[FREELANCE] You Don’t Love Me Anymore?

[FREELANCER] You Dont Love Me Anymore

Title     : You Don’t Love Me Anymore?

Scriptwriter: babocheonsa

Main Cast: EXO Sehun as Oh Sehun

Kim Cheonsa as You (Readers)

Support Cast: EXO Kai as Kim Jongin

EXO Luhan as Xi Luhan

EXO Suho as Kim Junmyeon

Super Junior Heechul as Kim Heechul

A-Pink Hayoung as Oh Hayoung

Rating: PG-13

Genre: Romance, Friendship

Duration: Oneshot

Disclaimer: All casts belong to themselves and the story based on my pure imagination ©2013babocheonsa

Note: Sudah pernah dipublish di blog pribadi, dengan casts berbeda. Thanks for reading this story. Hope you enjoy this! Don’t forget to leave your comment ^___^

SUMMARY:

 “Saranghaeyo” bisikku ditelinganya, kulihat ia tersenyum. Senyum yang mampu membuat jantungku berdegup kencang. Namun tiba-tiba ia pergi entah kemana.Terbesit sedikit kecewa di hatiku. Lagi-lagi begini. Hey,mengapa kau selalu menghindar ketika aku menyatakan perasaanku padamu? Apa kau tidak mencintaiku seperti dulu lagi? Apa salahku padamu?

♣♣♣♣

“Sehun-ah! Sedang apa kau duduk sendiri disini?” suara itu membuyarkan lamunanku. Oh, rupanya Jongin.

“Kau mau main bola bersamaku?” tanyanya lagi tanpa menunggu jawaban dari pertanyaan sebelumnya. Aku hanya menggelengkan kepala.

“Hey, ada apa denganmu? Kau ini tidak bersemangat sekali”

“Aniyo. Aku tidak apa-apa. Sudahlah, kau pergi saja” sungguh, aku tidak ada minat sekalipun untuk bermain bola atau apapun saat ini.

“Ya sudah kalau begitu, aku pergi dulu ya!” Jongin melambai-lambaikan tangannya sambil tersenyum-senyum, dasar namja aneh.

Tiba-tiba ada seseorang menepuk pundakku dari belakang. Kubalikkan badanku, tidak ada ada siapa-siapa. Saat aku berbalik lagi, alangkah terkejutnya aku melihat Cheonsa kini telah berdiri di hadapanku.

“Cheonsa-ya?” jujur, aku masih shock karena kedatangannya yang memang selalu tiba-tiba.

“Wae? Kenapa kau melihatku seperti itu?” ia mengerutkan alisnya.

“A,aniyo.. aku hanya terpesona dengan kecantikanmu” ucapku sedikit menggoda. Kulihat semburat merah mewarnai pipinya yang putih itu. Aigoo, imut sekali.

“Mmmm, sedang apa kau disini?” rupanya ia mencoba mengalihkan perhatian, mungkin ia gugup karena perkataanku tadi.

“Aku sedang menunggumu disini” entah mengapa aku igin menggodanya lagi.

“Sehun oppa, jangan menggodaku terus” ia menggembungkan pipinya. Aku hanya tertawa melihat tingkahnya.

“Kau tidak mau duduk?” kataku sambil menepuk-nepuk bangku sebelahku yang masih kosong.

“Aniyo, oppa selalu menggodaku. Lebih baik aku pergi saja” ia baru saja akan melangkahkan kakinya untuk pergi, namun aku segera menahan tangannya dan mendudukkannya di sebelahku.

“Kau ini, begitu saja ngambek” ujarku sambil memencet hidungnya gemas.

“Kau mau es krim?” lanjutku lagi.

“Mau! Tapi aku tidak punya uang..”

“Tunggu sebentar. Aku akan membelikannya untukmu. Tunggulah disini” segera kulangkahkan kakiku ke penjual es krim di seberang jalan. Dan aku kembali ke bangku taman itu sambil membawa sebungkus es krim. Mengapa hanya satu? Apakah aku hanya memberikan es krim itu pada Cheonsa? Tentu saja tidak. Aku juga sangat menyukai es krim.

“Oppa, kenapa cuma beli satu? Oppa tidak makan juga?” alisnya berkerut, heran.

“Aniyo. Enak saja. Aku juga mau”

“Jadi, oppa tidak membelikanku juga? Aah, oppa jahat” Cheonsa memukul-mukul pundakku. Aku sangat senang sekali jika ia menjadi manja seperti ini.

