WHO YOU?

Title                 : Who You?

Genre              : Romance, Sad, Life

Length             : One Shot

Cast                :

–       Park Jiyeon

–       Kim Jonghyun a.k.a JR NU’EST

===================================================

Udah lama gak ngepost FF mungkin FF kali ini jadi bener-bener gaje.

Maaf semua readers *bow*

===================================================

Summary

Kau tidak dapat menemukan sesuatu yang benar-benar ada dalam dirinya. Kau tidak benar-benar mengenalnya. Dia yang kau kenal bukanlah dia yang sebenarnya. Mungkin.

******

Author POV

‘Semua tampak tak begitu nyata,  bahkan tidak terasa apapun. Saat sosoknya tiba-tiba datang kedalam kehidupanku dan merubah segalanya’

Aku memulainya dari satu kata dari satu kata yang begitu berarti dalam kehidupan semua orang atau bahkan semua makhluk hidup, tapi aku tidak pernah menemukan arti yang sebenarnya dari kata tersebut. Ani. Bukan tidak menemukannya tapi aku belum mengertiarti dari kata itu. Atau, apa kata itu dapat diartikan? Apa harus kata itu diartiakan dengan kata-kata atau hanya harus diartikan dengan sebuah tindakan ? ah molla

Jiyeon mengambil sebuah buku cantik bersampul satu lukisan wajah seseorang yang selama satu tahun ini mengisi kehiduapnnya, Kim Jonghyun. Lalu dia menuliskan satu kata diawal tulisannya “CINTA”. Raut wajahnya sejenak berubah, menggambarkan suatu kebingungan seperti apa yang ia katakana sebelumnya.

Jiyeon terus menatap kata “CINTA” yang ia tulis.

“Biar aku ceritakan semuanya” ucapnya bersemangat.

Aku tidak tau persis bagaimana awalnya ini semua bisa terjadi. Bagaimana aku dan dia bisa mempunyai hubungan sejauh ini dan aku bisa sangat terikat dengannya.. hmm dialah yang merubah sikapku atau mungkin kehidupanku.’

Dia datang begitu saja, saat itu aku hanya menjadi teman tempat dia menceritakan kekesalannya karena yeojachingunya. Aku selalu berusaha menjadi pendengar yang baik dan pencari solusi untuknya.

Jiyeon menghentikan tulisannya, dahinya mencoba mencerna dari kalimat terakhir yang iya tulis ‘pencari solusi’

“Benarkah ? aku pernah memberikannya solusi ? atau lebih tepatnya aku memberikan solusi yang menghancurkan hubungannya !?” gumamnya.

“Ya, sedikit seperti itu.aish molla. Aku tidak mau mengingat kejadian itu” umpatnya. Lalu ia kembali menulis.

Sahabat jadi cinta ? ani. Mungkin lebih tepatnya itik buruk rupa jatuh cinta pada pangeran ? aish tapi dia tidak seperti pangeran’

Dia selalu bertanya padaku soal harus bagaimana hubungannya dengan yeojachingunya sampai mereka akhirnya mengakhiri hubungan mereka dan aku. Aku semakin dekat dengannya. Dia pernah berkata pernah berkata padaku “Kau bahkan lebih perhatian padaku daripada dia”. Aku tidak tau harus bagaimana menyikapinya, tapi aku akui, aku sudah lama menyukainya. Bahkan sebelum keduanya mempunyai hubungan. maaf’

Aku tidak dapat menuliskan secara rinci semuanya.

Jiyeon meneguk kopi yang ia buat sebelum ia mulai menulis.

14 Februari 2013. Aku tidak ingat kapan waktu persisnya dan apa yang aku bicarakan dengan Jonghyun, samapi akhirnya dia menulis “J14J” aku tidak mengerti maksud dari itu, dan akhirnya aku menanyakannya pada Jonghyun yang membuat dia menjadi kesal. Dan setelah aku memperhatikannya, ternyata “J14J” itu adalah inisial dari namanya dan namaku, serta tanggal dimana kami memulai hubungan yang lebih jauh.

Semuanya berjalan dengan baik, tapi beberapa bulan kemudian aku merasa dia sudah bosan denganku. 7 Desember 2013, hari itu adalah hari ulang tahunku. Dan orang pertama yang paling aku harapkan mengucapkan selamat ulang tahun padaku adalah dia, Kim Jonghyun.

Tapi ternyata, dia bahkan tidak tahu kalau hari itu aku berulang tahun. Sampai akhirnya aku harus berpura-pura meminta hadiah padanya dan dia malah bertanya padaku “Hadiah ? untuk apa ?” . dan sejujurnya aku sangat kecewa tapi aku berfikir itu bukan salahnya, dia tidak tau.

