[FREELANCE] I Love You Ra-ya

  • Title : I Love You Ra-ya
  • Nama Author : Finimaulida
  • Cast/pemain : Cho Kyuhyun (SJ), Goo Hyura (OC),Goo Minjun (OC), member SJ
  • Genre : Romance,Angst
  • Length : One Shoot
  • Rating : General

 

Ting tong!

“Tunggu sebentar” ujar seorang immonim

“Konichiwa,Hyura ada?” Ujar seorang cowok tampan bermata sipit

“Nona ada didalam. Irasaimase” ujar immonim
“Tanaka! Nani?” Ujar seorang pria berwajah Korea turun dari tangga.

“Aku mencari adikmu. Dia ada didalam?” Tanya Tanaka pada Minjun

“Dia ada,immo tolong bikin kan minuman”

“Iie” ujar Immonim

“Ada perlu apa kau mencari adikku?” Tanya Minjun pada Tanaka

“Hanya ingin mengantarnya kekampus” ujar Tanaka sambil tersenyum. Minjun menatap Tanaka lalu tersenyum.

Tak berapa lama muncul seorang gadis berlari terburu-buru

“Oppa,oppa kajja antarkan aku kekampus. Telat nih” ujar gadis itu pada Minjun

“Itu ada Tanaka,dia sengaja menjemputmu Ra-ya” ujar Minjun. Hyura menatap Tanaka ‘mau ngapain lagi sih nih si sipit’. Hyura membujuk lagi Minjun kali ini dengan tatapan memelas. Mau tak mau Minjun tak bisa menolaknya. Dan Tanaka ‘diusir’ dari rumah Hyura.
***
“Kenapa kau menolak Tanaka? Dia baik dan tampan loh?” Ujar Minjun saat mereka sudah didalam mobil.

Hyura memicingkan matanya “mau menjodohkan ku lagi yah? Tak mempan oppa” jawab Hyura sambil tersenyum.

Minjun masih menatap jalan. Tapi tangannya sudah mengacak rambut yeodongsaengnya itu. Membuat Hyura meninju pelan lengan Minjun.

“Masih tak bisa melupakannya? Memangnya dia ingat padamu?” Pertanyaan yang membuat Hyura membuang pandangannya keluar menatap jalanan. ‘Selalu itu pertanyaan yang terlontar’ Hyura menggembungkan pipinya

“Ne oppa aku masih blom bisa melupakannya. Aku harap dia masih mengingatku” jawab Hyura. Jawaban yang selalu ia jawab saat Minjun menayakan hal yang sama.

“Kau sudah dewasa Ra-ya. Sudah 7 tahun kau tak bertemu dengannya. Aku hanya tak ingin kau mengharapkan cinta yang tak pasti Ra-ya. Jangan pernah terpaku pada masa lalu. Lihatlah yang ada sekarang. Cobalah buka hatimu”
Hyura hanya memandang keluar

“Aku sudah mencobanya oppa,tapi bayangannya selalu ada. Aku tak mungkin membuka hati kalau aku masih mencintai seseorang” lirih Hyura.

“Kalau kau memang berkeinginan membuka hati untuk orang lain,bayangannya perlahanpun akan hilang”

“Aku tak bisa oppa. Aku sungguh mencintainya” ujar Hyura mantap sambil menatap oppanya.

“Terserah kau. Aku hanya ingin melihat kau bahagia”

“Aku bahagia bila bersamanya. Dan tentu saja asalkan kau selalu ada disampingku” kali ini Hyura tersenyum.

“Sudah sampai. Kalau sudah pulang hubungi aku. Biar aku jemput. Arasso?”

“Ne,arasso nae oppa” ucap Hyura lalu turun dari mobil

###

Itu kejadian 1 tahun yang lalu saat Hyura di Jepang. Sekarang ia sudah kembali kenegara tercintanya Korea Selatan. Dia datang kembali bukan hanya untuk liburan tetapi untuk membicarakan soal perjodohannya. Yah,Hyura sudah lama akan dijodohkan dengan kerabat appanya. Hyura berusaha menolak,tetapi appa dan ommanya selalu memaksanya. Bahkan Minjun tak bisa membantu Hyura saat ia tau bahwa adiknya akan dijodohkan.

Hari ini pertemuan antara kedua keluarga,membahas soal tanggal perkawinan. Keluarga Goo dan Keluarga Cho. Hyura dengan malas menghadiri acara tersebut. Untung saja Minjun mau menemaninya. Kalau tidak, mungkin Hyura akan mati kebosanan dan mendadak tuli karena pusing dengan pembicaraan orang ‘dewasa’ ini. Keluarga Goo harus sampai di tempat perjanjian lebih awal. Karena keluarga mereka yang mengundang. Tapi diluar dugaan ternyata keluarga calon pengantin pria sudah datang lebih awal, yah keluarga Cho.

“Ahh Tuan Cho,mianhae kami terlambat. Sudah lama menunggu?”

“Gweanchana Tuan Goo kami juga baru sampai” Tuan Cho dan Nyonya Cho memperkenalkan seorang anak gadisnya. Dan Tuan Goo memperkenalkan Hyura dan Minjun

“Maaf Tuan Goo, sepertinya anak saya datang terlambat” ujar Tuan Cho

“Hmm,gweanchana. Aku tau dia artis besar sekarang” ucap Tuan Goo sambil tertawa. Hyura dan Minjun hanya saling menatap dengan tampang terkejut

“Ternyata adik iparku seorang artis. Kau beruntung Ra-ya”

“Cih,apanya yang beruntung. Malah rugi oppa,fansnya pasti banyak. Kalo mereka tau dia akan menikah. Dan tau aku istrinya. Aku bisa dikuliti hidup-hidup oppa” bisik Hyura pada Minjun

“YA! Jangan membuatku takut Ra-ya. Aish,kau ini” ujar Minjun menjitak pelan kepala Hyura

“Kalian lucu yah” ujar anak perempuan dari keluarga Cho

“Eh,eonnie. Oppa memang jahat padaku” ujar Hyura pada Ahra yang tersenyum ke Hyura dan Minjun melihat aksi kedua kakak beradik itu.

“Aku juga kadang seperti itu kok pada Kyunnie. Itu kan tanda kasih sayang sesama saudara” ujar Ahra sambil tersenyum.

Dan diangguki setuju oleh Minjun dan Hyura. Lama mereka semua berbincang. Hingga tak sadar seorang pria tampan dengan postur tubuh sempurna berjalan gontai kearah mereka.

“Annyeonghaseyo. Mianhae saya terlambat” ujar pria itu lalu duduk disamping Ahra. Kalian sudah bisa tebakkan siapa pria itu? Yaph benar Cho Kyuhyun sang pria terlambat itu.

“Gweanchana Kyuhyun” ujar Nyonya Goo. Sebelumnya Tuan Goo dan Nyonya Goo memang sudah bertemu dengan keluarga Cho. Jadi mereka sudah agak sedikit akrab. Sehingga Kyuhyun tak perlu mengenalkan diri lagi.

