F~SHINING LIVE~M PART 1 FF Freelance

 

F~SHINING LIVE~M PART 1

   Anyeong yeorobun ^^

Bagaimana kabar nih? Mumpung punya suasana baik, so aku buat ff abalku lagi. Berawal terinspirasi dari drama korea kesukaanku baru-baru ini A Gentleman Dignity, tambah juga satu biasku gara-gara drama ini. Tau dong siapa dia (?) #gknyambung. #Warning : gak nyambung-geje-typo melayang,dsb…..!!!!

Daripada lama kita langsung capcuz yukk….xD

Happy reading ^^

 

Author     :    LeeJH (@Xeanthy_Widjaja)

Genre       :    Sad/Romance/find yourself

Maincast  :    Choi Minho aka Choi Minho / Lee Minho

                     Park Jiyeon aka Park Jiyeon

Support    :    Choi Siwon aka Choi Siwon

                     Im Yoona aka Lee Yoona

                     Kwon Yuri aka Kwon Yuri

                     Park Jungsoo aka Park Jungsoo

                     Kim Taeyeon aka Kim Taeyeon

                     Etc

                 ********************************************************

                 ‘Terpaku pada sebuah kata yang nyata. Bisakah sedikit untuk membuatku merasa bahagia meskipun sekali saja?’

Hal terindah yang tak pernah kau tahu, tapi semoga kau mendengar melewati bisikkan hatimu.

……………………………………………………………………………………………………

BackSong – Hope is a dream that doesn’t sleep (Kyuhyun SJ) #gktauinilagunyambunggak

                 — 9 Desember 1990 –

 

                 Janji ikatan kedua insan telah berlalu dua jam yang lalu. Tak urung datangnya para tamu yang hadir. Sekadar memberikan selamat pada kedua mempelai. Tampak mempelai wanita tersenyum manis sepanjang acara. Lain hal dengan sang pria, menampilkan senyum yang terkesan paksa. Bukanlah sebuah adat namun kini merajalela. Bagi kalangan sosialista di negeri ginseng ini bukanlah sebuah kekaguman lagi. Perjodohan lebih tepatnya, meski hanya satu kata berisikan sepuluh huruf ini mampu membuat bahagia, sedih, suka, lara dan perasaan lainnya.

          Setelah melangsungkan acaranya, Choi Siwon mempelai pria itu melepas jas hitam dan tuxedonya sembarang arah. Menggantikan dengan kaos putih polosnya. Didapati pula sang istri Lee Yoona telah berganti baju dengan piyama tidurnya. Melirik arloji silvernya, segera ia menyambar jaketnya dan pergi mengendarai mobilnya. Tanpa menghiraukan pertanyaan istrinya. Dilajukannya mobil itu dengan kecepatan diatas rata-rata. Pikiran berkecamuk memenuhi otaknya. Hingga sampai pada pelatarn gedung apartemen Siwon memarkirkan mobilnya. Langkah kakinya membawanya ke lantai 12 apartemen itu. Dengan cepat Siwon mengetuk pintu bernomor 32A. Siwon berdecak kesal ketika tak ada satupun sahutan dari dalam.

          “Yeobseo”

          “Cari keberadaan Kwon Yuri secepatnya” teriaknya kesal kepada seseorang dijalur lain

          “Baik Tuan muda”

‘klik’

Tangannya mengepal emosi, Siwon mengarahkan tangannya meninju dinding apartemen itu.

 

 

          ‘Gangnam, kawasan gedung Seoung Ju’ inti dari pesan yang dikirimkan anak buahnya. Terlukis senyum sinis dibibir Siwon. Dengan segera Siwon menyambar kunci mobilnya. Melesat meninggalkan gedung apartement itu menuju keberadaan Kwon Yuri. Sesampainya didepan gedung yang ia tuju, dengan cepat mulai mencari pintu bernomor 15 lantai 5 itu.

Diketuknya pintu itu, munculah wanita yang dicarinya. Segera ia bawa wanitanya kedalam pelukan hangatnya. Masih terselip rasa marah didirinya pada kekasihnya itu, tanpa berpamitan padanya ia meninggalkan dirinya itu. Berbeda halnya dengan Yuri, kekagetannya itu tak terbayangkan. Sebisa mungkin ia pergi untuk menyendiri disertai perasaan hancurnya.

“Mengapa kau mencoba meninggalkanku? Wae?” Tanya siwon pada yuri yang hanya mampu dijawab isakan tangis darinya

“Oppa, kumohon biarlah kumencoba pergi dari hidupmu. Kau sudah dimiliki seseorang, tak seharusnya kita masih bersama” jawaban yuri bagaikan api emosi yang membakar dirinya.

“Kwon Yuri. Berapa kali harus kukatakan padamu. Pernikahan ini hanyalah keterpaksaan untukku. Lee Yoona, kau tak perlu mengkhawatirkannya. Hanya butuh jeda waktu bagiku untuk menceraikannya” terdengar serius akan ucapan kekasihnya. Tapi bagaimanapun juga Siwon telah memiliki istri. Sejatinya istrinya lebih pantas memiliki seutuhnya perhatian, sayang dan cinta darinya. Dirinya hanyalah kekasihnya saja.

