BE A GOOD APPA [PART 4]

hello😀 akhir nya dilanjut juga nih-

happy reading!

“Nuguseyo?” Yogeun kembali bertanya untuk kesekian kalinya pada wanita paruh baya yang membawanya ikut kedalam mobilnya.

Wanita itu tersenyum, “Kau boleh memanggilku Eomma”

Yogeun terlihat berpikir “Eomma?”

“Ayo kita turun” wanita itu mengajak Yogeun kedalam toko kue yang cukup terkenal diBusan.

Yoogeun melompat-lompat bahagia, sudah lama ia ingin mencicipi kue yang dijual ditoko itu. “Eomma! kita akan makan kue?” tanyanya. “Asikk!”

“Kau benar-benar menyukai kue ini?” tanya wanita itu. Yoogeun yang masih sibuk mengunyah, hanya menganggukan kepalanya penuh semangat. Setelah menelan habis kue yang ada dimulutnya, Yogeun mulai membuka suara.

“Setiap pagi aku melewati toko ini, tapi Appa selalu berkata bahwa aku bisa membelinya jika Appa sudah memiliki banyak uang”

Wanita itu hanya tersenyum miris mendengar perkataan Yogeun.

“Eomma, apa boleh aku membawa kue ini untuk Appa?” Yogeun menunjuk kue yang hanya tersisa separuh dipiringnya.

“Habiskan saja milikmu, dan kita belikan untuk Appamu”

“Terima kasih, eomma”

===

Donghae terus berlari sekencang mungkin, hari ini ada razia dadakan, bunyi peluit dan teriakan polisi yang menyuruhnya berhenti, tak dihiraukannya. Tapi sial, karena terlalu terburu-buru, ia terjatuh saat mencoba melompati pagar.

“Ya! kena kau!” seorang polisi menariknya paksa untuk berdiri. “Siapa suruh kabur eoh?!”

“Jebal, lepaskan saya-” mohon Donghae.

“Tidak akan!” polisi itu tak menghiraukan kaki Donghae yang terluka, dan barang dagangannya yang terjatuh berserakan, ia tetap menarik Donghae masuk kedalam mobil polisi dan membawanya ke kantor.

Kini Donghae duduk disalah satu bangku panjang yang ada didalam kantor polisi dengan gelisah. Jam sudah menunjukan pukul 1 siang dan ia masih belum boleh meninggalkan kantor. Padahal ia harus menjemput Yoogeun disekolahnya.

“Donghae!” seseorang mengejutkannya, Donghae mendongak dan mendapati temannya semasa SMA berdiri didepannya menggenakan seragam kepolisian.

“Sedang apa kau disini?” tanyanya. “Dan-apa yang terjadi dengan kakimu?!” Namja dengan nametag bertuliskan “Lee Hyukjae” itu menjadi heboh seketika, ia berlari mengambil kotak obat dan mulai mengobati kaki Donghae yang terluka.

“Apa kau baik-baik saja selama ini?” tanya Eunhyuk. Ia tahu berita yang sudah menyebar, bagaimana Donghae dikeluarkan dari sekolah, dan juga Jessica. Tapi Namja itu tak mendengar lebih, kemana Donghae pergi dan bagaimana kehidupannya setelah ia berhenti sekolah.

Donghae mulai menceritakan, bahwa ia diusir dari rumah, dan juga bagaimana Jessica dibawa pergi oleh Appanya, sehingga ia harus bekerja sendiri untuk menghidupi Yoogeun.

Eunhyuk menatap iba pada Donghae. Kehidupannya benar-benar 180 persen. Donghae yang ia kenal sebagai anak donatur terbesar sekolah, dengan kehidupannya yang super mewah, kini harus bekerja demi melanjutkan hidup.

“Ya! Jangan menatapku seperti itu. Aku baik-baik saja” Donghae tersenyum.

