku?” tanyaku dengan hati-hati, kulihat dia terbatuk-batuk karena tersedak minumannya.

“oh oh gwenchanayo?” ucapku khawatir, dia mengangkat tangannya tanda bahwa dia baik-baik saja

“ehm, kau jangan berpikir yang macam-macam. Semua yang aku lakukan ini bukan karena aku mengkhawatirkan apalagi peduli padamu, aku hanya merasa kasihan padamu. Kau terlihat sangat menyedihkan” ucapnya panjang lebar

“ah begitu, ne aku memang menyedihkan” jawabku dengan lemas.
Sudah pasti, dia tidak mungkin peduli atau mengkhawatirkanku. Aku terlalu bodoh karena berpikir dia melakukan semua itu karena peduli padaku. Ya! Park seul ah, harusnya kau sadar. Kau tidak usah menaruh harapan lebih padanya, karena pada akhirnya akan seperti ini, selalu sakit hati yang akan dirasakan.

**
“So, what happened last night?” tanya neul ra yang sedang duduk di kasur

“last night? Nothing” ku tuangkan air ke dalam gelas dan meminumnya

“geotjimal! Kalau tidak ada apa-apa, mana mungkin tiba-tiba kau datang larut malam begitu dan menginap disini. Dan..” ku letakan gelas yang tadi kupakai kemudian aku berjalan ke arah tv bermaksud untuk menyalakannya lalu duduk disebelah neul ra

“kau diantar kyuhyun! Ayolah seul ah, ceritakan apa yang terjadi semalam” rajuknya sambil menggoyang-goyangkan lenganku

“ya apa yang kau lakukan, berhenti menggoyang-goyangkan lenganku.” Ucapku

“aku akan berhenti asal kau mau cerita” balasnya yang masih menggoyang-goyang kan lenganku makin bersemangat. Aisshh dia itu pemaksa sekali -,-

“oke oke, aku akan menceritakannya. Orang tua ku akan pergi ke paris dan aku dipaksa ikut bersama mereka dan menetap disana..” ucapku memulai cerita

“mwo paris?! Lalu kau akan pergi kesana dan meninggalkan korea?! Laluu kuliahmu bagaimana? Lalu aku bagaimana? Lalu..” potongnya dengan cepat kilat dan suaranya yang lantang

“ya! dengarkan aku dulu, aku belum selesai bicara pabo!” aku
menoyor kepalanya

“hehehe mian, aku terlalu terkejut. Kau lanjutkan ceritamu” neul ra menegakan badannya sambil memeluk bantal
Aku menceritakan semua yang kualami kepada saudaraku ini, sebenarnya walaupun dia tidak memaksaku untuk bercerita aku pasti akan menceritakan segalanya padanya karena aku memang tidak bisa menyembunyikan apapun kepadanya. Haaah aku sangat bersyukur karena tuhan memberikanku saudara seperti dirinya ini.

**
Rasanya malas sekali untuk pergi ke kampus hari ini tapi ya apa boleh buat, aku harus melaksanakan kewajibanku sebagai seorang mahasiswa. Ku nyalakan musik dari sebuah cd dan kemudian ku hempaskan punggungku ini pada kursi mobil yang sekarang sedang aku tempati.

“ya apa kau akan diam saja seperti ini?” aku menoleh kesebelahku

“lalu aku harus bagaimana? Haruskah aku menari?” tanyaku kepada neul ra yang sedang menyetir

“ya tidak juga, tapi kan kau punya mulut dan lidah yang seharusnya kau gunakan untuk berbicara” jawabnya

“tetapi sayangnya aku tidak ingin berbicara apapun” aku kembali memposisikan tubuhku

“tetapi sekarang kau sudah berbicara bodoh”

“hahaha benar juga” aku tertawa akan kebodohanku sendiri

“kenapa kita berhenti?” tanyaku ketika neul ra menghentikan mobilnya

“ya karena kita sudah sampai, apa kau mau berada di dalam mobil seharian?” katanya yang membuka pintu mobil hendak keluar. Kulihat sekeliling tempat ini dan benar saja ini kampus ku, kenapa hari ini aku terlihat sangat bodoh? Aishhh jinjja..