“Ah iya tunggu sebentar yah tadi Hyura sedang mengambil barangnya yang tertinggal di mobil bersama oppanya. Mungkin sebentar lagi mereka kembali” lanjut Nyonya Goo. Dan Kyuhyun tersenyum “nah itu mereka” ujar Nyonya Cho menunjuk 2 anak muda yang sangat sempurna. Kyuhyun menatap sejenak. Hyura dan Minjun berjalan semakin dekat. Saat Hyura sudah didepan Kyuhyun dia pun terkejut melihat Kyuhyun. Tapi sedetik kemudian dia tersenyum.

“Nah Kyuhyun,perkenalkan ini Hyura calon istrimu” ujar Tuan Cho. Mereka berjabat tangan.
Setelah sesi perkenalan calon pengantin. Kedua keluarga tersebut langsung membicarakan soal tanggal pernikahan. Sedangkan Hyura dan Kyuhyun hanya mengangguk-angguk saja soal persetujuan tanggal dan tempat.

###

Hari ini adalah harinya. Hari dimana Hyura akan sah menjadi salah satu bagian dari Keluarga Cho. Dan akan menyandang gelar Nyonya Cho.

“Kau cantik sekali Hyura” ujar Ahra sambil tersenyum pada Hyura.

“Ne,menantu omma cantik sekali” kali ini dia mendapat pujian dari Nyonya Cho.

“Gomawo ommonim,eonnie”

“Kau sangat pantas untuk Kyuhyun” ujar Nyonya Cho mantap

“Aku yakin Kyuhyun akan sangat mencintaimu kelak” ucap Ahra lagi. Hyura hanya tersenyum. Ia hanya memikirkan bagaimana kehidupan yang akan dia jalani dengan keadaan cinta sepihak? Cinta sepihak? Yah Hyura langsung mencintai Kyuhyun saat pandangan pertama. Ia selalu merasa Kyuhyun adalah pangerannya yang 7 tahun lalu.

“Sudah siap nak?” Tanya Tuan Goo memasuki ruangan Hyura. Nyonya Cho dan Ahra sudah meninggalkan ruangan beberapa detik yang lalu.

“Sudah appa” ujar Hyura mantap.

“Ra-ya,appa tau ini terlalu cepat untukmu. Tapi appa yakin ini yang terbaik untukmu. Appa menitipkan kau pada orang yang tepat. Pria yang bertanggung jawab. Sosok yang kau inginkan bukan? Appa yakin kau akan bahagia hidup bersama Kyuhyun”

“Aku selalu percaya dengan pilihan appa” Hyura mengecup pipi appanya

“Anak appa cantik sekali. Ayo kita segera ke altar. Mereka sudah menunggu”

Tuan Goo menyuruh Hyura untuk menggandeng tangannya. Hyura gugup,Tuan Goo tau itu. Maka ia menepuk punggung tangan Hyura pelan. Dan memberikan senyuman hangat pada Hyura. Saat Hyura memasuki ruangan. Semua mata tertuju padanya. Bahkan Kyuhyun sempat kagum pada calon istrinya itu. Tapi ia langsung membuang pandangannya saat Hyura melihat kearahnya.

Acara pemberkatan selesai. Sekarang Kyuhyun dan Hyura sudah sah menjadi suami istri. Seluruh member artis SM memberikan selamat. Seluruh artis SM menyambutnya dengan hangat. Hyura berharap bahwa Kyuhyun juga akan menyambutnya dengan hangat.

###

Sudah 3 bulan umur pernikahan mereka. Dan sudah 3 bulan juga sikap mereka tak layak disebut suami istri. Ups,ralat sikap Kyuhyun yang tak layak disebut suami.

“Kyuhyun-ssi kau sudah pulang” ujar Hyura melihat Kyuhyun sudah duduk disofa sambil menyandarkan badannya. Kyuhyun hanya menatapnya tajam.

Hyura membawakan baskom berisi air hangat dan merendamkan kaki Kyuhyun. Dengan perlahan Hyura mencuci kaki Kyuhyun. Setelah selesai,Kyuhyun langsung beranjak ke kamar. Mengganti pakaiannya dan menuju meja makan

“Cih,makanan ini lagi? Tak bisa kah kau memasak makanan lain selain ini? Lebih baik aku makan di dorm” ucap Kyuhyun kasar lalu berjalan keluar menuju dorm Super Junior.

Hyura hanya bisa tersenyum menatap kepergian suaminya ‘istri macam apa aku. Tak bisa melayani suami dengan baik. Kenapa aku bodoh dalam memasak’ Hyura menahan air matanya agar tak tumpah. Ia membereskan makanan dimeja makan. Selalu ini yang ia lakukan jika Kyuhyun sudah tak mau memakan masakannya.
***
Sudah 3 jam Kyuhyun belum kembali dari dorm. ‘Kemana dia? Tak tau kah dia aku mencemaskannya’ Hyura duduk didepan televisi,tapi pandangannya kearah pintu apartmentnya. Dia menunggu Kyuhyun pulang. Jam sudah menunjukkan pukul 1 pagi. Tapi suaminya belum juga muncul. Dia segera menghubungi Leeteuk untuk menayakan Kyuhyun

“Yeobosaeyo oppa. Kyuhyun ada didorm?”

“Eh,Kyu? Aniyo Ra-ya dia sudah pergi dari jam 11 tadi. Memangnya dia tak mengabarimu?”tanya Leeteuk

“Ani oppa,mungkin dia lupa karena ada urusan penting. Kalau begitu terima kasih oppa. Annyeong” Hyura mematikan sambungannya. ‘Kau kemana Kyuhyun-ssi? Tak bisakah kau tak membuatku cemas?’

###

Hyura bangun kesiangan,ia segera membuatkan sarapan untuk Kyuhyun. Kyuhyun pulang jam 3 pagi dan Hyura masih menunggunya. Sekarang jam 7 pagi,sedangkan Kyuhyun ada jadwal jam setengah 8. Dia segera menyiapkan sarapan yang paling mudah. Tak lama kemudian Kyuhyun keluar dengan pakaian rapi. Dia menuju meja makan. Saat sarapan disediakan didepannya. Dia hanya menyentuhnya sedikit. Lalu pergi meninggalkan Hyura. ‘Selalu tak dihargai. Sampai kapan aku akan bertahan?’ ujar Hyura dalam hati. Dia membereskan sarapan Kyuhyun lalu mandi dengan tergesa-gesa. Hari ini dia janji pada Donghae akan menonton Super Junior oppadeul. Setelah selesai Hyura segera pergi ke tempat Super Junior tampil.
***
“Annyeong oppadeul” ucap Hyura saat tiba di dalam ruangan backstage.

“Ra-ya” ujar Donghae dan langsung memeluk Hyura “Bogoshippo Ra-ya” lanjut Donghae melepas pelukannya.

“Nado oppa” balas Hyura sambil tersenyum.

“Kau sudah makan?” Kali ini Leeteuk yang bicara.

