The Cheonsa Coven (1/11)

FF ini sebelumnya emang pernah diposting di FFn, tapi itu versi lama. Dan yang aku posting di sini itu adalah versi baru dari The Cheonsa Coven yang beda banget sama versi terdahulu. Jadi selamat membaca versi baru The Cheonsa Coven

TCC3

.


Author’s Side

Seorang pria tampan berwajah bak malaikat terlihat memandang ke pemandangan di luar jendela kediamannya. Yang terlihat sepanjang penglihatannya adalah warna hijau yang damai dan menenangkan. Dia memang sengaja memilih membangun rumah yang nyaman di tengah hutan kecil yang berada di pinggiran kota Seoul. Sejauh mungkin dari orang lain, atau lebih tepatnya sejauh mungkin dari manusia.

Dia dan keluarganya tidak perlu takut kepada apapun, penjahat, perampok, pembunuh, ataupun binatang buas. Kenapa bisa seperti itu?

Apa lagi yang perlu kau takuti jika kau sendiri adalah predator paling berbahaya di muka bumi ini?

Terlepas dari kenyataan makhluk sejenis apa mereka, mereka sebenarnya adalah makhluk yang cukup beradab. Tidak perlulah kalian membandingkan mereka dengan film-film imajinatif yang terlalu melebih-lebihkan makhluk sejenis dengan mereka. Toh, pada kenyataannya makhluk-makhluk itu memang ada, dan sebagian dari mereka memang memilih untuk berbaur dan hidup berdampingan dengan para manusia.

Sebelumnya, ingatlah!

Rumah mereka bukanlah kastil tua suram yang dihiasi lorong-lorong yang terbuat dari batu dengan dihiasi debu dimana-mana. Tidak ada peti mati di dalam sana ataupun juga ruangan-ruangan tanpa cahaya. Pada kenyataannya, rumah mereka bergaya modern-minimalis, walaupun juga tidak melupakan sentuhan klasik khas peradaban Eropa. Kalian bisa menemukan jendela-jendela lebar disana. Rumah itu terlihat sangat nyaman, normal, dan wajar untuk ditempati oleh klan besar mereka.

Mereka adalah salah satu jenis makhluk Immortal atau makhluk abadi. Mereka adalah vampire. Mereka bukanlah vampire yang seperti digambarkan pada film-film produksi China, yang meloncat-loncat, berpakaian ala dinasti kuno dengan kedua tangan yang lurus di depan. Bukan juga seperti vampire di seri Twilight Saga –walau pada kenyataannya itu adalah yang paling mendekati-. Mereka memang abadi, kuat, berwajah rupawan, bertubuh dingin dan keras bagaikan es. Warna mata mereka juga merah sewarna darah, walaupun sekarang sudah berubah menjadi berwarna cokelat gelap.

Apa yang mereka konsumsi akan mempengaruhi warna mata mereka. Tentu saja makanan mereka adalah darah manusia. Mereka tidak bisa memakan darah hewan. Ketika mereka meminum darah dengan cara langsung menggigit manusia, warna mata mereka akan berwarna merah darah. Ini terjadi karena mereka mendapatkan pasokan darah segar. Dan jika warna matanya cokelat gelap mereka mengkonsumsi darah yang mereka dapatkan dari darah yang sudah didonorkan oleh manusia. Mereka bisa mendapatkannya dengan mudah di palang merah. Ketika uang sudah berbicara tidak ada hal yang tidak mungkin untuk mereka lakukan. Semacam sebuah simbiosis mutualisme…….

Tetapi warna mata klan ini kadang juga bisa berwarna merah cerah ketika mereka sedang marah atau mempergunakan sebagian besar kekuatan mereka. Dan jika sedang haus berat warna mata mereka akan dengan sendirinya berwarna hitam kelam.

Mata mereka yang coklat terang juga memungkinkan mereka untuk berbaur dengan manusia. Tidak seperti di film kok, kulit mereka biasa saja jika terkena matahari, tidak berkilau bagai berlian. Hanya saja kulit mereka memang berwarna lebih putih dan pucat dari manusia pada umumnya.