“ya chankkaman!” teriakku sambil berlari menyusulnya tetapi sayangnya ketika aku sedang berlari tiba-tiba ada seseorang yang keluar dari lorong sebelah kananku dan alhasil aku menabraknya

“joesonghamnida.. joesong… eo chan ra ya, ah mianhae jeongmal mianhaeyo aku tidak mengira kau akan muncul dari lorong itu. sini biar kubantu” ucapku panjang lebar kepada chan ra, dengan segera aku merapihkan buku-buku yang berserakan dilantai akibat perbuatanku ini

“tidak usah, aku bisa melakukannya sendiri” ucapnya ketus

“mianhae, apa kau marah padaku?” tanyaku tak mengerti dengan sikapnya, apa karena aku menabraknya dia jadi seperti ini?

“ani” jawabnya singkat masih dengan nada yang sama, ketus.

“wae geurae?” bisik neul ra yang sudah berada di sampingku, kugelengkan kepalaku tanda tak mengerti

“hmm… ini bukumu, sekali lagi aku minta maaf” aku menyerahkan buku nya yang tadi sempat aku bereskan, chan ra mengambil buku itu dengan kasar dan pergi begitu saja meninggalkan aku dan neul ra yang sedang kebingungan

“sebenarnya apa yang sudah terjadi antara kau dan chan ra? kenapa sikap dia jadi seperti itu?” tanya neul ra

“nan mollayo, aku sendiri juga bingung. Tadi aku tidak sengaja menabraknya tapi aku tak tau reaksinya akan seperti itu” jawabku

“yasudahlah biarkan saja, kajja kita ke kelas!” ajaknya, neul ra menarik tanganku agar bisa mengikuti langkahnya

**
Sebenarnya apa yang telah kuperbuat hingga chan ra bersikap seperti itu? apa aku berbuat salah padanya? Tapi apa? Aisssh jinjja ini membuatku merasa tidak enak padanya

“jadi kau ikut tidak?” ucap seseorang disebelahku

“eng? Ikut kemana?” tanyaku

“tch jadi dari tadi aku berbicara panjang lebar kau tidak mendengarkannya? Bagus sekali!” jawab neul ra dengan suara lantang

“hehehe mianhae, memangnya kau ingin mengajakku kemana?”

“shoping! ada sepatu yang ingin kubeli” ucapnya penuh semangat

“ah boleh, aku juga tidak ada kerjaan” aku tersenyum kepadanya, belum lama setelah aku menjawab ucapannya, bunyi panggilan dari handphoneku terdengar dan dengan segera aku mengambilnya dari dalam tasku

“kenapa kau tak menjawabnya?” tanya nya karena aku hanya memegang handphoneku saja tidak berniat untuk menjawabnya

“aku tidak mengenal nomornya”

“eiii angkat saja barangkali itu telfon penting” ah benar juga ucapan neul ra, jika ini telfon penting kan aku juga yang dirugikan. Aku melangkah menjauhi neul ra untuk menjawab panggilan itu

“yeoboseyo, park seul ah imnida. Nuguseyo? Ah ahjumma mianhae, musun iriseoyo? Ah aku baik-baik saja, ahjumma sendiri? Jigeum? Ah ne arasseoyo aku akan kesana” aku memasukan handphoneku ke dalam tas dan berjalan mendekati neul ra yang berada didepan mobilnya

“ra-ya mianhae, kau pergi sendiri saja aku tidak bisa ikut denganmu. Annyeong!” ucapku padanya kemudian aku membalikkan badanku

“ya ya! kau ingin kemana?” tanyanya

“aku ingin menemui eomma kyuhyun di rumah sakit” aku membalikan badanku lagi tetapi baru satu langkah aku berjalan dia berteriak lagi

“ada apa lagi?!” tanyaku sedikit kesal

“biar aku antar, cepat masuk mobil” Aku tersenyum penuh arti dan berlari kecil masuk ke dalam mobilnya

**
“annyeong haseyo” ucapku ketika aku memasuki kamar pasien tempat appa kyuhyun dirawat, ku lihat eomma kyuhyun sedang duduk disebelah tempat tidur pasien dan berbicara dengan seseorang tapi saat aku melihat sekeliling kamar ini tidak ada siapapun kecuali eomma dan appanya kyuhyun. Atau jangan-jangan….