Bagaimana bisa namja ini tersenyum disaat kesusahan seperti ini. Pikir Eunhyuk

“Ah! Aku hampir lupa, aku harus pergi menjemput Yoogeun” ujar Donghae.

“Pulanglah sekarang, aku akan mengurusnya, tenang saja”

“Gomawo, hyuk-ah”

===

Dengan kaki yang terluka dan jalan yang terpincang, Donghae terus menyusuri jalan mencari Yoogeun, setelah sebelumnya ia tidak menemukan Yoogeun disekolahnya. Guru yang mengajar Yoogeun mengatakan bahwa seseorang yeoja yang mengaku sebagai eomma Yogeun telah menjeputnya.

“Aishh siapa yeoja itu? Jessica?” Donghae benar-benar khawatir. Ia tak tau siapa yeoja itu. Yang ia takutkan hanyalah jika Yoogeun diculik.

Bersamaan dengan itu, ponsel miliknya bergetar, satu-satunya barang pemberian orangtuanya yang masih ia simpan hingga saat ini.

“Yoboseo”

“Appa!” suara riang Yoogeun terdengar dari seberang sana.

“Aigo! Yogeun! dimana kau sekarang?”

“Aku ada di toko kue yang setiap hari kita lewati. Appa cepat kesini! Eomma akan membelikan untuk Appa!”

“Mwo? Yogeun, dengarkan Appa, kau harus tetap ada disana sampai Appa datang. Jangan pergi kemanapun! Mengerti?”

“Ya, Yogeun akan menunggu Appa”

Donghae dengan cepat menuju toko kue yang Yogeun maksud.

“Appa mu akan kemari?” wanita itu memasukan kembali ponselnya, namun sebelumnya, tentu ia sudah menyimpan nomor ponsel Donghae.

“Ya! Appa pasti sangat menyukai kue disini! benar-benar enak” ujar Yogeun.

“Baiklah, kita tunggu Appamu”

Donghae akhirnya sampai ditoko kue yang berada tak jauh dari rumahnya. Ia segera masuk kedalam mencari sosok Yogeun, memang benar Yogeun tak sendiri. Langkah Donghae terhenti melihat siapa yang sedang bersama Yoogeun. Dengan langkah berat ia berjalan menghampiri Yoogeun dan wanita yang sangat ia kenal.

“Eomma” panggilnya lirih. Dugaannya salah. Wanita yang mengaku sebagai eomma Yoogeun bukanlah Jessica tapi eommanya sendiri.

Wanita yang dipanggil “eomma” itu menoleh dan berdiri menghadap Donghae.

Ada sedikit rasa senang yang Donghae rasakan. Apa mungkin Eomma merindukannya.

“Apa kau mencari Suho karena kau membutuhkan uang?” tanya eomma Donghae.

“Mwo?”

Eomma Donghae mengeluarkan sebuah amplop yang cukup tebal dan meletakannya di atas meja. “Kau bisa menggunakan uang ini jika kau memang memerlukan uang” ujarnya dengan angkuh.

“Eomma- aku tidak pernah menemui Suho dengan tujuan meminjam atau meminta uang. Aku juga tidak memerlukan uang ini”

“Kau menolak uang ini? Kau bahkan tak bisa membelikan sepotong kue untuk anakmu!”

“Aku memang hidup susah eomma, tapi aku bisa berusaha sendiri” Jujur saja Donghae merasa tersinggung. Ia menatap Yoogeun yang tengah memeluk sekotak kue.

“Yoogeun, taruh kue itu” perintah Donghae. Tapi Yoogeun malah menggelengkan kepalanya. “Eomma membelikannya untuk Appa”

“Appa bilang taruh!” Donghae akhirnya merebut paksa kotak kue yang dipegang oleh Yoogeun dan meletakannya di atas meja. Setelah itu Donghae menggendong Yoogeun, dan berjalan keluar dari dalam toko.