“Sudah oppa”

“Tapi wajahmu pucat Ra-ya” ujar Donghae

“Gweanchana op..” Belum selesai Hyura melanjutkan ucapannya tubuhnya sudah ambruk. Untung saja Donghae dengan sigap menahan tubuh Hyura. Kalo tidak tubuh Hyura akan mencium lantai. Dengan tergesa-gesa seluruh member membopongnya. Sedangkan Kyuhyun dia hanya kaget melihat tubuh Hyura yang ambruk.
***
“Ra-ya” ujar seluruh member saat Hyura sudah membuka matanya

“Kau bilang kau sudah makan. Kau bohong padaku Ra-ya” marah Leeteuk

“Mianhae oppa”

“Mianhae? Tensimu rendah Hyura. Kalau begini terus kau bisa sakit parah” Donghae sudah tak bisa menahan amarahnya.

“Aku baik-baik saja. Sebaiknya kalian kembali ketempat acara. Jangan mengecewakan ELF oppa” ucap Hyura sambil tersenyum

“Hyura benar,lebih baik kita pergi. Aku tak mau mengecewakan ELF” ujar Kyuhyun bangkit lalu keluar kamar.

“YA! Dasar dongsaeng kurang ajar” Leeteuk sudah hampir mengejar Kyuhyun tapi ditahan oleh Sungmin

“Sabar Hyung,jangan buat Hyura sedih” ujar Sungmin. Dan Leeteuk mengelus dadanya.

“Ingin aku bunuh itu anak,mana mungkin pekerjaan lebih penting dari istrinya yang sakit?” Kali ini Eunhyuk yang marah. Donghae menenangkan Eunhyuk

“Aku tak apa-apa oppa sungguh. Lebih baik kalian kembali keacara. Aku akan baik-baik saja”

“Siapa yang akan menjagamu?”

“Aku akan menghubungi Minjun oppa. Kalian pergi saja yah” ucap Hyura sambil tersenyum

“Aku akan disini sampai Minjun datang” ujar Donghae

“Kalau begitu kami akan ketempat acara bersama. Kau menjaga Hyura disini Donghae. Kalau sudah ada Minjun kau segera menyusul” perintah Leeteuk. Donghae mengangguk “Kalau begitu kami pamit. Jangan lupa terus beri kabar pada kami Ra-ya” kali ini Hyura yang mengangguk

###

“Anak itu benar-benar keterlaluan. Harusnya dia lebih mementingkan kau. Kau kan istrinya” setelah semua member pulang Donghae marah-marah di depan Hyura. Dia benar-benar kesal dengan sikap dongsaengnya

“Tak apa oppa. Dia kan harus tanggung jawab sama pekerjaannya. Aku kan masih ada Minjun oppa”

“Tapi tetap saja Ra-ya. Pekerjaan itu nomor kesekian setelah keluarga. Harusnya dia lebih mementingkanmu” “Sudahlah oppa jangan marah-marah. Cepet tua loh”

Tak lama Minjun datang. Tadi saat dihubungi dia juga marah-marah

“Hyung gomawo,sudah menemani Hyura” ucap Minjun saat Donghae akan pergi ketempat acara.

“Sudah tugasku. Aku kan juga oppanya” jawab Donghae sambil tersenyum. Dan dia langsung pamit pada Hyura dan juga Minjun.
***
“Kyuhyun benar-benar keterlaluan. Kalau begini. Lebih baik kalian pisah. Aku akan minta appa untuk mengijinkan kalian cerai” ucapan Minjun membuat Hyura menangis “Ra-ya,gweanchana?” Ujar Minjun panik melihat adik tercintanya menangis

“Jangan oppa,kumohon berhenti menyalahkan Kyuhyun. Aku yang memintanya untuk tanggung jawab sama pekerjaannya. Kumohon jangan menyalahkan Kyuhyun. Dan jangan bilang appa tentang keadaanku. Biar appa tenang mengurus pekerjaannya di Taiwan. Jebal oppa” Hyura memohon pada Minjun

“Kenapa kau mencintainya sih. Bahkan saat dia tak peduli padamu kau masih mencintainya. Dia sudah bukan pria yang 7 tahun lalu menemanimu. Dia sudah beda” kali ini Minjun berkata lebih lembut pada Hyura.

Hyura baru mengtahui bahwa Kyuhyun adalah pangeran masa kecilnya. Pangeran yang menemaninya saat dia sakit 7 tahun silam

Flashback

“Omma tinggal dulu yah Ra-ya, nanti sore omma datang lagi. Kau berani kan?” Hyura terbaring lemah diatas ranjang panasnya belum juga turun

“Ne omma aku berani kok” ujar Hyura tersenyum.

Hyura adalah gadis periang yang tak betah diatas tempat tidur. Jadi saat ommanya pulang kerumah. Dia beranjak dari tempat tidur dan jalan ketaman rumah sakit. Padahal kondisinya masih belum pulih. Tapi rasa bosan lebih kuat dari rasa sakitnya.

Hyura duduk di bawah pohon yang rindang. Sambil memejamkan mata dia menikmati angin yang begitu menangkan.

“Agassi,kau masih hidup?” Ujar seorang anak laki-laki tampan yang sekarang berdiri dihadapan Hyura. Hyura membuka matanya dan terkejut melihat anak laki-laki itu. “Aku pikir kau sudah mati. Baru saja aku akan memanggilkan suster” ujar anak laki-laki itu lagi lalu duduk disebelah Hyura yang masih kaget mulai mencerna kata-kata anak laki-laki itu

“Mwo? Jadi kau mengira aku mati? YA! Sebarangan saja” akhirnya Hyura menyadari ucapan anak laki-laki itu.

“Hahaha. Dasar gadis bodoh. Mencerna kata-kataku saja lama sekali. Ckckck” ujar anak laki-laki itu sambil menggeleng “Choneun Kyuhyun. Kau bisa memanggilku Kyu atau pria tampan” ujar Kyuhyun. Dan membuat mata Hyura melotot lalu berlagak muntah. Kyuhyun yang melihat itu malah tersenyum

“Aku Hyura. Panggil saja Ra-ya” Hyura memperkenalkan diri.

Dan dari perkenalan itu mereka semakin dekat. Setiap pagi atau sore mereka selalu bertemu dibawah pohon itu. Bahkan mereka mendapat julukan pelopor cinta oleh suster dirumah sakit. Karena dengan sikap mereka membuat anak-anak seumuran mereka yang dirawat dirumah sakit ini menjadi berpasangan dan menjadi menyukai berada ditaman. Minjun pun jadi heran dengan perubahan sikap Hyura yang betah dirumah sakit.

Hingga saat itu tiba. Hyura harus pindah ke Jepang. Karena ayahnya memili proyek disana. Saat Hyura ingin memberitahu Kyuhyun,ternyata Kyuhyun sudah pulang kerumahnya. Dia sudah sembuh dan tadi pagi sudah diperbolehkan pulang. Hyura hanya berharap bahwa ia suatu saat akan bertemu dengan pangeran kecilnya itu.

