Hanna

untitled239

Title                 : Hanna

Author             : RR5113 & Imayuyu

Genre              : Romance,Sad

Length             : One Shoot

Cast                :

Sakura Hanna ( OC )

Cho Kyuhyun SUJU

Han Sunmi ( Hanna Eomma )

Cho Sang-il ( OC, Kyuhyun Appa )

Yuka ( Kyuhyun Eomma )

Summary       :

Oh Tuhan. Kenapa ini semua terjadi kepadaku?

Kenapa ini terjadi saat aku dan Kyuhyun sudah saling mencintai?

Kenapa ini terjadi saat kami akan bertunangan?

Ini rumit, sangat rumit

Terlalu sulit untuk kumengerti

Oh Ibu, apa yang harus kulakukan?

Ibu? Ya, aku harus meminta penjelasan Ibu

Hanya eomma yang bisa menjawab semua pertanyaanku

Fanfic ini sebelumnya pernah di post diblog lain…

maka jangan heran jika pernah membacanya sebelum ini

terima kasih selamat membaca🙂

==================================================================

Aku lahir saat kuncup pertama bunga sakura mekar. eomma memang sangat menyukai bunga sakura. eomma bilang bunga sakura itu lembut dan hangat. Maka dari itu eomma menamaiku Sakura Hana, yang berarti bunga sakura, padahal aku sama sekali tidak mempunyai darah Jepang.

Aku anak tunggal dan aku hanya tinggal dengan eomma. Ayahku? Aku tidak tahu. Sejak kecil aku tidak pernah mengingat wajahnya. eomma bilang ayah sudah pergi dengan wanita lain, yang jauh lebih cantik dan kaya. Itu sebabnya aku membenci ayahku. Apapun alasannya, dia tega menelantarkanku dan eomma selama bertahun-tahun.

Sekarang aku sudah berusia sembilan belas tahun, aku duduk di semester kedua fakultas sastra Jepang di sebuah universitas yang cukup popular di Seoul. Aku ingin sekali mengajak ibuku pergi ke Jepang untuk melihat bunga sakura. Aku ingin membahagiakan ibu.

Hari ini kampus kami mengadakan bunkasai yang rutin dilakukan setiap tahunnya. Saat itu aku tengah sibuk mempersiapkan semuanya, saat itulah aku betemu Kyuhyun yang mengubah segalanya.

Cho Kyuhyun. Saat pertama memandangnya, entah kenapa aku merasakan kedamaian yang belum pernah kurasakan. Tatapan matanya yang sejuk seolah  menghentikan waktuku, membekukan seluruh darahku, menghentikan detak jantungku.

“Maaf?” ia melambaikan tangannya di depan wajahku.

“Ya, ada yang bisa saya bantu?”. Aku tersadar dari lamunanku. Wajahku memerah dibuatnya.

“Maaf, aku mencari toilet. Bisa tunjukkan?”. Ia berbicara dengan bahasa Korea yang cukup fasih, namun logat Jepangnya yang masih cukup kental membuat cara bicaranya menjadi lucu. Hingga tanpa sadar aku tersenyum.

“Toilet ada di sebelah tempat foto yukata. Kau tinggal mengikuti lorong ini, lalu belok ke kanan”

“Ya, baiklah. Arigatou gozaimashitaHmm maksudku, gomawo”

Dia tersenyum lagi. Senyuman yang mematikan bagiku. Dia berjalan menuju lorong, namun sesekali menengok kearahku, melambaikan tangannya sambil menyunggingkan senyuman maut.

Oh, aku tidak akan melupakan hari ini.

***

Beberapa hari setelah peristwa itu, aku dan Kyuhyun resmi berkenalan. Sosoknya yang ramah dan hangat membuat kami cepat akrab. Kyuhyun adalah mahasiswa yang baru pindah dari Jepang, walaupun dia memang orang berasal dari Korea. Dia berbahasa Korea dengan  cukup fasih, karena ayahnya adalah orang Korea. Ibu Kyuhyun belum lama meninggal dunia. Itu sebabnya dia dan ayahnya pindah ke Seoul. Terlalu banyak kenangan indah bersama ibu di Jepang, katanya.