Oh ya, satu lagi. Jangan samakan mereka dengan Drakula. Pada dasarnya mereka memang sama-sama penghisap darah. Tetapi yang membedakan adalah bentuk fisik mereka lebih mendekati manusia sedangkan para Drakula memiliki ciri-ciri fisik seperti kelelawar dengan gigi yang runcing dan telinga yang lancip.

***

Leeteuk’s Side

The Cheonsa’s Mansion

Aku masih sibuk mengamati deretan pohon pinus ketika Ryeowook dengan gerakan ringan yang lincahnya mendekatiku sambil membawa sebuah gelas berisi cairan pekat berwarna merah.

“Minumlah Hyung.” Katanya dengan menyodorkan gelas itu kepadaku.

Aku menerimanya dengan senyuman, “Terimakasih Ryeowook, kau memang selalu tahu kesukaanku.”

Dia membalasnya dengan sebuah senyuman manis, “Tentu saja Hyung, darah golongan A memang yang terbaik. Bisa diibaratkan jika darah adalah wine maka darah golongan A adalah Kosta Browne Pinot Noir Sonoma Coast atau mungkin Hall Cabernet Sauvignon Napa Valley.” Celotehnya dengan mata berbinar-binar.

“Mungkin kau bisa meminta penjelasan dari Kyuhyun. Bukannya dia sangat hobi mengoleksi wine?” aku sedikit meringis ketika menyadari hobi magnae kami itu, dia adalah pecinta wine yang tidak akan pernah bisa meminum wine-wine koleksinya, benar-benar ironis sekaligus menggelikan.

Ryeowook kemudian mengangguk dan melesat menuju ke lantai bawah. Langkah kaki bisa dibilang tidak pernah terdengar di tempat ini. Kami semua mempunyai kecepatan yang menakjubkan. Kami semua berjalan dengan langkah yang ringan seolah-olah sedang melayang.

Aku meminum cairan pekat berwarna merah itu dengan santai sambil tetap di rutinitas awalku memandangi deretan pepohonan di luar sana.

Bisa dibilang klan kami cukup besar, dengan 13 anggota di dalamnya. Aku adalah yang tertua di klan ini, dan aku pula yang mengubah dongsaeng-dongsaengku. Pada awalnya aku dulu hanyalah seorang vampire nomadden pemburu manusia yang hidup berpindah-pindah. Tetapi seiring waktu berjalan maka aku memutuskan untuk membentuk sebuah keluarga dengan mereka. Mereka adalah manusia-manusia sekarat yang aku tolong. Bukan tanpa alasan, setiap dari mereka selalu menimbulkan sebuah gejolak di hatiku -yang aku pikir sudah- membeku untuk menyayangi dan menyelamatkannya.

Kadangkala aku menyesal dan merasa bersalah ketika menyadari bahwa aku menghancurkan rancangan hidup mereka sebagai manusia. Tapi bukankah itu lebih baik daripada membiarkan mereka meregang nyawa dan harus menyerah kepada takdir? Aku hanya melakukan apa yang menjadi kapasitasku, dalam hal ini adalah mengubah mereka menjadi makhluk abadi sama dengan sepertiku. Dongsaengku semuanya istimewa, mereka bisa dibilang adalah vampire-vampire yang sangat berbakat. Dengan jumlah anggota klan kami sudah menjadi kelompok yang disegani oleh klan lain, dan ditunjang dengan bakat-bakat ini.

“Apa yang sedang kau pikirkan tuan Park?” Aku melirik Heechul, dongsaengku yang memiliki wajah tampan sekaligus cantik disaat yang bersamaan. Di perhitungan manusia dia lahir 59 tahun setelahku. Mungkin bisa dibilang dia cocok jika menjadi cucuku.

“Tidak. Aku tidak sedang memikirkan apa-apa Heechul.” Jawabku.

Dia merapikan rambutnya yang sedikit berantakan, “Andai saja aku adalah Siwon yang bisa membaca pikiran. Mungkin aku tidak akan repot-repot bertanya apa yang sedang kau pikirkan.” Jawabnya dengan nada sinis yang khas, itu memang sifat yang telah mendarah daging di hidupnya.

“Terserah apa katamu sajalah. Aku tidak mau dan tidak akan ambil pusing.”

Heechul memutar bola matanya malas mendengarkan jawabanku, “Hyung, kau selalu saja seperti ini. Ah, dan dengarkan itu, bocah-bocah nakal itu membuat keributan lagi di bawah.”