“Aaah, appo. Es krim ini untuk kita berdua tahu!” ia berhenti memukul-mukul pundakku. Sebenarnya tidak terasa sakit, aku hanya berpura-pura.

“Mwo? Untuk berdua?”

“Iya. Biar lebih romantis” jawabku sambil mencolek dagunya.

“Aish! Kau ini ada-ada saja oppa” ia hanya menggeleng-gelengkan kepalanya.

Jadilah kami menikmati sebungkus es krim ini untuk berdua. Sesekali kami bercanda sambil mencolekkan es krim satu sama lain. Dan entah mengapa rasa nyaman menjalari tubuhku saat aku berdekatan dengannya seperti ini. Mungkn karena aku benar-benar mencintai gadis disampingku ini.

♣♣♣♣

“Sehun-ah, sampai kapan kau terus seperti ini?” Jongin tiba-tiba bertanya padaku saat kami sedang makan di kantin sekolah. Aku benar-benar tidak mengerti apa maksud pertanyaannya.

“ Mwo? Maksudmu?”

“Apa kau tidak sadar? Sekarang kau jadi lebih pendiam, Sehun. Kau bahkan menutup diri dariku dan yang lainnya” nadanya penuh kecemasan dan sedikit kekecewaan.Namun ia berusaha untuk tetap berkata setenang mungkin.

“Sudahlah aku tidak apa-apa. Lihat, aku masih bisa tersenyum kan?” kuperlihatkan senyumku padanya.

“Bahkan senyummu terlalu dipaksakan, Sehun-ah. Kau pikir aku tidak tahu?” kali ini nada bicaranya terdengar lebih tegas.

“Sehun-ah, aku benar-benar khawatir padamu. Kau menjadi lebih pemurung sejak gadis itu meninggalkanmu”

“Dia tidak akan meninggalkanku. Dia hanya pergi ke luar negeri saja, Kim Jongin. Dan sekarang dia sudah kembali. Dia tidak meninggalkanku kan? ”

“Tapi.. Dia..”

“Sudah, cukup! Aku mencintainya! Apa itu tidak boleh? Hah?”

“Tapi, Sehun-ah..”

“Sudahlah, jangan kau campuri urusanku lagi!” baru kali ini aku membentak Jongin. Sebenarnya aku tidak tega pada sahabatku ini. Namun aku tidak mau ia mengatakan yang tidak-tidak tentang Cheonsa. Gadis yang paling aku cintai.

♣♣♣♣

“Oppa, annyeong!”

“Oh, annyeong. Cheonsa-ya, Naega bogoshipeoyo..” ucapku manja sambil memeluknya.

“Mwo? Bukankah kemarin kita bertemu? Cepat sekali merindukanku” sepertinya ia akan melepaskan pelukanku, namun aku menahannya.

“Oppa, lepaskan. Kau tidak malu apa? Ini kan di tempat umum”

“Aniyo. Biarkan saja seperti ini dulu, jebal..”

“Emm, baiklah” ia menyandarkan kepalanya di bahuku. Jantungku terasa berdetak sangat cepat dan sangat bahagia saat ini.

“Oppa, sudah ya. Aku gak bisa bernafas nih..” ia melepaskan pelukannya. Tubuhku  jadi terasa hampa. Oh Tuhan, andai aku bisa memberhentikan waktu..

“Oppa, kulihat tadi kau sedang melamun. Apa ada masalah?” aku hanya menggelengkan kepala. Tentu saja tidak akan kuceritakan masalahku dan Jongin tadi. Aku tidak ingin dia khawatir.

“Aniyo. Hanya sedikit lelah saja” aku berusaha tersenyum seolah tak terjadi apa-apa.

“Ya sudah oppa cepat pulang sana” ia mendorong-dorong bahuku pelan.

“Hei, hei. Kau mau mengusirku?”

“Tidak. Aku ingin oppa cepat pulang dan istirahat. Supaya tidak capek lagi” ia tersenyum polos. Aku sangat suka senyumnya itu.

“Arraseo. Tapi aku ingin mengatakan sesuatu padamu”

“Ya sudah, katakan saja oppa” lagi-lagi ia tersenyum.

“Kim Cheonsa, aku sangat mencintaimu” kugenggam kedua tangannya  dan menatap dalam kedua matanya. Sepertinya aku terhipnotis akan keindahan kedua mata itu.