End flashback

“Aku akan mencintainya sampai ajal menjemputku. Tak perduli cintaku dibalas atau tidak. Asalkan dia masih berada didekatku,aku akan terus mencintanya dan semakin mencintainya. Oppa kan pernah mengajariku. Cintailah orang yang kau cintai dengan tulus dan tanpa mengharap balasan. Dan aku hanya menurutinya. Apa aku salah?”

“Aku menyesal pernah berkata seperti itu padamu sungguh. Yasudah lupakanlah. Selama dia tak berbuat macam-macam padamu. Aku akan diam saja. Sekarang lebih baik kau istirahat. Aku akan menemanimu malam ini.” Ujar Minjun lalu menyelimuti tubuh adik tercintanya.

‘Seharusnya dulu aku menentang pernikahanmu Ra-ya’ ujar Minjun dalam hati sambil menatap sedih adiknya.

###

Sudah 1 minggu Hyura dirumah sakit. Dan sekarang dia sudah diijinkan pulang. Kyuhyun datang menjemput Hyura setelah diberi kabar oleh Minjun

“Kau istirahat diapartmentmu jangan bekerja. Kalau ada apa-apa segera hubungi aku. Arasso?” Minjun menasihati Hyura

“Ne,arasso nae oppa” ucap Hyura sambil tersenyum

“Kyuhyun aku titip adikku padamu. Kau harus jaga dia” Kyuhyun mengangguk

“Bye oppa” Hyura melambaikan tangannya. Dan mobilpun menghilang dari padangan Minjun
***
Selama diperjalanan hanya sekali Kyuhyun berbicara. Itupun hanya mengatakn bahwa dia tak bisa membantu Hyura membawakan barangnya nanti. Karena dia harus langsung pergi ketempat acara. Hyura hanya mengangguk. ‘Pernikahan macam apa tuhan yang sedang kau berikan padaku?’ Ucap Hyura dalam hati menahan sakit dihatinya. Sesampai didepan apartment mereka, Kyuhyun hanya menurunkan Hyura dan barang Hyura lalu langsung pergi ketempat acara. ‘Aku hanya sampah Kyuhyun-ssi. Kenapa kau tak buang aku saja’ airmatanya tak bisa ia tahan. Air mata keperihan mengalir dengan deras dipipi Hyura.

***

Seperti biasa Hyura menjalani lagi aktifitasnya. Walaupun badanya masih belum sembuh betul,tapi kewajiban seorang istri harus tetap ia jalankan. Seperti biasa ia menyiapkan bimbimbap untuk sarapan Kyuhyun.

“Kyuhyun-ssi sarapannya sudah siap” ujar Hyura mengetuk pintu kamar Kyuhyun. Kyuhyun keluar dengan pakaian rapi. Lalu duduk dimeja makan. Dan menghabiskan makanan yang Hyura hidangkan. Hyura tersenyum melihat suaminya makan dengan lahap

“Kenapa kau tersenyum?” Tanya Kyuhyun pada Hyura yang masih tersenyum

“Ani,hanya senang karena kau menikmati masakanku”

“Aku lapar,jadi apa saja akan aku makan. Aku pergi dulu” ujar Kyuhyun keluar dari rumah. ‘Walaupun ketus tapi dia masih menyukai masakanku. Dan menganggapku ada’ lagi-lagi Hyura tersenyum. Saat sedang membersihkan sisa makanan diatas meja. Tiba-tiba Hyura mendadak mual dan pusing. Segera ia periksa kerumah sakit. Ia tak ingin sampai Kyuhyun atau oppanya khawatir.
***
Saat diperiksa betapa terkejutnya Hyura saat diberitahu bahwa ia mengandung seorang janin. Usianya memang masih muda baru sekitar 1,5 bulan. Hyura senang tak henti dia mengeluarkan air mata kebahagiaan. Dia berencana akan memberitahu Kyuhyun saat makan malam. Dan Hyura berharap dengan adanya bayi ini Kyuhyun akan mulai perhatian dengan Hyura.
***
Malam harinya saat makan malam

“Kyuhyun-ssi ada yang ingin aku bicarakan” ucap Hyura

“Hmm,mau bicara apa?”

“Apa kau ingin memiliki keturunan?” Kyuhyun kaget mendengar pertanyaan Hyura. Dia membanting sendoknya dan menatap Hyura tajam.

“Apa maksudmu?”

“A..aku ha..hamil Kyuhyun-ssi” ucap Hyura ketakutan

“Mwo? Hamil? Kau hamil dengan siapa? Menyentuhmu saja aku tak sudi. Kau selingkuh dibelakangku? Hah? Dasar wanita tak benar?” Ucap Kyuhyun lalu meninggalkan meja makan dengan Hyura yang menangis kencang. Sambil membelai perutnya ‘sabar yah nak,appamu hanya kaget mendengar kabar bahagia ini. Omma akan meyakinkan appamu bahwa kau adalah darah dagingnya. Sabar yah nak’ Hyura mengelus-elus perutnya ‘aku terima kau tak mengakuiku. Tapi akuilah anak ini. Dia anakmu Kyuhyun-ssi’ ujar Hyura sambil terisak-isak.

###

Esok harinya perut Hyura terasa nyeri. Dia menahan rasa sakitnya. Karena tak sanggup ia menghubungi oppanya.
Minjun segera membawa Hyura kedokter. Dokter mengatakan bahwa Hyura mengalami kelelahan dan dia harus menjaga kandungannya.

“Jadi kau hamil?” Tanya Minjun pada Hyura. Hyura mengangguk sambil tersenyum “Chukhaeyo Ra-ya aish aku menjadi ahjussi. Ya tuhan aku sungguh bahagia. Aku akan kabari appa dan omma” ujar Minjun lalu pergi menjauh menghubungi orang tuanya.  ’Adai saja Kyuhyun bisa bahagia seperti reaksi oppa,anak ini pasti sangat bahagia’ ujar Hyura dalam hati

“Lihat nak,ahjussimu sangat senang  mendengar keberadaanmu. Kau tak sendiri nak,ahjussimu pasti akan menyayangimu. Sama seperti appamu yang akan menyayangimu” Hyura berbicara sambil mengelus perutnya.

“Appa dan omma akan pulang besok. Dia tak sabar ingin komunikasi dengan cucunya. Kau sudah menghubungi mertuamu dan Ara noona?” Tanya Minjun sambil mengelus perut adiknya. Hyura menggeleng “nanti akan aku kabari mereka” Minjun mengangguk. Lalu ia asik dengan mainan barunya, dia mengajak bicara janin di dalam perut Hyura.

###

“Ra-ya” Ahra langsung memeluk Hyura saat Hyura membuka pintu apartmentnya. Dan Hyura balas memeluk Ahra. Setelah itu ia mempersilahkan keluarga Suaminya itu masuk. Saat hendak membuat minuman. Nyonya Cho melarangnya. Dan menyuruh Ahra yang membuatkannya

“Jangan banyak kerja,kau harus jaga kandungamu. Aish omma senang sekali saat kau mengabari kami”

“Ne,aku bahkan sengaja bolos kerja untuk melihatmu” ucap Ahra membawa 3 cangkir gelas

“Appa tak bisa kesini,pekerjaannya tak bisa ditinggalkan” Hyura mengangguk mendengar penjelasan Nyonya Cho.