Kami berdua lalu turun ke lantai bawah. Mungkin jika aku manusia aku akan kena serangan jantung ketika melihat Sungmin membawa tumpukan barang-barang yang menggunung sampai-sampai menutupi mukanya yang penuh aegyo itu. Heechul sudah mendesis ngeri melihat benda-benda berwarna feminin itu, pink.

“Astaga Sungmin! Apa sih yang kau beli itu?” aku bisa mendengar Shindong yang memekik kaget.

Sungmin belum menjawab dan menaruh barang-barangnya di samping ruang tamu. Dia menggaruk kepalanya yang aku yakin tidak gatal itu dan tersenyum.

“Tadi aku pergi bersama Kyuhyun untuk sekedar cuci mata, tapi benda-benda pink ini benar-benar menyilaukan mataku dan membuatku kalap untuk membelinya.” Jawabnya dengan penuh semangat.

“Lalu dimana Kyuhyun? Aku tidak melihat dia pulang bersama denganmu Hyung.” Tanya Donghae sambil celingak-celinguk mencari sosok Kyuhyun.

“Bocah iblis itu tadi tiba-tiba pergi meninggalkanku. Aku pikir dia sudah pulang ke rumah. Tanpa pamit dan tanpa kabar.” Jawab Sungmin.

“Ah, mungkin dia pergi ke Game Center.” tebak Heechul dengan nada tidak peduli. “Itu yang biasanya dia lakukan.”

Dulu ketika mengubah Sungmin aku sempat ragu apa dia bisa bertahan di dunia vampire yang keras ini. Wajahnya yang penuh aegyo itu sedikit membuatku merasa khawatir. Tapi ternyata aku salah, kekhawatiranku itu ternyata sangat meleset. Dia sangat kuat, hampir sama kuatnya dengan Kangin, dongsaengku yang mirip beruang dan yang paling kuat dalam keluarga kami.

***

Author’s Side

Yesung dan Kyuhyun mempercepat lari mereka di hutan pinggiran kota Seoul sebelah timur. Mereka tengah mengejar seorang vampire nomadden yang kedapatan mencari mangsa di wilayah klan Cheonsa. Kebetulan sekali mereka berdua melihatnya.

Vampire pria yang mereka kejar berlari dengan sangat cepat melintasi sungai bahkan perbukitan, tetapi Yesung dan Kyuhyun tidak menyerah begitu saja. Mereka sampai di sebuah tempat yang cukup terbuka di tengah hutan. Vampire pria itu berhenti dengan sebuah seringaian meremehkan yang dia arahkan kepada Yesung dan Kyuhyun. Baik Yesung maupun Kyuhyun hanya menatap vampire itu dengan tatapan dingin yang tajam dan menusuk.

Tawa kemenangan terdengar ketika dari balik pepohonan muncul empat orang vampire pria lain, maaing-masing mempunyai tubuh yang besar sama seperti dengan Kangin.

“Rupanya si tidak berguna itu sengaja memancing kita untuk menuju ke tempat persembunyian komplotannya Hyung. Benar-benar perbuatan pengecut.” Ucap Kyuhyun dengan nada sinisnya.

Yesung tersenyum dingin, “Kau benar Kyuhyun. Mereka adalah barisan pengecut tidak berguna.”

“Diam kalian! Kalian hanya berdua dan kami berlima. Sudah pasti kalian berdua akan kalah.” Teriak vampire pria itu dengan sombong.

“Dasar tidak tahu malu, sudah jelas-jelas kalian berburu di wilayah yang sudah diklaim oleh klan kami tapi kalian masih saja bersikap sombong.” Maki Kyuhyun.

“Dan untuk apa kalian menguasai sebuah wilayah jika kalian tidak menggunakannya dengan baik ha?” seorang vampire lain berbicara.

“Itu bukan urusan kalian. Ini adalah wilayah kami, kami berhak melakukan apapun yang kami mau disini. Termasuk mencari mangsa atau tidak.” Jawab Yesung dengan nada tegas. Kyuhyun sudah menyeringai di sampingnya.

“Kalian memang klan tolol yang menyia-nyiakan makanan di sekitar kalian. Jadi apa salahnya berbagi dengan makhluk sejenis dengan kalian Cheonsa?” tanya seorang vampire lain.