“Hanna, kau tahu? Namamu itu sangat indah artinya. Dalam bahasa Jepang itu berarti bunga sakura. Padahal kau bukan orang Jepang, tapi kenapa namamu menggunakan nama Jepang?”

“Aku diberi nama ini karena ibuku sangat menyukai bunga sakura. Kenapa memangnya? Tidak cocok ya? Aku tahu mataku terlalu besar untuk menjadi orang Jepang.” Aku pura-pura marah.

“Ah, maaf Hanna, bukan maksudku seperti itu. Menurutku matamu sangat indah, seperti bulan sabit yang bersinar di malam yang gelap.” Kata-katanya yang puitis itu membuatku tersipu.

Bersama Kyuhyun aku melewati hari-hariku lebih bersemangat. Kami seringkali jalan bersama, entah mengerjakan tugas, makan, nonton film, ataupun hanya sekedar jalan-jalan sore saja. Kyuhyun benar-benar membuatku merasa nyaman saat disampingnya. Aku merasa seperti ada yang mengisi kekosongan hidupku. Aku sangat bahagia bersamanya. Perasaan apakah ini? Apakah ini yang dinamakan cinta?

***

            Beberapa bulan kemudian Kyuhyun menyatakan perasaannya kepadaku. Dia menembakku di kantin yang sedang dipenuhi banyak orang. Dengan percaya dirinya dia menyatakan perasaannya kepadaku di tengah orang banyak. Hal itu membuatku tersipu dan tak kuasa menolaknya. Saat kukatakan “iya” seluruh orang yang ada di kantin menyalami tanganku untuk mengucapkan selamat. Bahkan saat pulang kuliah, beberapa teman kami iseng menggoda kami dengan memberi hadiah-hadiah yang unik.

Malam ini Kyuhyun mengajakku makan malam di rumahnya. Ia berencana untuk mengenalkan aku dengan ayahnya. Jujur, sebenarnya aku agak ragu. Aku takut ayah Kyuhyun tidak menyukaiku dan menyuruh kami berpisah.

“Tenang saja. Ayahku tidak seburuk itu, kau akan menyukainya”. Sepertinya Kyuhyun bisa membaca ketakutan hatiku sehingga ia berkata seperti itu.

Aku memasuki rumah Kyuhyun dengan perlahan. Rumah berukuran besar namun tidak terkesan mewah yang berlebihan. Di halamannya terdapat banyak tanaman bonsai khas Jepang. Ketika aku masuk ke ruang makan, ayah Kyuhyun sedang duduk membelakangiku sambil membaca sebuah koran.

“Ayah, perkenalkan ini Hanna”

Ayah Kyuhyun membalikkan badannya. Aku langsung memberikan senyuman termanisku.

“Selamat malam” Sapaku ramah

Namun ia tidak membalas sapaanku, melainkan terkejut melihatku. Seperti melihat hantu. Kemudian ia menghampiriku dan memelukku erat. Aku tidak tahu apa yang harus kulakukan. Kubiarkan ia memelukku.

“Hanna, kamu Hanna kan?” Tanyanya sambil menangis

“Ne. Aku Hanna. Kenapa tiba-tiba nangis?””

“Kenapa? Kenapa kamu begitu mirip dengan Hanna? Kenapa?”

Aku semakin tidak mengerti apa yang terjadi.

“Sudahlah, Yah. Itu bukan Hanna kita. Hanna sudah tenang di surga”

Ayah Kyuhyun segera melepaskan pelukannya dan menghapus air matanya. Aku sangat tersentuh melihatnya.

“Siapa itu Hanna?” Tanyaku penasaran

“Maaf sudah lancang memelukmu. Hanna itu sebenarnya adalah anakku yang sudah meninggal karena kecelakaan bertahun-tahun lalu. Melihat matamu mengingatkanku pada Hanna. Maaf”

Hatiku sungguh-sungguh tersentuh mendengarnya. Terlebih saat dia memelukku, aku merasa sangaaaat nyaman. Seperti inikah rasanya pelukan seorang ayah?