Yuri masih kaku dan tidak bisa mengucapkan satu kata untuk menjawab ucapan Siwon. Jujur saja ia sangat menginginkan pria itu dalam kehidupannya seterusnya, namun seseorang lah yang menjadi pemilik utuh pria itu. Jika kembali mengingat kejadian beberapa jam lalu hanya air mata dan senyum miris yang mampu berkata. Tangis Yuri semakin menjadi dipelukan Siwon, berbagai perasaan membuncah dihatinya.

“oppa… “ belum sempat menjawab apa yang dikatakan Siwon’ kekasihnya terlebih dulu bibirnya dibungkam oleh siwon.

Siwon menatap wajah wanitanya dengan diiringi senyumnya. Senyum yang selalu menjadikan Yuri jatuh cinta pada seorang Choi Siwon. Seolah senyuman itulah gambaran perasaan yang tak ingin dipisahkan. Siwon kembali mengacup bibir Yuri, bibir yang selalu membatnya merasakan rasa manis yang membuatnya menjadi pecandu untuk selalu melakukannya.

“oppa…mengapa bisa kau berada disini?” Tanya Yuri yang masih mengatur nafas beratnya seusai mengakhiri ciuman itu.

“kau sudah tahu jawabannya Kwon Yuri. Aku tak akan membiarkanmu pergi menjauh dariku dengan keadaan seperti ini”

“oppa…kau sudah beralih ditangan lain.”

“Dengarkan ucapanku tadi. Hanya butuh waktu untukku menceraikannya”

 

            _****_

 

            “oppa…apa kau sungguh mencintaiku?” Tanya Yuri pada Siwon yang kini berada dipelukan dada bidang Siwon beralas kasur empuk berwarna coklat.

            “Everything is you”

            “Tapi, aku merasa menjadi wanita jahat terhadap Lee Yoona. Bagaimanapun ialah yang memilikimu seutuhnya”

            “Yuri~ya sudahlah jangan pikirkan wanita itu. Jika kau mau, hari ini aku bisa meminta pengacaraku mengurus surat ceraiku dengan Yoona”

            “Oppa…kalian baru menikah kemarin, haruskah itu terjadi?”

            “Jangan pernah kau mencoba pergi dari sisiku lagi. Aku membutuhkanmu” ucap Siwon dan mengeratkan pelukannya pada Yuri.

Yuri memejamkan matanya beberapa saat dan kembali membuka matanya diselingi hembusan nafasnya. Ia tahu, jika berdebat dengan orang seperti Siwon tak akan menemukan ujungnya. Aapalagi penyebabnya jika bukan dilandasi hal yang menyangkut separuh jiwanya? Pria ini akan sangat sensitive dan overprotective terhadap itu.

            “Ucapan manismu yang selalu membuat wanita dipelukanmu ini tak bisa melepasmu”

            “Bagus jika begitu. Kau milikku dan aku milikmu”

_3 months later_

            Dengan malasnya Yoona menonton acara tv yang sedari tadi menemaninya menunggu Siwon pulang. Meskipun 3 bulan pasca pernikahannya, tak ada yang berubah. Siwon tetap dingin dan terkesan acuh padanya. Sebisa mungkin, ia menjadi istri yang baik untuk Siwon, namun apa daya yang bisa ia lakukan? Ia terlalu lemah jika tersangkut pautkan pada Siwon.

Yoona tahu jika suaminya sangat mencintai yeoja bernama Kwon Yuri. Tetapi ia berpura-pura tidak tahu perihal itu. Ia juga mengerti jika suaminya sangat lemah tanpa seorang Kwon Yuri. Tetapi ia yakin suatu saat jika ia mencoba bersabar, dewi fortuna akan memberikan cahayanya, mengubah Siwon menjadi lemah tanpa dirinya. Sejatinya ia pun tak tahu kapan itu terjadi, hanya suatu saat.

            Kesedihannya tak berhenti hanya dalam hal itu. Dijalur lain Siwon juga hanya berbicara seperlunya, pulang larut malam dan biasa berangkat pagi dan banyak hal yang mungkin jika diceritakan, akan membuang kristal bening dari tungkai matanya.

Masih setia dengan penantiannya menunggu Siwon pulang, meskipun kantuk mulai merasuki dirinya. Dia tahu, jika Siwon mungkin tidak pulang malam, namun tak pernah ada rasa lelah walupun penantiannya kini akan sia-sia. Terlihat bodoh, dan tak jarang ia tertidur disofa. Tak jarang juga ia dalam perut kosong sampai hari berikutnya karena sudah tidak nafsu memakan makanan yang akhirnya hanya akan terbuang.

Disela-sela kantuknya, terdengar dentuman pintu yang berasal dari pintu masuk utama yang tak jauh dari ruangnya menonton tv. Tersadar akan suara itu, Yoona terburu mendekati sumber suara. Didapatinya kini Siwon berada diambang pintu dengan keadaan sempoyongan. Perlahan tapi pasti, kakinya berjalan mendekati suaminya.