Dan ia lagi-lagi hanya tersenyum sambil melepaskan genggaman tanganku. Entah apa maksud dari senyumnya itu. Aku tidak dapat mengartikannya.

“Cheonsa-ya, mengapa kau..” kata-kataku terputus saat seseorang menepuk bahuku dari belakang. Aish! Siapa sih, memangnya tidak lihat aku sedang berbicara serius dengan Cheonsa?

“Sehun-ah, sedang apa kau disini?”

Kutolehkan kepalaku ke belakang, dan ternyata ia adalah Luhan hyung. Tetangga sebelah rumahku.

“Kau tidak lihat hyung, aku sedang..” Saat kutolehkan kepalaku lagi tidak ada orang disana. Omo! Dimana Cheonsa? Mengapa dia sudah tidak ada? Kemana perginya gadis itu?

“Hei, Sehun. Kau sedang apa? Mengapa mukamu terlihat kebingungan begitu?”

“Aniyo, hyung. Tidak ada apa-apa”

“Baiklah, ayo kita pulang. Kau mau pulang kan?” aku hanya mengangguk. Luhan hyung merangkul pundakku dan berjalan menuju ke rumah. Namun aku masih bingung, kemana perginya Cheonsa? Mengapa dia hilang begitu saja?

♣♣♣♣

“Aku pulang..” ucapku tak bersemangat.

“Sehunnie, kau sudah pulang. Ayo, mandi dulu. Eomma sudah siapkan makan malam”

“Eomma, aku sudah kenyang. Tadi aku sudah makan bersama Luhan hyung” maafkan aku Eomma, aku berbohong. Aku benar-benar tidak berselera makan sekarang.

“Oh, begitu. Kalau begitu cepat mandi dan istirahat kau pasti lelah” kata Eomma sambil mengelus-elus rambutku.

“Ne” jawabku singkat.

“Sehun oppa, kau tidak makan kan? Ddeokboki-mu kuambil ya?” Hayoung , adikku rupanya mendengar percakapanku dengan Eomma tadi.

“Terserah kau lah” jawabku malas.

‘Dasar maniak ddeokboki’ rutukku dalam hati.

Segera kulangkahkan kakiku menuju kamar, mandi, dan berganti baju. Setelah itu kuambil foto yang ada di atas meja belajarku dan berbaring diranjang. Kupandangi foto itu lekat-lekat. Foto yang diambil dua tahun lalu saat aku dan Cheonsa berjalan-jalan di Garosoo street, Shinsa-dong. Kami berdua berfoto disana untuk kenang-kenangan. Pikiranku kembali melayang kepada kejadian sore tadi, saat aku menyatakan perasaanku padanya. Mengapa dia tiba-tiba menghilang begitu saja? Mengapa dia selalu menghilang saat aku menyatakan perasaanku padanya? Padahal dulu dia akan selalu mengatakan kalau ia mencintaiku juga. Cheonsa-ya, kau benar-benar membuatku gila. Apa kau sudah tak mencintaiku lagi?

“Sehunnie oppa, kau sedang apa?” Hayoung? Sejak kapan ia masuk kamarku?

“Ya! Kau benar-benar membuatku kaget. Kenapa tidak ketuk pintu dulu?”

“Sudah kok, oppa saja yang dari tadi bengong” jawabnya santai.

“Hei,kau sedang liat apa?” ia mengambil foto yang sedari tadi kupandangi. Seketika itu, mimik mukanya berubah.

“Kau sangat merindukannya ya?”

“Tadi sore aku bertemu dengannya.Dan aku menyatakan perasaanku padanya, tapi dia tidak menjawab. Apa dia tak mencintaiku lagi? Apa aku punya salah terhadapnya?”

“Mwo? Bertemu dengannya? Apa kau sudah gila? Cheonsa eonni itu…” kata-katanya menggantung, seakan-akan ada sesuatu yang disembunyikannya.

“Cheonsa itu apa? Apakah kau menyembunyikan sesuatu dariku?”

“Sebenarnya,apa yang dikatakan Jongin oppa selama ini benar..” aku benar-benar tidak mengerti apa maksud adikku ini.

“Hayoung-ah, aku tidak mengerti maksudmu”

“Sebaiknya oppa ikut aku sekarang. Kau akan mengerti” lanjutnya lagi.

♣♣♣♣

“Kau mau membawaku kemana?” aku benar-benar bingung. Aku tidak mengerti apa maksud Hayoung. Perkataan Jongin selama ini benar? Apa maksudnya? Selama ini Jongin bilang kalau..