“Kyuhyun mana?” Tanya Ahra

“Oh,dia kerja eonnie,kan Super Junior lagi sibuk” jelas Hyura

“Mwo? Kerja? Aish anak itu minta kuhajar yah”

“Cepat telpon Kyuhyun Ahra. Suruh dia pulang sekarang” perintah Nyonya Cho dan Ahra langsung menghubungi Kyuhyun
Dalam waktu 30 menit Kyuhyun sudah ada diapartmentnya.

“YA! Suami macam apa kau hah? Bukannya mejaga istrinya yang lagi mengandung” marah Nyonya Cho.

“Aku sibuk omma,pekerjaannya tak bisa ditunda”

“Sudah ommonim,aku yang menyuruhnya untuk berangkat kerja kok. Kan dia harus mengumpulkan uang buat keperluan bayi kita” jelas Hyura membela suaminya.

“Yasudalah. Omma mau pulang saja. Dan kau Kyuhyun,awas kalau kau pergi lagi. Jaga istrimu” Nyonya Cho pamit pulang pada Hyura dan calon cucunya diikuti Ahra

“Sayang ahjumma pulang dulu yah. Kau jaga ommamu yah” Ahra mengelus perut Hyura dan mencium perut Hyura.

“Yasudah kami pulang. Jangan banyak bekerja. Kyuhyun kau jaga istrimu” lagi-lagi Nyonya Cho menasihati Kyuhyun
***
“Kau sengaja yah biar omma memarahiku hah?” Kyuhyun membentak Hyura

“Ani Kyuhyun-ssi. Tadi aku sudah menjelaskan bahwa kau..”

“Alah sudah tak usah banyak bicara. Dan sudah kubilang aku tak pernah menyentuhmu jadi anak itu bukan anakku” Kyuhyun mendorong Hyura. Hyura yang memang akhir-akhir ini kelelahan tak kuat menahan tubuhnya. Akhirnya ia jatuh,untung saja dibelakangnya sofa.

Setelah mendorong,Kyuhyun langsung pergi meninggalkan Hyura yang memegangi perutnya. Lagi-lagi perut Hyura terasa nyeri dan tubuhnya benar-benar lemas wajahnya pun pucat. Tak butuh waktu lama Hyura bangkit dan langsung pergi ke rumah sakit. Dijalan ia menahan rasa nyerinya. Saat ia menginjak rumah sakit tubuh Hyura ambruk.
***
“Eeeehhh” Hyura mengerang menahan rasa sakit.

“Tenang Nyonya Goo,kau harus istirahat.” Ujar Dokter Lee. Saat Hyura akan berdiri tiba-tiba hidungnya mengeluarkan darah segar. “Dok,saya kenapa?” Tanya Hyura panik

“Tiduran dulu Nyonya Goo,suster akan membersihkan darahnya” ujar Dokter dan menyuruh suster membersihkan darah dari hidung Hyura.

“Sebenernya saya sakit apa dok? Kenapa keluar darah dari hidung saya?”

“Maaf kan saya. Tapi saya sudah mengulang-ulang mengetest anda dan hasilnya tetap sama. Anda mengidap Leukemia stadium 2″ Hyura menangis dihadapan Dokter.

“Berapa lama lagi hidup saya? Setidaknya bisa kah saya hidup sampai melahirkan anak ini?” Tanya Hyura pada Dokter

“Kalau kanker itu bergerak lambat kau bisa bertahan selama 1 tahun tapi kalau kanker itu bergerak cepat,maaf Nyonya Goo anda tak bisa melahirkan anak anda” Hyura menangis sejadi-jadinya mendengar penjelasan dokter. ’1 tahun lagi umurku. Tuhan aku mohon,biarkan anakku hidup. Beri aku kekuatan hingga aku melahirkannya kedunia ini’

###

“Hyura!! Mana sarapannya. Aku lapar” teriak Kyuhyun menyadari dimeja makan tak ada sarapan apapun.
Hyura yang mendengar teriakan suaminya segera keluar kamar memegangi kepalanya yang terasa pusing.

“Mianhae Kyuhyun-ssi aku telat bangun”

“Dasar istri tak berguna. Cepat bikinkan aku sarapan”

“Ne, Kyuhyun-ssi” Hyura segera membuatkan nasi goreng kesukaan Kyuhyun.

Kyuhyun makan hingga bersih. Dan lagi-lagi Hyura tersenyum sambil mengelus perutnya. Seperti biasa Kyuhyun setelah sarapan langsung pergi meninggalkan Hyura. Dan seperti biasa Hyura membereskan makanan. Dan memasak ramen untuk sarapannya. Setelah dia sarapan dia segera kedokter untuk memeriksa kandungannya. Tapi saat dia hendak keluar sudah ada Minjun,Donghae dan Leeteuk dipintu apartmentnya.

“Oppa!!”

“Ra-ya! Bogoshippo” ujar Donghae memeluk Hyura. Dan gantian ke Leeteuk. Terakhir Minjun mencium kening adiknya.

“Kau mau kemana?” Tanya Minjun yang melihat Hyura sudah rapi

“Kedokter,memeriksa kandunganku” jawab Hyura tersenyum

“Ah iya aku kan kesini ingin memberimu daftar makanan untuk ibu hamil. Juga susu untuk ibu hamil” ujar Leeteuk meletakkan susu didapur.

“Oppa,aku merepotkanmu kan jadinya”

“Ah tidak kok Ra-ya” ujar Donghae “halo adik kecil,aku Hae ahjussi. Bagaimana keadaanmu didalam sana? Kau menjaga ibumu dengan baikkan? Kalau kau pintar didalam sana aku akan menyanyikan lagu untukmu” Donghae asik mengelus dan berbicara pada perut Hyura yang sudah berumur 3 bulan.

“Kau jadi kedokter? Mau aku antar?” Tanya Minjun. Kali ini dia menggantikan Donghae mengelus perut Hyura.

“Boleh,kalau oppa tak sibuk”

“Aku ini pengangguran disini. Mana mungkin sibuk. Yasudah kajja. Leeteuk hyung dan Donghae hyung mau ikut atau tidak?”

“Tentu saja ikut,iya kan Hae?” Ujar Leeteuk pada Donghae yang mengangguk sambil tersenyum.
***
“Kau harus menjaga kandunganmu Nyonya. Jangan melakukan gerakan berat. Nanti kandunganmu menjadi tak baik. Anakmu sangat kuat didalam. Jadi kau juga harus kuat” jelas Dokter dan Hyura mengangguk

“Kamsahabnida Dok,kami permisi” ujar Leeteuk pada Dokter

“Ingat apa kata dokter Hyura. Apa kau perlu immonim untuk membantumu?” Tanya Donghae

“Aniyo oppa tak perlu. Aku bisa sendiri”

“Kau serius Ra-ya? Atau kau tinggal saja sementara waktu denganku” ucap Minjun khawatir.