“Siwon oppa..” pekik Yoona kaget melihat kondisi Siwon. Dengan segera Yoona memepah tubuh Siwon itu. Ia mencium aroma soju dari mulut Siwon.

“Kau mabuk?”

“Akkkuuuu…..tidakkk mabuuukkk. Hey..”

Yoona langsung membawa Siwon kedalam “Mengapa kau bisa mabuk?”

“Suudahh kubilanggg akku tidakkkk mabuukkkk” ucap Siwon menekan kata ‘aku tidak mabuk’ yang masih dalam pengaruh soju. Yoona hanya melanjutkan langkahnya membawa Siwon kedalam kamar.

“Hey….kau dengar? Aku tidakkk mabukk” ucap Siwon sekali lagi karena merasa tak ada jawaban dari Yoona.

“Sudahlahhh…aku akan membawamu kekamar” Siwon menepis tangan Yoona. Yoona yang kaget memberanikan bertanya pada Siwon.

“Kenapa oppa?”

“Aku tidakk mauu…aku mau bersenang-senang” ucap Siwon dengan nada bicara yang mulai ngelantur.

Tiba-tiba saja Siwon mengangkat tubuh Yoona dan membopongnya menuju kekamar mereka. Siwon menghempaskan Yoona diatas kasur king size berseprai putih.

“Opp…aa..apa yang akan kau lakukan?” Tanya Yoona yang mulai takut dengan kelakuan Siwon. Siwon tak menjawab pertanyaan Yoona, ia mencium bibir Yoona dengan kasar yang membuat Yoona terlonjak kaget.

“Le..paskkaan..” Yoona berusaha mendorong Siwon yang berada diatasnya, namun tenaganya tak mampu melawan Siwon terlebih kini Siwon dalam kondisi mabuk. Siwon melepas ciuman mereka dan beralih menatap wajah Yoona. “Ternyata kau cantik jugaa…” Siwon kembali mencium Yoona dan tangannya bergerak liar menyentuh tubuh Yoona. Yoona hanya terdiam dan air mata menetes dari matanya.

 

            *****

            Matahari mulai menampakkan dirinya. Membangunkan manusia untuk memulai aktivitas rutinnya. Memanggil dengan pancaran sinarnya diseluruh belahan bumi.

Yoona yang merasa silau dengan sinar matahari yang masuk melalui celah kamarnya, mulai membuka mata sipitnya. Ia mengerjapkan matanya dan Aww!! Ia merasakan sakit pada daerah bawahnya, ia juga merasakan badannya remuk redam dan terlonjak kaget melihat bercak berwarna merah disekitarnya. Sedetik kemudian, ia menutup mulutnya dengan tangannya dan mengalihkan pandangannya ke arah orang yang berada disampingnya. Yoona memberanikan diri membuka selimut yang menutupi tubuhnya dan Siwon. Apakah ia sudah..?

Ya Tuhan…ia benar melakukannya…Apa yang harus kuperbuat?’ pertanyaan itu kini berputar mengelilingi otaknya.  Yoona bangkit dari tidurnya dan langsung memakai bajunya yang tercecer dilantai. Meski masih shock dengan apa yang terjadi, sebisa mungkin ia menganggap hal ini tidak pernah terjadi. Jujur inilah hal yang sangat ingin ia rasakan, namun waktu dan kondisi yang membuatnya merasa ini adalah kesalahan.

 

            Siwon memegangi kepalanya yang terasa pusing. Ia mendudukan dirinya dipinggiran tempat tidur. Siwon mencoba mengingat apa yang terjadi semalam. Ia hanya mengingat jika semalam Yuri tak bisa dihubungi karena berada di Busan dengan Hyoyeon lalu Jungsoo dan Jongwoon mengajaknya minum di bar. Dan banyak botol soju yang ia teguk sehingga mabuk berat. Siwon mengedarkan pandangnya pada tempat tidur yang nampak berantakan. Matanya melebar manakala melihat bercak darah menempel dikasur. Otaknya mencoba mencerna kejadian semalam. Ia mengacak rambutnya frustasi.

            _****_

            Yoona meletakkan sepotong roti dan mengolesinya dengan selai kesukaannya. Pikirannya masih berkecamuk akan kejadian semalam. Bagaimana kalau Siwon memarahinya? Bagaiman jika..arrggtt… semuanya terasa ingin ia hentikan sekarang juga. Siwon keluar dari kamarnya dengan setelan jas yang sudah rapi menempel dibadannya. Ia melangkah menuruni anak tangga dan menuju arah dapur. Sontak Yoona yang mendengar derap langkah kaki menghampirinya hanya bisa meneguk salivanya. Yoona membalikan badannya dan melihat Siwon yang sedang menatapnya sambil meneguk air mineral dingin yang baru saja diambilnya. Degg! Yoona merasa keringat dingin mulai keluar dari tubuhnya, rasa takutnya semakin bertambah.