Melihatku yang menangis, ayah Kyuhyun kembali memelukku. Kali ini aku melepaskan tubuhku di pelukan ayah Kyuhyun. Ia membelai rambutku, persis seperti yang dilakukan seorang ayah bila melihat anak gadisnya yang menangis.

***

“Hanna!”

Terdengar suara seseorang yang begitu akrab ditelingaku. Aku  menghentikan langkahku.

“Ah, maaf ya atas kejadian semalam. Mungkin kamu merasa tidak nyaman dengan ayahku, ya?

“Ah, tidak. Aku justru sangat senang diperlakukan seperti itu. Itu pertama kalinya aku merasakan pelukan dari seorang ayah”

“Pertama kalinya?”

“Ya, sejak kecil aku tidak pernah mengenal ayahku. Dia pergi meninggalkan kami demi wanita lain”

“Begitu ya. Maaf ya, aku membuatmu mengingat sesuatu yang menyakitkan”

Aku tersenyum, menatap matanya yang indah.

“Tidak apa Kyuhyun. Kau sangat beruntung memiliki ayah seperti dia”

***

Hubungan kami semakin dekat. Hampir setiap minggu kami makan malam bersama. Entah dirumahku atau dirumah Kyuhyun. eomma pun tampak menyukai Kyuhyun. Kyuhyun sangat perhatian kepada eomma. Ia menyayangi eomma seperti menyayangi eommanya sendiri. Begitupun aku dan ayah Kyuhyun yang sudah seperti ayah dan anak sungguhan. Sampai terkadang Kyuhyun cemburu melihat kedekatan kami.

“Hubungan kalian sudah berlangsung cukup lama. Tidakkah kalian berpikir untuk melanjutkan ke jenjang yang lebih serius” Tanya ayah Kyuhyun saat makan malam.

Aku dan Kyuhyun saling berpandangan. Bingung harus menjawab apa.

“Maksud ayah menikah? Apakah tidak terlalu cepat? Kami kan belum lulus kuliah”

“Bukan begitu, maksudku apakah kalian tidak berpikir untuk bertunangan?”

Aku gugup dibuatnya. Kyuhyun bertanya padaku apakah aku mau atau tidak. Aku bingung harus menjawab apa. Sebenarnya aku mau-mau saja, tapi aku ragu apakah eomma akan menyetujuinya.

“Aku tidak tahu. Aku harus meminta izin kepada eomma dulu”

Gantian Kyuhyun yang berpandangan dengan ayahnya.

“Baiklah kalau begitu, bagaimana kalau minggu depan kita makan malam bersama di restoran. Bersama dengan eommanya Hanna, agar kita bisa membicarakan masalah ini.”

“I-iya. Saya akan mengatakan hal ini kepada eomma.”

***

Ternyata eomma sangat menyetujui rencana kami untuk melanjutkan ke jenjang yang lebih serius. Padahal dulu eomma selalu bilang padaku untuk menyelesaikan kuliahku dulu.

Malam ini kami akan makan malam dengan keluarga Kyuhyun. Aku dan eomma naik taksi menuju restoran. Aku sungguh bahagia, akhirnya hubungan kami akan lebih serius.

Setengah berlari aku memasuki restoran yang cukup mewah ini, aku sungguh tak sabar. Sementara Ibu berjalan perlahan dibelakangku.

“Hanna? Kenapa kamu berlari seperti ini? Dimana eommamu?” Kyuhyun sedikit panik.

“Aku takut terlambat, makanya aku berlari. eomma ada dibelakang, sebentar lagi juga sampai.” Aku menyalami ayah Kyuhyun dan duduk disampingnya.

Akhirnya eomma menemukan meja kami, tapi Ia sedikit terkejut begitu melihat kami. Bagaikan melihat hantu. Tiba-tiba saja wajahnya pucat dan tangannya gemetaran.

“eomma, eomma kenapa? Itu Kyuhyun dan ayahnya sudah menunggu kita”.

Aku menarik tangan eomma menuju meja tempat Kyuhyun dan ayahnya menunggu. Tapi ekspresi ayah Kyuhyun juga seperti orang terkejut, seperti melihat hantu. Ada apa ini sebenarnya?