“Tapi kalian lebih tolol karena mencari mangsa di wilayah kami. Apa kalian benar-benar tidak tahu siapa kami?” kata Kyuhyun dengan nada tidak sabar.

“Aku tidak peduli siapa kalian Cheonsa.” Jawab mereka serempak.

Beberapa detik kemudian kelima vampire itu sudah mengerang kesakitan. Mereka sampai berguling-guling di tanah ketika dirasa ada ratusan pedang yang seolah digoreskan ke tubuh mereka. Bahkan ada pula yang seolah dihujamkan tepat ke dalam organ-organ dalam tubuh mereka. Yesung menatap mereka berlima dengan pandangan dinginnya.

Teriakan kesakitan itu semakin terdengar menggema di dalam hutan yang sunyi. Hanya suara burung hantu yang seolah tengah ketakutan yang menimpali suara kesakitan itu. Di langit bulan bercahaya dengan indahnya. Membentuk sebuah bulatan sempurna, saksi dari kejadian malam ini.

“Hhh-hen-ti…-kan…, aku mohon!” salah seorang berteriak keras. Yesung mengalihkan tatapannya.

Kyuhyun menatap Yesung sambil menunjukkan senyuman bocahnya, “Apa yang harus kita lakukan Hyung?

“Lakukan yang biasanya kita lakukan Kyuhyun.” Jawab Yesung sambil mengacak rambut Kyuhyun, “Kau tahukan apa yang harus kau lakukan dongsaeng-ah?”

“Tentu saja Hyung. Aku akan melakukannya dengan senang hati. Aku rasa vampire-vampire tidak berguna ini hanya akan mengganggu keberadaaan kita.” Seringaian itu kembali hadir di bibir Kyuhyun.

Kyuhyun maju dua langkah ke arah lima vampire yang masih tergolek di tanah.

“Siapapun kalian, sampai jumpa.” Kyuhyun tersenyum ramah sebelum matanya berubah warna sewarna api yang berkobar-kobar.

Teriakan nyaring yang melengking kembali terdengar memilukan ketika kobaran api muncul dan membakar tubuh kelima vampire itu. Asap hitam tebal terlihat membumbung tinggi di angkasa, sebelum wangi kayu pinus yang terbakar menyeruak menusuk indera penciuman.

“Ayo kita pulang Kyuhyun.” Ajak Yesung sambil berjalan menuju rimbunnya hutan.

Kyuhyun tersenyum senang menatap perapian yang baru saja dibuatnya, kemudian dia berbalik untuk mengejar salah satu Hyung-nya itu.

“Tunggu aku Hyung!” teriaknya sambil mencoba untuk menyejajarkan langkah dengan Yesung.

***

“Baru membuat api unggun lagi heh?” sindir Eunhyuk ketika Yesung dan Kyuhyun melenggang dengan santai masuk ke dalam rumah.

Donghae menyikut Eunhyuk pelan, “Memangnya kau pikir anak pramuka apa?”

“Pasti Kibum Hyung dan Hankyung Hyung yang bilang.” Tebak Kyuhyun.

“Itu benar.” Sahut Hankyung yang tengah asyik menonton acara Master Chef bersama dengan Ryeowook.

“Kerja bagus nak! Sayang sekali aku tidak ikut.” Kangin menyeringai lebar dan ikut bergabung.

“Kekejaman kalian semakin terlatih.” Gumam Siwon pelan.

“Mereka datang di waktu dan tempat yang tidak tepat.” Ujar Yesung.

Sungmin memandang ke arah Kyuhyun, “Jadi itu kenapa alasanmu tadi tiba-tiba menghilang. Lain kali kau harus bilang kepada Hyung kalau mau pergi. Dasar!” kata Sungmin seolah-olah tengah menasehati anaknya yang nakal.

“Aku rasa belakangan ini banyak nomadden yang bermunculan disini.” Sahut Kibum.

Shindong mengangguk setuju, “Bisa dibilang begitu, mengingat populasi terbanyak ada di Jepang dan China.”

“Aku rasa tidak mungkin jika ada yang sengaja menciptakan mereka.” Timpal Hankyung, “Sepertinya kelima vampire tadi bukan kelahiran baru.” Analisanya.