“Apa semalam aku mabuk?” Tanya Siwon tiba-tiba

Dengan takut, Yoona menganggukkan kepalanya.

“Aku pergi dulu” balas Siwon singkat setelah mengetahui jawaban dari Yoona.

 

            ……………….

 

            Dua minggu telah berlalu. Namun bayangan kejadian malam itu tak bisa dihapus dalam pikiran Yoona. Sikap Siwon terhadapnya pun masih sama seperti dulu dan sekarang lebih terkesan sangat membenci Yoona. Tetapi bagaimanapun juga ini bukan salahnya, kejadian itu diluar kendali Siwon. Malam ini lagi-lagi Yoona hanya berteman dengan tv dan snack ringan ditangannya. Tidak ada acara malam ini yang menrutnya bagus, acara favoritnya telah berakhir sejak sejam yang lalu. Ia berjalan menuju sofa ruang tamu untuk menunggu suaminya pulang seperti biasa.

            Suara mobil terdengar memasuki garasi rumahnya. Senyum terlukis dibibir Yoona. Dengan segera ia berjalan kearah pintu dan membuka pintu dengan senyum yang masih terlukis indah. Tetapi, perlahan namun pasti senyum itu turun membentuk lengkungan bawah. Matanya memandang nanar Siwon yang berjalan dengan seorang wanita yang sangat dicintai suaminya itu

            ‘Kwon Yuri’

Yoona berdiri beku diambang pintu. Ia merasakan ribuan batu menghujannya seketika. Siwon sama sekali  tak peduli dengan Yoona dan ia hanya berjalan cuek melewati Yoona dengan mengandeng tangan Yuri erat. Yuri yang diseret Siwon dengan langkah panjangnya hanya bisa tersenyum kikuk pada Yoona, bagaimanapun juga ia seorang wanita seperti Yoona, jadi ia bisa merasakan apa yang sedang dirasakan Yoona saat ini. Dalam sekejap bulir air mata terjun membentuk sungai kecil dipipinya, hanya terlihat punggung Siwon yang semakin menjauh menuju kelantai dua rumahnya. Yoona memegang dadanya merasa sesak didalam sana. Ia berlari menuju taman belakang rumah dan mendudukan dirinya dikursi panjang taman itu dengan air mata kesedihannya yang semakin meluncur.

 

            — 26 Oktober 1991 –

 

            Meliuk-liuk indah bagaikan lukisan natural yang dilukis oleh pelukis terkenal membawa makna indah yang tersirat dalam gambarnya. Mengingat dimana sebuah kisah cinta bersama dalam penerang bintang membawa senyum tulus yang penuh makna melafalkannya. Masa itu, dimana seharusnya masa mudanya bersama-sama berjalan dengan bintangnya ternyata menuai banyak rintang yang sangat tajam. Untuk ribu kali dalam hari-hari Yoona delapan bulan yang lalu memang telah terlepas dari jeratan cinta tak berbalas dengan sang suami. Namun, Tuhan memang memilki rencana lain. Disaat ia sedikit lebih baik dapat berkorban walau sakit menderanya, sebuah kehidupan baru berada ditangannya.

-flashback-

            Untuk beberapa hari kedepan, Hyundai Corp tidak dipimpin oleh presdir mudanya. Bukan dengan alasan sang presdir memiliki pekerjaan diluar negeri ataupun mendapatkan urusan pribadi, tetapi Siwon sedang merasakan kesedihan yang menohok hatinya. Ia mengetahui kenyataan yang menurutnya begitu pahit. Yuri, orang yang sangat dicintainya mendapati bahwa wanitanya itu mengalami kecelakaan disaat ia lepas landas menuju Jeju untuk melakukan tugas luar kotanya. Siwon yang mendapat berita itu langsung bergegas menuju rumah sakit. Tak dipungkiri bahwa ia sangat shock dengan keadaan Yuri.

            “Maaf Tuan Choi, kami kehabisan stok darah dengan golongan AB, dan itu adalah jalan satu-satunya menyelamatkan nyonya Yuri” jelas uisanim ketika ditanyai keadaan Yuri

            “Uisa, ambil saja darahku…tolong selamtkan Yuri” ucap Siwon yang mulai panic dengan perkataan uisanim.

            “Apa anda yakin tuan Choi?” “saya yakin” jawab Siwon mantap

Siwon mengikuti uisanim untuk mengecek kecocokan darahnya dengan Yuri.

            “Sekali lagi saya minta maaf tuan Choi. Darah anda dengan nyonya Yuri berbeda. Anda dengan darah B, tidak bisa untuk mendonorkannya pada pasien”

“Persetan dengan semua itu uisa” ucap Siwon mencengkram kerah baju sang uisa. Dirinya sudah dikuasai frustasi dengan kondisi Yuri.

“Tenang tuan Choi, tapi bank darah kami sedang mencari darah yang tepat untuk nyonya Yuri. Untuk saat ini kami hanya bisa memantau kondisinya” cengkraman Siwon mulai mengendur namun tak urung frustasi yang menyelimuti dirinya.