“Tak usah oppa. Nanti siapa yang mengurus suamiku. Aku baik-baik saja,anakku menjagaku kok. Iya kan sayang” ucap Hyura mengelus perutnya.

“Baiklah,tapi kalau ada apa-apa hubungi kami. Arasso?” Ucap Donghae. Dan Hyura mengangguk

###

Setelah selesai membersihkan rumah dan meminum susu yang diberikan Leeteuk dia segera ke KBS. Eunhyuk dan Siwon memaksanya untuk melihat performnya. Dan mau tak mau dia pun datang. Tapi para oppadeul sudah menyuruh sopir menjemput Hyura. Mereka tak membiarkan Hyura naik bis. ‘Andai saja perhatian oppadeul padaku juga dilakukan oleh Kyuhyun’

Hyura sampai diruang ganti Music Bank dengan digandeng Siwon. Karena Siwon tak sabar ingin bertemu Hyura maka ia menjemput Hyura di parkiran.

“Annyeonghaseyo oppadeul” ucap Hyura saat membuka pintu ruangan. Tak butuh waktu semenit. Semua member sudah memeluk Hyura tentu saja kecuali suami tercinta Hyura,Kyuhyun.

“YA!berhenti memeluk Hyura. Nanti dia tak bisa bernafas” Siwon memisahkan Hyura dari para hyungnya.

“Aigo,ponakanku maafkan ahjussi yah” ujar Sungmin mengelus perut Hyura

“Annyeong ponakanku. Aku Wookie ahjussi. Cepat keluar yah” Ryeowook berbicara pada perut Hyura.

“YA! Masih lama tau” ujar Eunhyuk.

“Sudah berapa bulan Hyura kandunganmu?” Tanya Yesung mengelus perut Hyura

“3 bulan oppa” jawab Hyura tersenyum

“Kyuhyun,kau pasti senang karena sebentar lagi akan ada suara tangisan bayi di apartmentmu. Aku jadi ingin cepat menikahi Nari” ujar Shindong

Kyuhyun hanya tersenyum sebentar. Lalu melanjutkan gamenya. Tiba-tiba ia melupakan suatu benda. Dan dia baru sadar bahwa handphonenya tertinggal.

“Hyura,kesini sebentar” ujar Kyuhyun memanggil Hyura.

“Ada apa Kyuhyun-ssi”

“Handphoneku tertinggal. Bisakah kau mengambilkannya? Aku tak bisa pulang sekarang”

“Ah.baiklah akan aku ambilkan” Hyura bangkit tapi Donghae langsung mencegahnya untuk pulang sendiri

“Aku tak apa-apa oppa. Aku bisa sendiri”

“Ani,kau harus pulang dengan sopir. Ayo aku antar”

“Oppa aku bisa sendiri. Lagian anakku akan menjagaku. Biarkan aku pulang sebentar yah oppa. Hanya mengambil handphone saja” Hyura berusaha meyakinkan Donghae bahwa ia bisa

“Baiklah tapi hubungi aku segera kalau terjadi apa-apa. Arasso?” Ucap Donghae dan Hyura mengangguk. Kyuhyun yang melihatnya hanya menatap tajam lalu membuang pandangannya.

“Aku pamit sebentar oppadeul. Annyeonghaseyo” pamit Hyura pada seluruh oppadeul

“Kenapa perasaanku tak enak yah” ujar Leeteuk. Saat Hyura pergi meninggalkan ruangan

“Jangan berpikiran buruk ah hyung. Hyura pasti baik-baik saja” ujar Sungmin

###

“Benarkan firasatku” Leeteuk sudah menangis tersedu-sedu. Keadaan rumah sakit riuh. Member Super Junior sudah tak sanggup menahan airmatanya. Semua menangis. Keluarga Cho dan Keluarga Goo juga sudah dirumah sakit. Minjun mondar-mandir. Donghae menenangkannya. Sedangkan Kyuhyun,dia hanya terduduk dengan wajah menduduk.
Hyura mengalami kecelakaan saat sedang kembali menuju studio KBS. Badannya tertabrak bis dan terlempar jauh. Sehingga sekarang keadaan Hyura koma. Dia kehilangan banyak darah. Bayi didalam tubuh Hyura lemah. Semua keluarga dan member Super Junior hanya bisa berdoa.

“Bagaimana dok keadaan anak saya?” Tuan Goo langsung menanyakan saat Dokter keluar ruangan.

“Kami sedang berusaha. Keadaan Hyura mengkhawatirkan. Kalian berdoa saja semoga Hyura bisa diselamatkan” Dokter lalu pergi meninggalkan keluarga Hyura.

“Apa yang terjadi sampai dia kembali lagi ke apartment?” Tanya Minjun pada semua member Super Junior. Semua member hanya diam. “YA! Kalian tuli hah? aku tanya,apa yang membuat Hyura kembali lagi ke apartment?” Teriak Minjun lagi. Dia tak bisa menahan emosinya.

“Aku yang menyuruhnya mengambil handphoneku” ucap Kyuhyun masih dengan wajah menunduk.

Minjun berjalan kearah Kyuhyun menarik paksa Kyuhyun dan..

BUKK!

Satu hantaman tepat mnengenai pipi Kyuhyun. Kyuhyun yang memang masih lemah terjatuh. Darah mengalir dibibir Kyuhyun. Melihat Kyuhyun jatuh,Minjun menarik Kyuhyun untuk berdiri.

BUKK!
Kali ini perut Kyuhyun yang kena pukulan Minjun.

BUKK!
Pipi Kyuhyun kena pukulan lagi. Dan darah segar semakin banyak keluar. Donhae dan Siwon segera menghentikan aksi Minjun yang brutal. Tuan Goo menarik Minjun dan menampar Minjun. Minjun terduduk

“Apa yang kau lakukan? Hah? Kau pikir dengan memukul Kyuhyun ,Hyura akan sadar? Hah? Jangan bersikap bodoh!” Teriak Tuan Goo pada Minjun. Minjun menangis.

“Jaga emosimu nak,kau tau kan Hyura sangat mencintai Kyuhyun. Dia akan semakin sedih melihat Kyuhyun dipukul oleh kaka tercintanya. Sekarang lebih baik kita berdoa buat Hyura” ujar Nyonya Goo menenangkan Minjun.

“Mianhae,jeongmal mianhae” ujar Kyuhyun menangis dan bersimpuh dikaki Minjun. Semua larut dalam kesedihan menunggu keadaan Hyura.

“Ijinkan aku menjaga Hyura malan ini” ujar Kyuhyun

“Memang harus kau yang menjaganya. Kau harus tanggung jawab brengsek” ucap Minjun lalu meninggalkan rumah sakit. Dia tak bisa melihat adiknya yang periang sekarang berbaring lemah untuk berjuang hidup.