“Sunmi? Ini tak mungkin kau kan?”

Apa?! Bagaimana bisa ayah Kyuhyun tahu nama Ibuku?!

“Cho Sang-il?”

Eomma tahu nama ayah Kyuhyun! Ada apa ini sebenarnya?

“Apa ini anakmu? Anak dari selingkuhanmu?”

“Selingkuhan? Apa maksud eomma? Kenapa eomma mengenal ayah Kyuhyun?”

“Jadi demi anak ini kau meninggalkan aku yang sedang mengandung Hanna? Kau memang laki-laki yang tidak bertanggung jawab! Ayo Hanna, kita tinggalkan tempat ini segera!” eomma menarik tanganku.

“Sunmi, kembali! Ini semua salah paham, kau tidak mengerti!” ayah Kyuhyun mencoba membujuk eomma, tapi eomma tak mau mendengarnya.

“Cukup! Aku sudah muak denganmu, mulai sekarang jangan dekati aku dan Hanna lagi”

Bentakan eomma yang cukup keras membuat seluruh pengunjung resotran melihat ke arah kami.

“Tunggu, eomma. Apa yang terjadi disini?” aku mencoba melepaskan tanganku.

“Apa kau tak mengerti Hanna? Orang ini, orang ini adalah ayahmu!”

“Ayahku? Tidak mungkin, ini tidak mungkin, eomma.”

Aku sangat terkejut mendengarnya. Kalau dia adalah ayahku, berarti aku dan Kyuhyun bersaudara. Tidak, ini tidak mungkin terjadi.

“Bu, katakan bahwa eomma bohong, eomma. Aku mohon” aku mulai menangis.

“Tidak Hanna. Ini semua benar. Sekarang tinggalkan Kyuhyun, jangan pernah menemuinya lagi!”

Eomma langsung menyeretku keluar dari restoran. Aku menatap Kyuhyun yang hanya bisa terdiam melihat semua kejadian ini. Dia tidak bisa berbuat apa-apa lagi, dia hanya bisa menatap kepergianku yang menyedihkan ini.

***

Sejak kejadian itu, aku tidak datang ke kampus lagi. Mungkin sudah seminggu. Entah sudah berapa ratus kali Kyuhyun menghubungiku, tapi tak pernah kuangkat. Aku masih sangat terpukul menerima kenyataan ini. Semuanya terasa begitu berat untukku.    Aku bagaikan orang buta yang kehilangan tongkatnya, tak bisa berbuat apapun. Aku kehilangan arah. Pikiranku kacau. Hidupku kacau. Semuanya sudah selesai.

Oh Tuhan. Kenapa ini semua terjadi kepadaku?

            Kenapa ini terjadi saat aku dan Kyuhyun sudah saling mencintai?

            Kenapa ini terjadi saat kami akan bertunangan?

            Ini rumit, sangat rumit

            Terlalu sulit untuk kumengerti

            Oh Ibu, apa yang harus kulakukan?

            Ibu? Ya, aku harus meminta penjelasan Ibu

            Hanya eomma yang bisa menjawab semua pertanyaanku

***

“Kandungan eomma sudah berusia lima bulan saat ayahmu membawa eomma ke Jepang. Dia bilang ada urusan bisnis. eomma sangat bahagia bisa pergi ke Jepang dengan ayahmu. Hampir setiap hari Ibu berjalan-jalan untuk melihat bunga sakura, sementara ayahmu menyelesaikan pekerjaannya. Saat itu eomma berpikir eomma sangat beruntung bisa menikahi ayahmu.”

Akhirnya eomma mau menceritakannya kepadaku setelah kubujuk terus-menerus. eomma bercerita dengan suara lirih seperti menahan tangis.

“Tapi pada suatu malam, saat kami bersiap-siap untuk pulang ke Seoul eomma berubah pikiran. Malam itu ayahmu, dia berpelukan dengan seorang wanita muda yang cantik. Wanita itu menangis tersedu-sedu dipelukan ayahmu. Sementara ayahmu membelai rambut wanita itu dengan penuh kasih sayang.”

“Tapi, eomma. Tidakkah eomma mencari tahu siapa wanita itu? Siapa tau dia hanya kerabat ayah?”