“Kita sudah sampai” Hayoung segera menarik tanganku keluar mobil. Tunggu, bukankah ini rumah Cheonsa?

“Apakah kita akan bertemu Cheonsa?”

Hayoung tidak menjawab. Dan aku hanya mengikutinya dari belakang. Hayoung mengetuk pintu rumahnya, dan beberapa saat kemudian Junmyeon, kakak Cheonsa membukakan pintunya.

“Oh, Hayoungie, Sehun-ah. Ada apa?” tanya Junmyeon hyung sambil tersenyum, dia sangat mirip dengan Cheonsa. Apalagi saat tersenyum.

“Sebaiknya, kita beritahu apa yang sebenarnya terjadi sekarang oppa..” kata Hayoung.

“Arraseo, arraseo. Kalian masuk saja dulu” Junmyeon hyung sepertinya juga menyembunyikan sesuatu.

“Duduklah, aku akan memanggil appa sebentar”

Setelah Junmyeon hyung pergi, aku mengamati bangunan rumah ini. Masih saja sama seperti dahulu. Saat aku sering bermain kesini menemui Cheonsa. Oh ya, dimana Cheonsa sekarang? Apa dia tidak ada di rumah? Beberapa saat kemudian, Junmyeon hyung dan Heechul ajusshi datang.

“Annyeong haeseyo ajusshi” kataku dan Hayoung hyung sambil membungkukkan badan.

“Annyeong, Hayoung-ah, Sehun-ah. Silahkan duduk”

“Kamsahamnida” kataku sambil duduk kembali.

“Ajusshi, dimana Cheonsa? Apa dia sedang keluar?”

“Emm, sebenarnya ada yang ingin kukatakan padamu nak Sehun” Heechul ajusshi malah tidak menjawab pertanyaanku.

“Sebenarnya Cheonsa..” kata Hayoung.

“Sebenarnya Cheonsa sudah meninggal setahun yang lalu. Saat dia di Jepang” Apa? Yang benar saja? Apa maksud Junmyeon hyung ini?

“Dia sebenarnya ke Jepang untuk berobat. Karena dia menderita kanker” apa? Jadi adikku juga sudah tahu? Dan dia tak pernah memberitahuku sama sekali?

“Jadi.. Cheonsa benar-benar..” air mataku tumpah tak terbendung. Kim Cheonsa, gadis yang selama ini aku cintai telah meninggalkanku? Ia benar-benar meninggalkanku?

“Mianhae. Kami tidak pernah memberitahumu. Kami takut kau akan shock” kata Heechul ajusshi.

Hayoung memelukku erat. Aku benar-benar tidak percaya, Cheonsa meninggalkanku selama-lamanya. Dan mereka tidak pernah memberitahuku soal ini. Dan gadis yang belakangan ini kutemui hanya imajinasiku saja? Ya Tuhan, katakanlah ini hanya sebuah mimpi buruk. Bangunkan aku dari mimpi ini Tuhan.

“Aku tahu, kau pasti kecewa karena kami tidak pernah memberitahumu. Mianhae oppa, jeongmal mianhae..” Hayoung berusaha menenangkanku. Kurasa ia juga ikut menangis, bulir-bulir air matanya terasa di pundakku. Dan aku masih tidak percaya, Cheonsa benar-benar meninggalkanku. Satu-satunya gadis yang pernah aku cintai kini tak dapat kulihat lagi. Cinta pertamaku telah pergi, untuk selama-lamanya.

♣♣♣♣

Hari ini tepat 7 tahun peringatan hari kematian Cheonsa. Dan di tempat in Oh Cheonsa. Setelah kepergian Kim Cheonsa, aku sempat terpuruk dan hampir bunuh diri karenanya. Namun Cho Kyurin, wanita yang sekarang menjadi istriku ini telah menyadarkanku bahwa cinta tak selamanya harus memiliki. Meskipun aku tidak dapat menghapus Cheonsa dari hatiku, Kyurin tetap menungguku, menemaniku, sampai akhirnya aku mulai menerimanya di hatiku hingga kami menikah dan memiliki Cheonsa kecil diantara kami. Dia tetap bearada disisiku dan mencintaiku, walaupun tidak sepenuhnya aku melupakan cintaku pada Kim Cheonsa, cinta pertamaku.

 

 

One thought on “[FREELANCE] You Don’t Love Me Anymore?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s