“Ahjussi,ahjumma. Kami semua pamit dulu. Kalau ada kabar soal Hyura,mohon beritahu kami” ujar Leeteuk pada Keluarga Goo dan Keluarga Cho

“Ne,Leeteuk-ssi. Kami akan beri kabar tentang keadaan Hyura. Kamsahabnida sudah menjaga Hyura selama ini” ujar Tuan Goo

“Hyura adik kami. Sudah seharusnya kami menjaganya ahjussi” jawab Sungmin yang masih bisa menahan tangisnya.
Semua member pulang dengan perasaan tak tenang dan mata bengkak. Kedua keluarga juga sudah meninggalkan rumah sakit. Dia membiarkan Kyuhyun untuk menjaganya.
***
“Permisi Kyuhyun-ssi” ujar Suster masuk kedalam kamar Hyura membawa tas “ini tas Nyonya Goo. Tadi pihak kepolisian mengantar kesini”

“Ah ne,kamsahabnida” Kyuhyun menerima tas Hyura. Saat hendak ia letakkan di atas meja. Kyuhyun melihat sebuah buku. Lalu ia mengambilnya ‘Buku diary’ ujar Kyuhyun dalam hati. Ia membuka lembar pertama.

21 Februari 2011

Hari ini aku kembali kenegara tercintaku,Seoul. Aku kembali karena ingin dijodohkan. Padahal aku sudah berusaha menolak perjodohan itu. Tapi tetap saja appa memaksanya. Semoga calon suamiku mengasikkan. 

Kyuhyun tersenyum. Dia balik lagi lembar berikutnya.

23 Februari 2011

Tadi aku bertemu dengan calon suamiku. Ya Tuhan dia tampan sekali. Ternyata member Super Junior. Namanya Cho Kyuhyun. Sayangnya di anggota Super Junior aku hanya mengenal Siwon oppa. Aku baru menyadari bahwa Super Junior memiliki member yang memiliki wajah sempurna seperti Cho Kyuhyun. Sepertinya pernikahanku akan berjalan lancar ^^

Lagi-lagi Kyuhyun tersenyum

2 Maret 2011

Pertama kalinya aku kencan dengannya. Itupun karena dipaksa appa. Aku senang bisa sedekat tadi dengannya. Sampai saat dia mengatakan bahwa ia setuju hanya karena menghormati appanya. Tuhan,apa yang harus aku lakukan. Apakan pernikahanku akan baik walau hanya cinta sepihak?

Kyuhyun menghela napas panjang

20 Maret 2011

Selesai juga acara pernikahanku. Sekarang aku sudah sah menjadi Nyonya Cho. Tapi sepertinya dia takkan suka kalau aku memakai marganya. Maka aku akan tetap memakai margaku. Aku tak ingin dia marah padaku. Dan aku tadi sempat bahagia,dia menatapku saat aku berjalan ke altar. Tatapannya menyejukkanku. Akankan tatapan itu yang terus dia berikan padaku nanti?

Kyuhyun membalikan lagi lembar berikutnya

25 Maret 2011

Dia tersenyum hangat saat makan malam tadi. Tapi sayang aku tau senyumannya hanya ia berikan saat didepan keluarganya. Tapi aku senang dia tersenyum seperti itu walau hanya berpura-pura. Ini akibat karena terlalu mencintanya. Terima kasih Tuhan ^^

‘Bodoh’ Kyuhyun bergumam

20 April 2011

Sudah 1 bulan aku menikah dengannya. Semalam kami melakukan hubungan suami istri. Tapi sayang,kami melakukan dalam keadaan dirinya mabuk berat. Aku tak tau dia akan terima atau tidak jika tiba-tiba aku mengandung. Semoga saja dia mau menerima bayi kita. 

Kyuhyun kaget. Dia menatap Hyura. Lalu mengelus perut Hyura. Dia menangis ‘Mianhae Hyura,mianhae anakku’ ucap Kyuhyun sambil terisak.

6 Mei 2011

Aku memasakkan makanan untuknya. Tapi tak disentuh olehnya. Lain kali aku harus memasakan makanan kesukaannya. Aku akan meminta bantuan Ryeowook oppa. Faighting Hyura ^^

20 Mei 2011
Dua bulan pernikahan kami. Tapi sikapnya masih sama seperti dulu. Dia tak pernah bicara romantis. Layakkah kami disebut suami istri? Untung saja masih ada Minjun oppa yang menghiburku

20 Juni 2011

Astaga dia tak memakan masakkanku lagi. Dia berkata kasar dan pergi meninggalkanku. Padahal ini pernikahan kami yang ketiga. Harus berapa lama aku menahan rasa sakit ini. Tuhan apa salahku?. Apa yang harus aku lakukan?

27 Juni 2011

Hari ini aku bertemu Ahra eonnie. Dan aku kaget sekaligus senang. Ahra eonnie bilang Kyuhyun dulu sempat kehilangan putri kecilnya saat dirumah sakit. Dulu Kyuhyun dan gadis itu sering ketaman berdua. Sampai ia mendapat kabar bahwa putri kecilnya itu telah pergi dari rumah sakit. Tuhan apa benar ia pangeran 7 tahunku yang lalu? Pangeran yang selalu menemaniku dibawah pohon rumah sakit?

Kyuhyun lagi-lagi menangis. Dia mengenggam tangan Hyura “Aku mohon kau bangun Ra-ya. Aku mohon,bangun putri kecilku.”

10 Agustus 2011

Dia menghabiskan sarapan yang aku buat. Aku sangat bahagia saat dia melahap semua makanan yang aku sajikan. Saat membereskan makananya. Tiba-tiba aku merasa mual. Aku pergi keruamah sakit. Dan ternyata aku HAMIL! Aku benar-benar senang. Tapi saat aku memberitahu dirinya tentang kabar bahagia ini. Dia menolak anak ini. Aku tau akan begini jadinya. Mengucapkan aku selingkuh. Demi Tuhan hanya dirinya aku berhubungan. Cobaan apa lagi yang sedang kau berikan Tuhan

18 Agustus 2011

Tiba-tiba perutku terasa nyeri. Aku langsung menghubungi Minjun oppa untuk menemaniku kerumah sakit. Dan ternyata aku hanya kelelahan. Dan Minjun oppa baru mengetahui bahwa aku hamil. Dia sangat senang. Lalu menghubungi appa dan omma. Aku jadi merindukan mereka. Tuhan tolong jaga appa sama omma

22 Agustus 2011

Ahra eonnie dan ommonim main ke apartment kami. Mereka sangat bahagia saat semalam aku menghubungi mereka bahwa aku hamil. Tapi aku kasian pada suamiku,dia jadi dimarahi oleh ommonim karena meninggalkanku dirumah. Maafkan aku Kyuhyun,aku tak bisa menjadi istri yang baik untukmu. Kau pantas marah padaku. Mianhae Kyuhyun-ssi😥

23 Agustus 2011

Bagaimana aku memberitahu Kyuhyun dan Keluargaku soal penyakit ini. Tuhan aku mohon beri aku kesempatan sampai aku melahirkan anak ini. Walaupun dokter mengatakan umurku tak panjang akibat penyakit ini tetapi aku ingin melahirkan anak ini. Kumohon Tuhan jangan biarkan kanker ini semakin parah.