“Hati eomma sangat hancur saat melihat mereka berpelukan, Hanna! Yang eomma pikirkan saat itu adalah ayahmu berselingkuh. Ya dia telah tega mengkhianati eomma. Saat itu juga eomma mengambil koper dan tiket pesawat. eomma memutuskan untuk pulang sendiri”

eomma menghapus air matanya.

“Dan tahukah kau Hanna? Yang membuat hatiku lebih sakit lagi, dia sama sekali tidak mengejarku. Dia hanya berkata ini semua salah paham. Dia lebih memilih wanita itu daripada eomma.”

“Dan eomma pulang ke Seoul sendirian malam itu?”

“Pikiran eomma sangat kacau malam itu, eomma tidak bisa berpikir. eomma tidak jadi pulang malam itu. eomma bermalam di sebuah hotel untuk menenangkan pikiran. Beberapa hari kemudian eomma pulang ke eomma.”

Aku memeluk eomma, tak kusangka selama ini eomma memendam rasa sakit hati yang luar biasa. Aku tak akan sampai hati bila bertunangan dengan Kyuhyun. eomma pasti akan semakin sakit hati.

“Bu, aku berjanji akan melupakan Kyuhyun” janjiku sambil menangis.

***

“Hanna, tunggu. Kita harus bicara. Ada yang harus kujelaskan padamu!” Kyuhyun menarik tanganku saat aku kembali masuk kuliah.

“Cukup Kyuhyun! Tidak ada lagi yang harus dijelaskan disini! Semua sudah jelas, eommamu adalah orang yang telah menghancurkan hati eommaku. Dan aku tidak mau berpacaran dengan anak dari perempuan yang telah merebut ayahku dari tangan eommaku.”

“Tidak, Hanna. Kau tidak mengerti. Bukan begitu kejadiannya”

Kyuhyun terus menarik tanganku. Aku menatap Kyuhyun, sebuah tatapan penuh amarah yang tak kusangka akan kuperlihatkan kepada Kyuhyun, orang yang paling kucintai.

Kyuhyun melepaskan tanganku.

Aku segera berlari, perlahan tapi pasti air mata mulai turun dari kelopak mataku.

Tak sampai disitu, hari-hari berikutnya Kyuhyun masih tetap mengejarku. Memohon padaku agar kita bisa berbicara. Tetapi aku selalu menghindar darinya. Aku tak bisa bertemu dengannya. Aku tidak sanggup melihat wajahnya.

Kyuhyun, katakan padaku bagaimana cara untuk melupakanmu

              Jujur, aku tidak bisa melupakanmu

              Aku terlanjur mencintaimu Kyuhyun

              Aku sudah bersikap kasar padamu

              Aku sudah memarahi dirimu

              Tapi itu tidak berhasil Kyuhyun

              Aku tetap mencintaimu

              Semakin mencintaimu

 

***

Kupikir Kyuhyun sudah lelah mengejarku. Ternyata tidak, malam itu dia dan ayahnya datang kerumahku. Tentu saja aku mengusirnya. Tapi mereka tidak menyerah, mereka tetap menunggu diluar walaupun hujan deras turun. Aku sungguh terkejut melihat mereka masih didepan rumahku.

“Pergi Kyuhyun, aku tidak mau melihatmu lagi. Pergi!!”

“Hanna, buka pintunya Hanna, kami ingin bicara padamu dan eommamu. Aku mohon.” Kyuhyun berbicara dengan suara yang gemetaran menahan dingin. Aku tidak tega melihatnya. Aku tak bisa menahan airmataku.

“Kyuhyun, kumohon pergi dari sini. Aku membencimu, aku tidak mencintaimu lagi.”

“Ayolah Hanna, jangan bohongi perasaanmu. Aku tahu kau masih mencintaiku. Buka pintunya Hanna.”

Baru saja aku hendak menyentuh gagang pintu saat eomma membentakku.

“JANGAN DIBUKA HANNA!!”

Aku sangat terkejut eomma segera menarikku masuk ke kamar.