Leeteuk hanya diam dan mengamati. Dia masih terus mendengarkan dongsaeng-dongsaengnya yang berpendapat.

“Karena mereka berlima tadi kelihatan cukup tahu banyak tentang kita maka aku dan Kyuhyun memutuskan untuk memusnahkan mereka. Jika mereka sampai berkoar-koar ke seluruh dunia, ini bisa membahayakan klan kita.” Ucap Yesung dengan wajah dinginnya.

“Walaupun klan kita adalah klan yang kuat, tapi tetap saja kita harus waspada.” Sahut Kyuhyun sambil memainkan PSPnya.

“Mungkin saja mereka hanya nomadden yang lewat. Dan aku bisa menebak bahwa sebelumnya mereka telah mencari tahu tentang kita. Tapi sayang sekali mereka justru bertemu dengan Yesung dan Kyuhyun. Jika mereka bertemu dengan Eunhyuk, Donghae, atau Ryeowook mungkin mereka masih hidup. Mereka sungguh malang.” Leeteuk membagi senyuman malaikatnya.

“Itu adalah sebuah pelajaran yang berharga.” Gumam Siwon lagi.

Kyuhyun dan Heechul menyeringai secara bersamaan, “Jadi kapan kita akan mengkudeta klan Rumania?”

“Dasar gila!” pekik Eunhyuk dan Donghae secara bersamaan.

“Kita tidak akan bertindak jika mereka tidak mengganggu kita.” Leeteuk memutuskan. “Jalani saja hidup kalian seperti biasanya. Aku akan naik ke atas lebih dahulu.” Pamit Leeteuk sambil bangkit dari duduknya.

***

Leeteuk memasuki ruangan kerja pribadinya. Di ruangan yang luas itu tersusun rapi bermacam-macam buku koleksinya yang dia kumpulkan selama berabad-abad. Di sana juga terdapat banyak lukisan yang juga sudah berumur dalam hitungan puluhan bahkan ratusan tahun. Salah satunya, adalah lukisan yang paling besar. Menggambarkan dirinya sendiri tengah berdiri dengan baju khas Joseon-nya. Wajah malaikatnya terlihat begitu sempurna dengan senyuman menawan.

Lukisan itu dibuat sekitar 300 tahun yang lalu. Dan Leeteuk masih tetap sama seperti yang berada di dalam lukisan. Sama sempurnanya dengan yang sekarang, tidak ada yang berubah dari tubuhnya. Seorang malaikat sempurna.

Hyung.” Leeteuk menoleh dan mendapati Hankyung tengah berdiri di hadapannya.

“Ada apa Hankyung?” tanyanya dengan lembut.

“Aku baru saja mendapatkan penglihatan.”

“Memangnya apa yang kau lihat?”

“Aku melihat Zhoumi dan Henry datang beberapa waktu lagi.”

Leeteuk tersenyum senang, “Itu bagus bukan? Sudah lama mereka tidak datang kemari. Aku mendengar bahwa mereka tengah menjelajahi Babylon untuk mencari bukti keberadaan taman gantung.”

“Itu memang bagus, tapi….” Hankyung menggantung kata-katanya.

“Tapi apa?”

“Aku melihat bahwa mereka tidak hanya datang berdua Hyung. Aku masih belum bisa melihat dengan jelas dengan siapa mereka datang. Aku hanya bisa melihat bahwa mereka datang dalam damai.” Lanjut Hankyung.

“Jika mereka datang dengan damai, siapapun yang mereka bawa. Tidak ada alasan untuk menolaknya bukan? Dan terimakasih karena kau telah mengatakannya, jadi kita bisa mempersiapkan diri. Apapun yang terjadi setelahnya.” Jawab Leeteuk.

“Ah, mungkin mereka membawa Caster atau Bijou yang cantik dan mengenalkan mereka kepada kita.” Sahut Heechul tiba-tiba, dan entah sejak kapan vampire tampan sekaligus cantik itu ada di situ.

“Jangan bermimpi. Mana mungkin Caster atau Bijou berhubungan dengan Vampire.” Bantah Hankyung.

“Namanya juga hanya menebak.” Jawab Heechul sambil tersenyum manis yang dibuat-buat.

Leeteuk tertawa renyah mendengarnya. “Dunia makhluk abadi memang rumit kan?”