Aku tau kalau dia benar-benar ingin mengakhiri hubungan ini, tapi dia tidak mau mengataknnya. Mungkin karena saat itu mendekati hari ujian kelulusanku. Sampai akhirnya kami benar-benar memutuskan hungan kami. Dia bilang. Dia tidak bisa lagi bersamaku.

Sedih ? hmm tidak. Karena jauh sebelum dia mengatakannya aku sudah tau kalau akhirnya akan jadi seperti itu.

Aku tidak tau bagaimana dia bisa begitu mempengaruhi hidupku. Saat semuanya berakhir, aku tidak pernah berusaha sedikitpun untuk melupakannya, aku seperti begitu terikat padanya.

“Jika kau mendapatkan nilai sempurna untuk kelulusanmu, aku akan datang padamu dan langsung memelukmu tidak peduli saat itu aku sibuk atau tidak.”

Jiyeon mengucapkan kata-kata yang pernah diucapkan oleh Jonghyun.

Entahlah kenapa aku dan dia harus seperti ini. Tiba-tiba dia kembali datang padaku, dan menjadi lebih dekat dan dekat lagi padaku. Sampai aku tidak bisa sedikitpun menghapus apa yang aku rasakan terhadapnya.

Aku tidak bisa tersadar dari kenyataan yang sebenarnya dia bukanlah milikku lagi. Tapi dia menguasaiku. Dia menjadikanku seolah miliknya seperti dulu atau mungkin aku yang terlalu berharap kembali menjadi miliknya meski tidak ada pernyataan apapun yang menyatakan jika aku miliknya atau dia milikku.

Sampai akhirnya dia mengatakan sesuatu yang aku yakin tidak ingin aku dengar seumur hidupku mengenalnya. Dia tidak akan pernah menjadi milikku sebanyak apapun aku mencintainya, sekuat apapun aku menjaganya,dia tidak akan pernah menjadi milikku.

Aku tidak pernah membayangkan bahkan memimpikan semua ini terjadi. Aku bahkan pernah membayangkan kalau aku dan dia akan mempunyai kehidupan bersama. Itu adalah hal yang paling bodoh yang pernah aku bayangkan.

Tapi entah apa yang dia dan aku pikirkan, kami tidak pernah merubah sikap kami satu sama lain. Dia bahkan lebih egois terhadapku dari sebelumnya. Dia benci saat dia tau kalau ada namja lain yang bisa membuatku tertawa dibandingkan saat bersamanya. Aku tidak tau harus bersikap seperti apa padanya. Aku sangat mencintainya tapi disisi lain aku tidak mempunyai hak apapun atas dirinya.

Setiap hari, aku berfikir bagaimana akhir dari hubungaku dengannya. Bagaimana aku tanpa dia. Aku tidak tau. Dia mengukir semua kenangannya dalam hidupku dengan begitu manis dan rapih. Aku mengingat semua kata-kata yang pernah ia katakana padaku. Saat dia mengatakan sesuatu yang begitu menyakitkan atau sebaliknya. Aku mengingatnya. Aku ingat saat dia bilang aku akan menjadi eomma dari anak-anaknya karna itu dia memanggilku dengan sebutan “eomma”.

Aku ingat saat dia mengadu padaku saat dia sakit. Aku ingat saat dia bilang dia menangis karena aku.

Ya, saat kami sedang serius berbicara satu sama lain. Kami akan tersadar bagaimana kami akhirnya bukanlah apa-apa. Aku dan dia tidak mempunyai hubungan apapun.

Saat dia mengatakan jika dia mencintaiku, dia merindukanku. Dia merindukanku sebayak oksigen yang dia hirup. Saat dia mengatakan “When you a wake,tell me. Tell me that you love me”.

Saat dia menelfonku untuk membangunkanku atau saat dia berpura-pura seolah sedang membangunkanku, membisikan kata-kata kalau dia mencintaiku. Saat dia marah padaku dan dia bilang jika dia tidak ingat dia sangat menyayangiku dia pasti tidak mau peduli dan berbicara lagi padaku.

Aku mengingatnya. Saat ada jarak dengan hubungan kami yang tidak seperti biasanya. Dia tidak menyukainya, dia bilang dia merindukkan aku yang dulu. Dan dia bilang padaku jika dia tidak suka aku pergi darinya begitu saja. Dia tidak mau aku hanya datang padanya jika dia membutuhkanku. Dia mau aku selalu ada untuknya.

Tanpa Jiyeon sadari, satu tetes air matanya mengalir begitu saja. Sedikit membasahi bukunya.

“Bisakah kau menghentikannya ? jangan buat aku semakin menginginkanmu Kim Jonghyun” ucap Jiyon lirih.

            Aku tidak dapat seidikitpun melupakan tentangmu.