“Sunmi, aku tahu kau sangat marah atas kejadian malam itu. Kumohon dengarkan dulu penjelasanku. Setelah itu, terserah kau boleh membenciku. Tapi kumohon jangan benci Kyuhyun”

eomma berhenti dan berbalik.

“Malam itu, Yuka, Ibu Kyuhyun datang kepadaku. Ia membawa kabar duka. Takeshi, tunangannya baru saja meninggal karena kecelakaan malam itu. Sebagai sahabatnya tentu saja sudah kewajibanku untuk menghiburnya. Aku memeluknya untuk menenangkannya. Pada saat itulah kau melihat kami.”

“Kalau begitu, kenapa kau tidak mengejarku? Kenapa kau lebih mempedulikan wanita itu daripada aku?”

“Saat itu aku benar-benar bingung. Aku tak bisa meninggalkan Yuka, dia sudah kuanggap sebagai adikku sendiri. Aku pikir masalah ini akan bisa kuselesaikan nanti, setelah menenangkan Yuka.”

eomma terlihat sangat terkejut mendengar cerita dari ayah. eomma tampak menyesalinya.

“Tak berapa lama setelah kau pergi. Aku dan Yuka pergi ke bandara untuk menjelaskan semua kesalahpahaman ini. Tapi terlambat, pesawat yang kau tumpangi baru saja lepas landas. Aku bermaksud untuk menyusulmu dengan penerbangan selanjutnya. Namun tiba-tiba terdengar suara ledakan keras, pesawat yang kau tumpangi meledak, semua penumpangnya mati seketika, dan namamu ada di daftar penumpang yang mati itu.”

“Aku tidak pernah naik penerbangan itu. Tiket pesawat kuberikan pada orang lain yang harus pulang ke Seoul mendadak. Dialah yang mati bersama pesawat itu, bukan aku.”

“Aku pikir tak ada gunanya lagi aku tinggal di Seoul. Beberapa minggu setelah kecelakaan itu, aku pindah ke Jepang. Dan dua tahun kemudian aku memulai hidup baruku bersama dengan Yuka”

Tangisanku dan eomma semakin menjadi-jadi. Kami semua sangat menyesali pa yang terjadi. eomma menyesal karena terlalu cepat menuduh ayah berselingkuh. Ayah menyesal karena ayah tidak bisa mengejar eomma. Tapi semua sudah terlambat, nasi sudah menjadi bubur. Tak ada yang bisa dilakukan lagi sekarang.

“Sekarang semuanya sudah jelas. Sudah tidak ada lagi kesalahpahaman diantara kita. Aku benar-benar minta maaf atas kejadian ini.”

Kemudian mereka berdua pergi. Pergi meninggalkan kami dimalam yang dingin ini.

***

Selesai.

              Ya, semuanya telah selesai sekarang

              Kesalahpahaman ini telah berakhir

              Begitupun kisah cintaku dan Kyuhyun

              Sudah selesai

              Tapi aku tetap tersenyum menghadapi semua ini

             

Seperti yang kukatakan. Semuanya sudah selesai, begitupun hidupku. Kini aku sudah berada di balkon rumahku. Aku tersenyum.

Beberapa menit kemudian tubuhku sudah tergeletak ditanah. Bersimbah darah. Ya, aku menyerah dari semua kenyataan pahit ini. Aku tak sanggup menghadapi semuanya. Senyumanku yang terakhir adalah senyuman yang menyatakan bahwa aku sudah memantapkan hatiku untuk melakukan ini.

***

              “Kami menemukan surat ini dari saku baju korban”

Seorang polisi menyerahkan sepucuk surat kepada Ibu.

Eomma, mianhae

              Aku tidak sanggup menghadapi semua ini

              Aku tidak sanggup melupakan Kyuhyun

              Aku sudah terlanjur mencintainya

              Eomma, aku tahu jalan yang kutempuh salah

              Tapi aku tidak tahu harus bagaimana lagi

              Mianhae eomma

              Mianhae Kyuhyun

              Eomma sebagai permintaan terakhirku

              Tolong sampaikan kepada Kyuhyun

              Bahwa aku mencintainya

              Sangat mencintainya

 

              Hanna

One thought on “Hanna

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s