Tanpa mereka sadari, sepasang mata melihat jelas percakapan keduanya. Yoona, wanita itu menutup mulutnya sembari menangis. Bukankah seharusnya ia senang dengan kondisi Yuri? Tidak. Bukan hati seorang Lee Yoona jika itu terjadi. Justru ia sedih mendengar semuanya, terlebih dengan kondisi Siwon yang sangat frustasi terpapar jelas diwajah pria itu. Ia berbalik dan bersembunyi dibelakang tembok manakala Siwon keluar dari ruangan uisa itu. Merasa Siwon sudah pergi ia memberanikan dirinya mengetuk pintu ruang uisa. ‘masuk’ perkataan yang diyakini uisa itu membuat Yoona memutar knop pintu dan melangkah masuk kedalam.

“Baiklah nyonya. Kami akan mengecek kecocokan darah kalian”

“Khamsahamnida uisanim”

            _****_

Siwon mulai bisa bernafas lega, kepanikannya berakhir dengan darah yang bisa untuk menyelamatkan Yuri. Rasa senangnya membuncah didada pria itu. Raut wajahnya yang frustasi kini mulai memudar berganti senyum kebahagiaan. Kini ia berada diruang rawat Yuri dan duduk disamping ranjangnya. “Chagi~ya ireona” tangannya menggenggam erat tangan Yuri dan mengecupnya pelan. Perlahan tapi pasti jari-jari itu mulai bergerak digenggamannya. Mata Yuri mulai membuka. “Kau sudah sadar Chagi?” Yuri hanya tersenyum lemah membalasnya. “Oppa…apa aku tidur lama sekali?”

“Ya, sangat lama membuatku merindukanmu” senyum tulus terlukis dibibir keduanya.

“Oppa…siapa orang berhati malaikat itu?” “Aku tidak tahu chagi. Uisa hanya memberikan ini ketika aku menanyakan orang itu” Siwon memberikan sebuah surat berwarna hijau muda itu kepada Yuri.    

 

“oppa…jadi..” “Ne chagi aku juga baru mengetahuinya”

“Oppa…jadi dimana Yoona sekarang?” Tanya Yuri

“Entahah. Aku tidak tahu”  “Oppa…cepat cari dia, aku harus mengucapkan terimakasihku padanya”

“Untuk apa aku mencarinya. Sudahlah biarkan dia pergi, toh dia sendiri yang mengatakan disurat itu melepaskanku.” Jawab Siwon sambil menunjuk surat ditangan Yuri “tapi..dia yang telah menyelamtakan nyawaku. Bagimanapun, aku berhutang nyawa”

“Sudahlah…untuk kali ini egoislah sedikit terhadap hal ini. Semuanya telah berlalu” Yuri hanya bisa menghela napas pasrah dengan ucapan Siwon. Lelaki ini tak bisa ditolak. Sekali ia mengatakan tidak berarti itu harus terwujud

-flashback end-

            Mengingat hal itu membuat air mata Yoona tak bisa dibendung lagi. Kini dirinya berada dibalkon apartemen dengan berteman cahaya bulan dan bintang serta lampu yang menyala disekitar menara Eiffel. Semenjak kejadian itu, ia memilih meninggalkan tanah airnya dan bermukim di negeri fashion itu. Tangannya beralih membelai perutnya yang mulai membesar, kini usianya menginjak tujuh bulan. Dua bulan berlalu dengan kejadian itu, ia mendapati dirinya tengah membawa seorang nyawa baru. Sempat terlintas dipikarannya untuk menggungurkan janinnya, namun ia masih memiliki hati nurani untuk hal keji seperti itu. Sempat juga terlintas jika ia mengatakan hal ini pada Siwon, namun ia tak mau merusak kebahagiaannya. Melihat Siwon yang terlihat bahagia tiga bulan lalu dipesta pernikahan kakak laki-lakinya ‘Lee Donghae’ dengan gadis blester korea-amerika yang tak lain adalah sahabatnya ‘Jessica Jung’. Untuk mengingat hal itu, ia hanya tersenyum miris membayangkan memori itu. Keluarganya juga terkejut mendapati penuturan darinya. Donghae’ kakaknya sangat marah mengetahuinya, namun dengan status Yoona dan Siwon yang sudah bercerai, keluarganya hanya bisa menuruti permohonan Yoona yang meminta pada mereka agar tak sekalipun memberitahukan hal ini pada Siwon.

 

            — 9 Desember 1991 –

 

            Peluh membasahi seluruh wajah cantik Yoona. Perjuangan yang sedang dilaluinya belum berakhir. Sudah sejak kemarin malam, perutnya mulai berkontraksi. Tetapi karena kelahiran pertama, opini dokter mengatakan jika cukup lama proses persalinan berlangsung. Kini dengan sekuat tenaganya, ia berusaha membawa buah hatinya lahir kedunia. Dengan ditemani Jessica’ kakak ipar sekaligus sahabatnya.