Heechul dan Hankyung mengangguk secara bersamaan.

“Hei, menurut kalian, bagaimana jika terjadi pertarungan antar makhluk abadi? Bukannya itu seru?” tanya Heechul iseng.

“Maksudmu kau mau cakar-cakaran dengan Gumiho begitu?” sindir Hankyung.

“Bukan begitu tap –“

“Aku dengar hal itu sudah terjadi, ribuan tahun yang lalu. Jauh sebelum kita lahir. Dan vampire salah satu jenis yang bisa bertahan. Itu juga yang membuat para Bijou harus menyingkir ke dunia yang mereka bangun sendiri.” Leeteuk memotong perkataan Heechul.

“Ah, makhluk-makhluk sombong itu memang minta dicekik.” Wajah Heechul terlihat gusar. “Sudah sepantasnya mereka menjauh dari kita. Hanya karena mereka terlahir langsung sebagai makhluk abadi mereka menganggap bahwa diri mereka yang paling hebat. Ah, benar-benar memuakkan.”

“Hati-hati, siapa tahu nanti kau jatuh cinta pada mereka.” Kata Hankyung bermaksud menggoda Heechul.

“Cihhh… lebih baik aku jatuh cinta kepada manusia saja dan mengubahnya menjadi vampire.

“Sudahlah, jangan membahas hal-hal yang tidak penting. Jika saja aku bisa menyuruh kalian untuk tidur.” Gurau Leeteuk.

“Tapi sayangnya kau tidak bisa Hyung.” Heechul tertawa puas.

“Hidup kita memang selalu seperti ini kan?”

***

Donghae menatap Eunhyuk dan juga Kyuhyun yang tengah asyik bertanding Starcraft dengan pandangan bosan. Dia kemudian mengalihkan pandangannya kepada ikan-ikan nemo peliharaannya yang tengah asyik berenang hilir mudik di akuarium. Di pojok Yesung tengah asyik mengelus-elus Ddangkoma, kura-kura kesayangannya.

Perlu diketahui, Yesung memelihara kura-kura dengan alasan bahwa kura-kura mempunyai umur yang panjang, sehingga dia bisa lebih lama bersama dengan hewan yang disayanginya. Tentu saja, karena Yesung abadi. Ternyata di balik kekejamannya, Yesung mempunyai segudang hobi aneh. Dia memang pecinta sejuta hal aneh, hampir sama levelnya dengan Heechul.

Kembali lagi ke Donghae, yang kali ini mengerang kebosanan. Statusnya sebagai seorang pelacak handal kadang terburai karena dia biasanya bertingkah layaknya anak kecil berusia lima tahun. Lihat saja, dia mulai menghentakkan kakinya karena bosan.

Ryeowook membelalakkan mata melihat salah satu Hyungnya itu. Dengan panik dia mendekat.

“Donghae Hyung! Apa yang kau lakukan?” teriak Ryeowook histeris ketika menemui sebuah retakan memanjang yang kini tercetak jelas di lantai marmer kesayangan Heechul. Kyuhyun yang kaget karena teriakan melengking Ryeowook tanpa sengaja melemparkan stik PS-nya ke muka Eunhyuk.

“Ada apa Ryeowook?” tanya Donghae dengan muka polos tanpa dosa.

“Itu.” Ryeowook menunjuk ke arah bawah kaki Donghae.

“Apa?” tanyanya masih tidak mengerti.

“Ituuuu.” Pekik Ryeowook. “Kau merusak lantai marmer favorite Heechul Hyung. Dia bisa mencekikmu Hyung!” kata Ryeowook berlebihan, dia kemudian berbalik menuju dapur.

Donghae yang sadar segera mengangkat kakinya, tapi semuanya sudah terlambat. Retakan memanjang di lantai itu tercetak dengan jelas. Kadang Donghae memang sering lupa bahwa dia mempunyai kekuatan fisik yang sangat biasa, dia bisa saja meremukkan batu menjadi pasir dengan mudah.

“Kau akan segera merasakan neraka dunia.” Kyuhyun bersorak kegirangan.

“ARRGGGHHH!!!!!! SIAPA YANG MENGHABISKAN DARAH GOLONGAN AB? TADI MASIH ADA LIMA KANTONG DISINI!!!!” teriak Ryeowook dari arah dapur sekaligus ruangan penyimpanan persediaan makanan mereka.