“ah seul ah ayo masuk” ujar eomma kyuhyun, dia menghampiriku dan menarikku mendekati tempat tidur dimana appa kyuhyun berada dan aku terkejut ketika melihat appa kyuhyun tersenyum padaku, dia sudah sadar dari koma nya

“yeobo, ini park seul ah. Dia teman kyuhyun, dia yang mengantar kyuhyun kesini sewaktu kau masuk rumah sakit. cantik kan yeobo? Dia juga ramah dan begitu baik” ah aku tersipu malu mendengar pujian dari eomma kyuhyun, rasanya bagaikan ada kupu-kupu yang bertebangan di dalam perutku ini

“annyeong hasimnika, park seul ah imnida. Mannaseo bangapseumnida” ucapku kemudian aku membungkukkan badanku

“ah ye dia cantik sekali” puji appa kyuhyun

“gomapseumnida ajusshi, ini aku membawakan sekeranjang buah untuk ahjumma dan ajusshi” aku memberikan sekeranjang buah kepada ahjumma yang memang sengaja kubeli di jalan

“ah seharusnya kau tidak usah repot-repot, gomawo seul ah” ucapnya sambil menaruh sekeranjang buah tersebut di atas meja dan membawakan kursi untukku

Setelah itu aku, eomma, dan appa kyuhyun berbincang-bincang tentang segala hal, entah itu tentang aku, kyuhyun, super junior, dan lain-lain. Aku begitu nyaman berada di dekat mereka berdua, aku merasakan kehangatan yang tak pernah aku dapatkan dari keluargaku. Aku jamin pasti kehidupan kyuhyun dan keluarganya sangat bahagia

Ah aku sedikit iri kepada kyuhyun karena memiliki orang tua seperti mereka, andai saja orang tuaku seperti ini. Eh tetapi sedari tadi aku tidak melihat kyuhyun, bukankah seharusnya dia disini karena appanya telah sadar dari koma nya?

“appa! Ah syukurlah kau telah sadar, gwenchanayo appa?” aku terlonjak kaget ketika melihat kyuhyun sudah berada disebelahku dan memeluk appa nya

“ne anakku, ne aku sudah tidak apa-apa. Aku sudah sehat sekarang” ucap appa kyuhyun sambil tersenyum

“annyeong haseyo eommonim, abonim” aku menoleh saat mendengar suara serempak seperti paduan suara dan benar saja, kulihat semua member super junior berdiri dibelakang kyuhyun

“ah senangnya kalian semua datang menjengukku” ucap appa kyuhyun

“tentu saja kita pasti datang abonim” ucap ryeowook oppa

“eo? Neo? Bukankah kau park seul ah? kau disini juga?” tanya siwon oppa ketika dia sadar aku berada disini

“ah ne siwon ssi tadi ahjumma menelfonku dan menyuruhku kemari” jawabku, aku belum bisa memanggilnya oppa karena memang aku belum begitu dekat dengan nya berbeda dengan donghae,shindong, dan eunhyuk oppa. tapi ngomong-ngomong donghae oppa, kemana dia? Kenapa dia tidak datang kemari?

“ne? Eomma yang menyuruh dia kemari?” tanya kyuhyun kemudian

“ne, wae geurae?”

“ani, kau seul ah ssi ikut aku!” kyuhyun menarik tanganku dan membawaku keluar dari kamar pasien ini

“kyuhyun ssi, kau ingin membawaku kemana?” ucapku kepada kyuhyun yang masih menarik tanganku, aku meringis kesakitan karena sungguh dia menarik pergelangan tanganku dengan sangat erat dan kencang

“kyuhyun ssi…” ucapku lagi saat tidak ada jawaban apapun darinya

“eo seul ah! Ya! kyuhyun-ah apa yang kau lakukan!” ujar donghae oppa ketika dia melihat kyuhyun menarikku melewatinya

“annyeong oppa” aku yang melihat donghae oppa langsung membalikan badanku walaupun tanganku masih ditarik oleh kyuhyun.

Setelah itu aku membalikan badanku lagi seperti semula tetapi tiba-tiba kurasakan tanganku yang tidak ditarik kyuhyun ditarik oleh seseorang

“eo donghae oppa” aku menoleh dan kulihat donghae oppa yang memegang tanganku. Kyuhyun pun menghentikan langkahnya dan membalikan badannya dan menatap donghae oppa

Yaaaa ige mwoya?! Rasanya seperti sedang berada dalam sebuah drama korea, aisshh jinjja jika ada fans super junior apalagi sparkyu atau elfishy yang melihat adegan ini aku bisa mati!

“lepaskan dia kyu” ucap donghae oppa

2 thoughts on “So Tired to Loving You 10

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s