‘oekk’’oekk’ terdengar tangisan bayi menggema diruangan itu. Yoona bernafas lega mengetahui hal itu. Begitu pula Jessica, ia tak kalah leganya dengan Yoona. Ia juga menitikkan air matanya dengan disertai senyum kebahagiaan.

“Mrs. Lee…anda harus berusaha mengeluarkan adiknya.” Ucap dokter yang menangani Yoona dengan bahasa Perancisnya yang fasih.

Dengan mengikuti intruksi dokter, ia berusaha membawa satu nyawa lagi kedunia. Yoona memang sudah tahu jika nantinya ia akan melahirkan dua anak sekaligus. Pada usia tujuh bulan ia sudah diberitahu dokter bahwa ia harus member makan tiga orang sekaligus.

Sempat tak menyangka perasaan yang menyelimuti hatinya. Namun, disisi lain rona bahagia membuncah dihatinya. Tak urung juga rona sedih yang tergambar jelas pada dirinya. Seharusnya ada seseorang yang berada disampingnya nanti. Tetapi itu hanya khayalannya. Ayah dari bayinya juga sudah memiliki kehidupan baru yang bahagia.

Jessica dan Donghae-lah yang selalu menyemangati Yoona. Ya, semenjak menikah Donghae memboyong Jessica untuk mengurus cabang perusahaannya yang berada di Paris. Sekalian juga ia menemani adik kesayangannya. Namun hal ini tidak menjadi masalah bagi Jessica, ia mengerti jika perusahaan dan adik iparnya memang membutuhkannya. Sedangkan perusahaan di Korea, masih berada ditangan appanya.

Dalam keadaan yang sama seperti awal ia membawa nyawa pertama kedunia, Yoona hanya bisa mengerang sakit dan menyebut nama Siwon disela-sela perjuangannya.

Dengan kurang lebih lima kali ejan yang ia lakukan, nyawa kedua yang berjenis perempuan itu lahir kedunia. Kedua mata Yoona menitikka Kristal air mata bahagia atas perjuangannya. Ia tak menyangka dirinya telah menjadi seorang eomma sekarang.

            _****_

            Setelah bersalin, Yoona dipindahkan keruang rawat. Kini dipangkuannya menggendong seorang bayi laki-laki yang sangat tampan. Senyum bahagia terpapar jelas diwajahnya. Jessica juga tengah menggendong bayi perempuan Yoona. Ia turut bahagia melihat kedua ponakannya telah lahir. Jessica sangat tahu siapa Yoona, walau ia adalah kakak ipar namun ia juga sahabat Yoona. Ia dan Yoona memang bukan sahabat yang sejak kecil selalu bersama, tetapi dibangku menengah pertama ia dan Yoona bertemu. Tetapi meskipun begitu, ia tahu bagaimana sifat Yoona. Baginya Yoona adalah wanita yang ramah, sopan dan santun, dan begitu welas asih. Jessica akui, parasnya juga cantik dan tak jarang banyak pria yang ingin menjadikan Yoona kekasihnya, namun terlanjur hati seorang Lee Yoona telah berlabuh pada Choi Siwon.

“Yoong…kau akan memberi nama siapa mereka berdua?” Tanya Jessica yang masih memainkan rambut kecil keponakan perempuannya

“Minho dan Sulli. Kelihatannya itu nama yang cocok untuk mereka.” Jawab Yoona memandang Minho. Jessica hanya mengangguk tersenyum menanggapinya. Tiba-tiba pintu terbuka dan masuk seorang pria dengan jas kantornya. Jessica dan Yoona menoleh kepada pria itu.

“Yoong…chukkae. Uri saeng sudah menjadi eomma sekarang” ucap pria itu ‘Lee Dong Hae’

“Gomawo oppa… dan kapan kau akan menyusulku?” balas Yoona sembari menggoda kakaknya.

“Sebentar lagi kami juga mendapatkannya. Iya kan chagi” Donghae menarik pinggang Jessica dan mengedipkan sebelah matanya membuat Jessica tersenyum malu.

“Oiya, siapa nama keponakan kembarku?”

“Lee Minho dan Lee Sulli”

“Lee? Kau tidak menggunakan marganya?” Tanya Donghae dengan ragu. Seketika senyum Yoona hilang berganti senyum pahit yang terlukis

“Tidak oppa. Dia sudah memiliki kebahagiaannya. Biarlah Minho dan Sulli yang menjadi harta berhargaku dihidupku” “Tapi, bagaimanapun Siwon adalah ayah mereka”

“Benar Yoong…bagaimana jika mereka menanyakan dimana ayahnya? Mereka…” timpal Jessica namun terpotong dengan ucapan Yoona

“Aku hanya berharap, mereka tak menanyakannya dan mungkin hanya gelengan yang aku berikan pada mereka. Sudah cukup dengan aku memiliki mereka. Kau tahu oppa..unnie..seharusnya mereka adalah kado terindah dihari ini. Tepat satu tahun pernikahan kami, namun sekarang aku dengannya sudah tak memiliki hubungan apapun”” Donghae dan Jessica terdiam. Mereka berdua juga tidak berhak ikut campur pada keputusan Yoona. Bagaimanapun jalan ini yang dipilih Yoona dihidupnya, mereka hanya bisa mendukung dan menyemangati Yoona.