“APA KAU BILANG? MAKANANKU!” Yesung ikut berteriak histeris sambil mengangkat Ddangkoma untuk berlarian turun-naik tangga (aku sudah bilang bahwa dia aneh).

“Bukan akuuu yang menghabiskaaannn!” teriak Shindong dari arah ruang depan. “Aku hanya mencobanya dua kantong. Eunhyuk yang menghabiskan sisanyaaaa!” lanjutnya lagi.

“Dasar rakus!” teriak Ryeowook kesal. “Sudah tahu darah AB langka, kalian masih saja sembarangan.”

“Maaf. Aku hanya penasaran ketika melihat Shindong Hyung mencobanya, jadi aku ikut-ikutan, eh… ternyata enak dan tanpa sadar aku sudah habis tiga kantong.” Jawab Eunhyuk tenang, seolah tanpa dosa.

“Bersiap-siap saja karena Cinderella akan murka dua kali.” Bisik Kyuhyun, tepat saat itu Heechul turun dari lantai atas dengan wajah tidak bersahabat.

Matanya membulat ketika melihat lantai di bawah Donghae, terlebih ketika Ryeowook membawa kantong darah yang sudah kosong, wangi yang menguar adalah darah favoritenya. Jelas-jelas Heechul bisa mencium baunya.

“Shin Donghee, Lee Hyukjae, Lee Donghae.” Desisnya kesal. “Mati kalian!!!!”

.

-TO BE CONTINUED-

Disini saya akan bikin The Cheonsa Coven lebih kejam daripada yang dulu, seperti Yesung dan Kyuhyun diatas. Kalau yang dulu kayaknya lebih mellow aja….. kwkwkwkw….

See you,

Radice

35 thoughts on “The Cheonsa Coven (1/11)

  1. Linda_ky2389

    wah update ♥
    sekedar penasaran nih.. yg di ffn ada link nya gak? aku juga pingin bacaa TwT kan beda tuh? ntar pingin bisa bedain yg disini sama disana.. boleh? :33
    atau kasi tau judulnya? atau nama eonni(?)/author-nim (??) di ffn? gmn? gmn? :333

    Balas
  2. dch96

    kyuhyunnya kejam juga yaa..
    lebih seru yg ini dari yg waktu pernah di ffn ._.
    ngikutin di tempat itu, akhirnya di lanjut disini.
    ditunggu next chapnya
    semangat authornya nulisnya..

    Balas
  3. MirandaRisky

    baru nemu ff ini pas buka blog langsung liat yg part3 nya.😀 jd langsung cari part 1 sama 2-nya😀 hehehe~
    wahhhh~ ini pasti bakalan seru bgt untuk cerita selajutnya, apa lgi mereka mempunya kekuatan masing^^. bagus bgt ceritanya. lanjut ke certa selanjutnya ^^😀

    Balas
  4. fatmakyu

    Waw kyu keren bgt, dah lm ku mmpin kyu jd vampire pst lbh krn drpd edward cullen. Tp g d crt ttg yoja nih yg jd coulpe pr vmvr kece nih.biar tmbh nyesek crtnya…
    Buat author hwaitting…

    Balas
  5. entik

    Halo salam kenal sist author.
    Aku kira cerit nya mirif twilight, tpi ternyata beda merkaa gk mnum drah hewan, tapi ttp drah manusia, aku suka masing2 kekuatan yang meraka punya.
    Walau belum semua ke bongkar.
    Hehehe.
    Tapi aku lebih suka ke kuatannya yesung oppa.
    Lanjut baca part selanjut nya sist.

    Balas
  6. kyulovely

    seneng banget nemu fanfic sj genre brothership gini. bosen sama yang lovey dovey.
    udah gitu fantasy lagi. ya ampun kelakuannya pada lucu…
    authornim ini keren loh kenapa bikin novel aja ><

    Balas
  7. Han_Tsa

    ehmm…nyari-nyari klanjutan nie ff trnyata temunya di sni…
    dulu udh pernah baca smpai chapter 7 sich tp berhubung di buat versi baru jdi baca lgi dri awal…

    tetep seru bnyak prubahan.ny… So Cool authornim…

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s