Kyuhyun berhenti membaca. ‘Kanker?’ dia menatap Hyura yang tertidur tenang. “Ra-ya jebal bangun,aku mohon Ra-ya jangan siksa aku lagi. Ra-ya kau harus melahirkan anak kita. Aku janji aku akan membawamu berobat mengobati kankermu kemanapun nanti. Kumohon bangun Ra-ya. Kau ingin membuatku bahagiakan Ra-ya. Jebal ireona Ra-ya” Kyuhyun menangis sejadi-jadinya.

***

Sudah 1 bulan berlalu tapi Hyura masih tetap tak sadarkan diri. Seluruh keluarga juga member Super Junior sudah mengetahui penyakit Hyura. Dan itu membuat semua terpukul terlebih Minjun.

“Oppa macam apa aku,bahkan adikku sakit aku tak mengetahuinya” Minjun menangis sejadi-jadinya

“Ra-ya aku mohon kau bangun. Kau kenapa tak ingin bangun? Setiap hari aku mengajakmu berbicara,setiap hari aku minta maaf. Aku tau kesalahanku besar,aku mau memperbaikinya Ra-ya. Jebal Ireona Ra-ya. aku mencintaimu,jebal ireona.” Kyuhyun tak henti-hentinya berbicara pada Hyura. Dia sudah tak bisa mengeluarkan air matanya. Setiap hari selama menunggu dirumah sakit,Kyuhyun terus menangis ia menyesal atas perbuatannya selama ini.

“Ra-ya aku mohon bangun. Ra-ya” Hyura menggenggam erat tangan Hyura.

Keajaiban datang Hyura memberikan reaksi,ia balas menggenggam  tangan Kyuhyun. Kyuhyun tersentak lalu menatap Hyura

“Ra-ya,ini aku suamimu. Ra-ya bangun” ucap Kyuhyun lemah. Semua Keluarga besar berkumpul Minjun langsung mendekati Hyura. Seluruh memberpun ikut mendekati ranjang Hyura.

Akhirnya Hyura membuka matanya. Semua keluarga menangis bahagia

“Ra-ya aku mencintaimu, Saranghae” ujar ucap Kyuhyun menatap Hyura. Hyura tesenyum.

Lalu Hyura menatap Minjun yang berdiri disebelahnya

“Akhirnya kau bangun Ra-ya. Aku merindukanmu,aku merindukan saat kau manja padaku. Kau harus sembuh Ra-ya” ujar Minjum membelai kepala Hyura. Hyura tersenyum.

Lalu ia melihat kedua orangtuanya. Lagi-lagi ia tersenyum. Lalu Hyura melihat seluruh member Super Junior satu persatu. Dan lagi dia memberikan senyum terindahnya. Dia bisa melihat seluruh member mengatakan bogoshippo. Hyura melihat kedua mertuanya dan juga Ahra. Lalu ia tersenyum lagi.

Pandangannya kembali ke Kyuhyun. Dia menatap lekat Kyuhyun tepat dimatanya. Lagi dan lagi dia tersenyum,senyum bahagia. Hyura merasa bahagia dengan keadaan yang ia lihat sekarang. Suami yang mencintainya serta keluarga terdekat yang merindukannya.

“Kau harus kuat,kau harus melahirkan anak kita” untuk pertama kalinya Kyuhyun tesenyum hangat pada Hyura. Senyum yang disukai Hyura. Dan sama seperti sebelumnya,Hyura hanya menanggapi dengan senyuman

Lalu Hyura menutup matanya perlahan ‘ambil sekarang nyawaku Tuhan. Aku sudah bahagia sekarang. Terima kasih kau memberikan kebahagiaan untukku walaupun diakhir hidupku’. Dan tiba-tiba garis lurus nampak di layar monitor jantung. Seketika membuat seluruh orang di dalam ruangan tersebut menangis histeris. Bahkan Nyonya Goo pingsan. Nyonya Cho menangis tak henti.

“Ra-ya bangun. Kau tak mungkin meninggalkanku kan? Kau harus bangun. Jebal ireona,jangan siksa aku lagi Ra-ya. Ra-ya banguuunnn” teriak Kyuhyun mengguncangkan tubuh Hyura.

Para Dokter dan suster masuk,lalu menyelimuti tubuh Hyura dengan kain putih

“Istri saya masih hidup dok. Kenapa anda memakainkan kain ini. Dia lagi berjuang untuk saya” Kyuhyun semakin histeris. Sungmin dan Donghae memluknya dan menenangkannya. Minjun sudah menghancurkan segala barang,dia hampir menggoreskan kaca kelengannya,kalau tidak dicegah dengan Tuan Goo. Tuan Goo terpukul,tapi ia mencoba tegar dan ikhlas.

Hari itu menjadi hari terakhir Hyura melihat keluarganya utuh dan dia merasa sangat bahagia. Hari dimana suaminya mengatakan cinta,hari dimana orangtuanya berada disisinya,hari dimana oppanya mengatakan merindukannya,dan hari dimana seluruh member Super Junior menangis untuknya.

Hari itu pula hari terakhir Kyuhyun melihat Hyura,bisa merasakan genggaman Hyura,menikmati wajah Hyura dari dekat dan melihat senyuman indah dari bibir mungil Hyura.

###

Hujan mengantarkan pemakaman Hyura. Seluruh member Super Junior menghadiri pemakaman adik terkasih mereka. Minjun terus mengeluarkan air mata. Dia masih tak percaya adik manjanya pergi meninggalkan dirinya. Tuan Goo dan Nyonya Goo mencoba tegar walaupun air mata mereka terus mengalir,begitupun Tuan Cho,Nyonya Cho dan Ahra mereka mencoba ikhlas. Sedangkan Kyuhyun,dia hanya menatap tubuh istrinya didalam peti untuk terakhir kalinya. Dia mengecup bibir Hyura yang sudah dingin.

“Mianhae jaggi,jeongmal mianhae. Saranghae. Sampai bertemu disurga sayang” ucap Kyuhyun ditelinga Hyura.lalu mengceup bibir Hyura lagi. Kali ini lebih lama,sampai airmatanya turun lagi.

Takkan ada lagi Hyura yang membersihkan kaki Kyuhyun,yang ada hanya Kyuhyun yang terus menangisi Hyura. Takkan ada lagi Hyura yang memasakkan makanan untuk Kyuhyun,yang ada hanya Kyuhyun yang selalu mencoba untuk meningat rasa  masakan Hyura. Takkan ada lagi Hyura yang selalu tersenyum saat Kyuhyun menghabiskan masakannya,yang ada hanya Kyuhyun yang mencoba terus mengingat senyuman Hyura.

“I love you Ra-ya” ucap Kyuhyun meninggalkan pusaran Hyura.

END

Mianhae kalo ada typo atau sejenisnya. Bias juga kunjungin diaryfinfin. Gomawo udah baca

5 thoughts on “[FREELANCE] I Love You Ra-ya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s