“Ini keputusanmu Yoong. Kami tidak berhak mencampurinya. Uri Yoong…fighting!!” ucap Donghae mengepalkan tangannya member semangat. Yoona tersenyum dan menghapus air matanya.

“Gomawo ahjusii” balas Yoona dengan suaranya yang dibuat mirip seperti bayi.

“Aish…aku terasa tua jika dipanggil ahjussi”keluh Donghae “Memang kau sudah tua oppa..” timpal Jessica pada suaminya. Yoona hanya tertawa mendengarnya. Ia melanjutkan kegiatannya bergurau dengan Minho dan Sulli yang sudah berada disamping tempat tidurnya. ‘Kau akan mendapatkan balasannya nanti malam Jessica Lee’ bisik Donghae yang membuat Jessica bergidik ngeri. Jika sudah seperti ini, pasti ia tidak akan bisa lepas dari Donghae.

            ~18 tahun kemudian ~

            Hiruk pikuk suara manusia menggema dimana-mana. Ditempat bertuliskan ‘Incheon Airport’ ini para manusia berlalu lalang. Dengan membawa tujuan mereka lepas landas dan berada pada negeri tujuannya. Seorang namja tampan keluar dari pintu penerbangan luar negeri. Dengan hodie hitam, kacamata hitam yang bertengger dihidungnya dan tangannya menarik koper hitam menambah penampilannya yang cukup casual. Rambut pirang dan tinggi yang semapai membuat aura tampannya terlihat jelas.

‘Korea…I’m coming’ ucapnya membatin dengan senyum yang tak lepas dari bibir tebalnya.

Minho’ namja itu melangkahkan kakinya keluar dari bandara dan tangannya terulur menyetop taxi. Sudah sangat lama kiranya ia merindukan negeri ini. Tujuan utamanya yang selalu membawa tekadnya adalah mencari keberadaan sang ayah yang tidak diketahuinya selama delapan belas tahun.

“Khamsahamnida ahjusi” ucapnya sambil membungkuk pada supir taxi yang mengantarnya hingga ketempat tujuan. Kini, ia berada disebuah apartemen yang cukup dibilang mewah. Sebelum memulai pencariannya, ia akan mengistirahatkan diri dan sekedar berjalan-jalan mengelilingi jantung negeri ginseng ini.

            ~Minho POV~

Akhirnya setelah menempuh perjalanan yang lumayan lama, aku sampai juga berada disini. Kepergianku pasti membawa masalah nantinya. Namun siapa peduli? Tujuanku disini hanya untuk mencari ayah kandungku berada. Eomma sudah memperingatkanku memang, namun aku adalah Lee Minho. Jadi apapun itu harus bisa aku coba.

            Aku memutuskan berjalan-jalan disini untuk sekedar melihat lalu lalangnya rutinitas penduduk Korea. Kakiku membawaku memasuki sebuah pusat perbelanjaan terbesar disini. ‘Hyundai Mart’, sebuah pusat perbelanjaan yang pemiliknya adalah Hyundai Corp. Dan kebetulan sekali, sekedar membeli makanan ringan untuk mengisi perutku. Kubawa langkahku menuju lantai dua Hyundai Mart ini.

            “Khamsahamnida agashi. Semoga perjalananmu menyenangkan” tutur salah satu pegawai kasir Hyundai mart seusai aku menyerahkan dua lembar uang membayar belanjaanku.

            “Nado khamsahamnida agashi” jawabku yang kusertakan senyumanku. Ketika aku berbalik, aku melihat para pegawai berjejer rapi membentuk barisan. Tak berselang lama, seorang pria yang terbilang masih muda dan yang kuyakini adalah pemilik dari Hyundai. Karena aku melihat mereka memberikan hormat padanya. Sepertinya aku begitu familiar melihatnya’ batinku dengan menatap pria itu. Pria itu melangkahkan kakinya menuju kafetaria Hyundai.

            ~Minho POV End~

            Choi Siwon, melangkahkan kakinya menuju kafetaria Hyundai. Sesampainya disana, ia berjalan pada meja ruang VIP yang sudah sejak tadi dua orang pria menunggunya. Kim Jongwon dan Park Jungsoo.

“Wow, presdir kita yang sibuk ini baru datang” ucap Jongwon ketika Siwon mendudukan dirinya.

“Mianhae, apa aku terlambat? Meeting dengan investor Amerika tak bisa kutunda”

“Aniya…kami mengerti” ucap Jungsoo pada Siwon yang dibarengi dengan datangnya sajian dari para pelayan kafetaria.

“Mari makan” seru Jongwon yang membuat Jungsoo dan Siwon bergeleng dengan tingkah sahabatnya ini. Meskipun usia mereka sudah berkepala empat.

            Hanya dentingan suara sendok yang mewarnai makan siang tiga bersahabat itu. Sangat menikmati hidangan yang tersaji dihadapan mereka.