            Sekarang semuanya sudah berubah. Aku tidak tau sejak kapan aku menjadi seperti ini. Sikapku berubah. Tidak seperti dulu dan Jonghyun tidak menyukainya. Aku menjadi seseorang yang sangat tidak peduli dengan apapun bahkan dengannya. Aku menjadi seseorang yang dingin,

            Dan aku tidak tau apa yang membuatku berubah menjadi seperti sekarang. Aku tidak seperti dulu yang sangat perhatian padanya. Aku yang sekarang menjadi seseorang yang cenderung tidak peduli, bahkan padanya. Bukan karena ada orang lain yang sudah menggantikannya. Karena aku sama sekali tidak pernah berniat untuk mencari penggantinya.

            Aku mempunyai beberapa orang baru dalam hidupku dan mereka semua seorang namja. Tapi itu semua tidak ada hubungannya denganku, aku hanya ingin mempunyai beberapa teman baru. Dan sejak dulu, aku memang lebih suka berteman dengan namja daripada yeoja. Karena aku merasa lebih dilindungi jika berteman dengan mereka. Bukan berarti aku tidak menyukai teman-teman yeoja ku. Tapi itu semua yang menyebabkan Jonghyun marah padaku, dan dia bilang aku menjadi bukan seperti Jiyeon yang dulu ia kenal. Aku sangat berbeda seperti dulu.

            Kami menjadi semakin jauh, saat dia bilang dia tidak mau diganggu. Dan aku tidak berani menghubunginya selama seminggu. Aku merasa sangat merindukannya, akhirnya aku memberanikan diri untuk menghubunginya. Dan beruntungnya dia tidak marah padaku. Lalu kami kembali seperti dulu lagi.

            Apa kalian mengerti bagaimana hubungan antara aku dan Jonghyun ? tidak ? aku juga tidak mengerti. Kami saling peduli atau bahkan saling cemburu satu sama lain. Tapi jika kami sedang marah satu sama lain,baik aku atau Jonghyun akan mengatakan “Aku memang bukan siapa-siapa bagimu”. Tapi entah apa yang yang sebenarnya sampai antara aku dan Jonghyun sama sekali tidak bisa melepaskan diri dari satu sama lain.

            Suatu hari dia bilang padaku jika dia sudah mempunyai pengantiku, aku senang sekaligus kecewa. Disatu sisi itu berarti dia bisa lepas dariku dan mungkin aku juga bisa lepas darinya, tapi disisi lain aku masih sangat menyayanginya dan tidak mau dia mempunyai orang lain. Meski aku tau dia tidak akan menjadi milikku.

            Dan sekarang, aku semakin sibuk dengan semua pekerjaanku, dia tidak suka itu. Karena aku menjadi semakin jauh darinya, tidak peduli padanya dan saat kami mempunyai waktu satu sama lain hal yang kami lakukan hanya bertengkar, dan bertengakar menyia-nyiakan waktu.  

            Beberapa hari yang lalu, bilang padaku “Aku sangat ingin menjauh darimu, aju terlalu bergantung padamu. Aku dan Yeojaku akan segera menikah.” dia tidak bisa lepas dariku. dan sampai kapan kami harus seperti ini.

Jiyeon menghentikkan tulisannya. Dia menatap lekat wajah yang ada disampul bukunya itu.

“Saat kita bertemu nanti, biarkan aku memelukmu. Hanya sekali saja. Untuk yang pertama dan terakhir kalinya. dan saat kau sudah benar-benar bisa lepas dariku, aku harap sesekali kau masih bisa mengingat jika ada aku yang pernah ada untukmu dan mencintaimu”

Jiyeon menutup bukunya dan membereskan semua alat tulisnya.

“Sebenarnya masih banyak lagi yang ingin aku tulis disini. Bukan hanya ingin menceritakan yang aku rasakan tapi aku ingin kau tau apa yang menjadi pertanyaan ku terhadap dirimu selama ini, Kim Jonghyun” ucap Jiyeon pada foto Jonghyun.

Jiyeon melangkahkan kakinya ke tempat tidur pink miliknya.

“Oh” Jiyeon membuka handphone-nya

14 Februari 2015

For : Lalala Kim Jonghyun

-Happy Anniversary-

Tulisnya. Lalu ia kirim.

Senyumnya sejenak mengembang mengingat tanggal hari ini.

From : Lalala Kim Jonghyun

-Happy Anniversary…

Failed Anniversary

Hiduplah yang baik

Dan Jaga dirimu- . Balas Jonghyun.

“Ne, failed. Seandainya aku bisa benar-benar memilikimu.”

For : Lalala Kim Jonghyun

-Bogoshipo

Saranghae-

“Aish ini sudah 2 tahun berhentilah bermimpi Park Jiyeon !!!” gerutunya pada diri sendiri. Dihapusnya kembali semua kata – kata itu

For : Lalala Kim Jonghyun

-Jalja-

Send

END

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s