“Siwon~ah…apa kau tak berniat menikah lagi?” pecah Jongwon setelah mereka makan siang. Siwon hanya terdiam mendengarnya. Sejujurnya mungkin ia akan mengatakan ‘iya’ namun sudah lama tak ada seorang pun gadis yang membuatnya terpikat.

“Kurasa yang dikatakan Jongwon ada benarnya Woni~ya. Apa kau masih belum bisa melepas Yuri?” ucap Jungsoo pada sahabatnya

“Sejak Yuri meninggal, kau seperti patung es yang berjalan hyung.” Timpal seseorang yang baru memasuki ruangan.

“yak.. Kim Kibum! Jika masuk kau harus mengetuk pintunya!” ucap Jongwon kepada Kibum yang dibalas cengiran darinya. “kau juga Jongsoo hyung. Mungkin penyesalanmu itu sama seperti Siwon hyung” ucap Kibum yang langsung mendapat kode tatapan tajam dari Jongwon. Kibum hanya menggaruk tengkuknya yang tak gatal dengan cengiran lebarnya.

“Jadi masih belum memiliki labuhan hati?” suara Jongwon terlihat serius dan untuk mencairkan suasana

“Semenjak Yuri pergi dari hidupku semua terasa hampa. Aku tak menyangka, ia harus mengalami kecelakaan itu kedua kalinya.” Ya, Setelah tiga bulan pasca perceraiannya dengan Yoona, Siwon menikahi Yuri. Namun naas, dua bulan bersama Yuri ternyata menjadi akhirnya bersama dengan orang yang dicintainya. Yuri mengalami kecelakaan lalu lintas saat dia akan menuju kerumah orang tuanya. Sebenarnya Siwon masih tidak percaya dengan hal ini. Tapi bagaimanapun, dirinya tak bisa menentang kuasa Tuhan yang menakdiran ini terjadi. Hingga saat ini, sama sekali tak ada seorang wanita pun yang membuatnya terpikat. Sejujurnya disaat itu telah terjadi, hal itu mengingatkannya pada sosok Yoona, namun juga nasi sudah menjadi bubur.

“Hyung, jika kuperhatikan Yuri dan Yoona sangat mirip. Apa kau masih ehmm..mengingat Yoona?” ucap Kibum

“Jika mengingatnya, dia masih dirundung segala macam pikiran Kibum~ah” sela Jongwon pada kibum. Siwon kembali diam. Lee Yoona, bagaimana dia sekarang? Dimana ia berada?’ segala pertanyaan berputar diotaknya.

            ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~TBC~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

 

            Huaaa….TBC dulu ne? J gimana readers? Punya feel baca ff ku yang abal ini? INi ff memang terinspirasi waktu pertama kali aku liat Lee Jonghyun di A Gentleman Dignity pas dia ketemu ayahnya. Dan walau aku gk liat drakor itu dari awal, tercetus ide buat bikin ff abal ini. Cuma aku sedikit kreasi :D  Jujur readers ini adalah ff chapterku yang pertama.

Sedikit tentangku, aku adalah lovers SuGen couple, MinJi dan banyak lagi. (gk bisa nyebutin =)) dan aku adalah seorang Sparkyu, sangat menyukai all about Kyuhyun ‘magnae SJ’ yang tampan ini. Aku juga siwonest, teukholic, yoonaddict, yurisistable, seomate + masih banyak lagi (tapi no 1 tetep Kyuhyun). Semua cast aku ambil dari member SM karena aku seorang SMF (SMFamiliers) specialnya, tapi yang utama jelas aku adalah K-Popers. Mungkin ada yang nantinya juga bukan aku ambil dari situ tapi dari agensi lain. Sebenarnya ini ff menceritakan MINJI COUPLE tapi karena dichapt ini mau ceritaiin kehidupan Minho dulu. Ok all, yang mau berteman ma aku boleh ko follow twitterku J . RCL nde?? ^^

15 thoughts on “F~SHINING LIVE~M PART 1 FF Freelance

  1. Nhae yorieE

    Feelnya dpet bnget thor,,daebak dech critanya..tpi d part ini q kasian bnget sma yoona, ampe mau nangis bcanya..?!d tnggu next partnya..!!!

    Balas
  2. Anita harahap

    Ceritanya keren bgt..
    Baru part awal udah lumayan sedih..
    Itu tandanya siwon oppa memang utk yoona eonni..
    Dan gmn minho bs jumpa sm appany..
    Ditunggu part selanjutny

    Balas
  3. Choi Han Ki

    Nyesek bacanya.. Apalagi liat kehidupan yoona yg harus berjuang melahirkan bayinya sendiri… Gk nyangka kalo yuri udah meninggal , lalu apa siwon berniat kembali ke yoona ?

    Balas
  4. PING PING

    Menarik Fanficnya jalan ceritanya beda gk sabar nunggu kelanjutannya kira^ yoona ikut balik ke korea ndak yya terus gi mna lee bersaudara ketemu akankah siwon tau klo lee bersaudara adalah anaknya ??

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s