===

Eomma Donghae sudah dalam perjalanannya kembali ke Seoul. Didalam mobil ia tak bisa berhenti menangis. Seharusnya ia memberikan pelukan hangat pada Donghae. Menanyakan keadaannya, bagaimana bisa anak kesayangannya itu sekarang dengan tubuh yang kurus dan penuh luka. Rasa gengsi yang lebih besar membuatnya tak bisa mengucapkan sepatah kata apapun yang dapat menunjukan bahwa ia sangat merindukan Donghae. Ia bahkan langsung memutuskan untuk pergi ke Busan setelah mendengar cerita suaminya bahwa Suho bertemu dengan Donghae. Tapi ia dengan bodohnya menyia-nyiakan kesempatan ini. Ia malah membuat Donghae marah dan pergi meninggalkannya.

“Eomma, kau pergi menemui Donghae?” tanya Suho saat ia -eommanya- baru saja sampai dirumah.

“Mwo? untuk apa eomma menemuinya” kilahnya.

“Aku tau eomma pergi ke Busan hari ini”

“Eomma ke Busan untuk urusan pekerjaan”

“Apa eomma benar-benar membenci Donghae? membenci anak kesayangan eomma yang selalu menjadi orang pertama yang mengucapkan selamat ulang tahun pada eomma, anak kesayangan eomma yang selalu memarahi ku ketika aku mulai membantah eomma, yang bahkan rela tak tidur hanya untuk menjaga eomma saat eomma dirawat dirumah sakit. Eomma tak ingat semua itu?” perkataan Suho seperti pisau yang tajam. Eommanya melangkah lebar meninggalkan Suho dan masuk kedalam kamar. Dadanya terasa sesak, dan malam itu ia terus menangis.

===

“Jebal, Oppa, aku harus menemui Donghae” Paksa Jessica untuk kesekian kalinya. Ia sebenarnya sudah sampai di Seoul, namun Chanyeol – teman siwon- terus melarangnya untuk pergi ke Busan dan menemui Donghae. Ia berkata bahwa Donghae tak ingin menemuinya.

“Tidak ada gunanya, jes. Kau tau kan Donghae menolak bertemu denganmu”

“Aku harus bertanya langsung padanya. Jika ia memang menginginkan aku pergi, aku akan pergi. tapi jebal, aku harus menemuinya terlebih dahulu”

Jessica mengambil tasnya, dan berjalan keluar dari rumah Chanyeol. Tapi baru saja ia membuka pintu, sang Appa sudah berdiri didepannya.

Jessica terkejut, ia melangkah mundur, dan Chanyeol, juga dengan cepat melindungi Jessica.

“Kau tidak akan bisa kabur, Jes” ujar Appanya. “Sekarang pulanglah”
“Shireo!” tolak Jessica.

Yunho -Appa Jessica- mengambil ipad miliknya, dan menunjukan sebuah artikel pada Jessica.

“Siwon tertangkap di Paris karena memalsukan datamu. Appa hanya mempunyai 2 pilihan untukmu. Kau pulang dengan Appa, maka Appa akan mengurus Siwon agar dibebaskan, atau kau boleh pergi semaumu tapi Siwon terancam dipenjara”

Jessica tak bisa menyembunyikan keterkejutannya. Kini Oppa nya sedang dalam masalah karena dirinya.

“Baiklah. Aku akan pulang. Aku akan mengikuti apapun kemauan Appa. Tapi jebal, bebaskan oppa. Aku mohon” Jessica tak punya pilihan lain.

TBC

nb : yang udah baca jangan lupa komen ya😀 tapi plisssss banget komennya jangan cuma “yah kependekan tor”

author butuh masukan juga kalo ada yang kurang. saran dan kritik deh pokoknya😀

9 thoughts on “BE A GOOD APPA [PART 4]

  1. Ping balik: password ‘be a good appa’ | alwayskpop4ever (All Kpop Fanfiction 2)

  2. kyuli99

    ah aku kira end dsni ternyata belum. Syukulah .eonn hae kpn bhagiannya. Kasian. Tp suka sm cerita yg bkin bias menderita kkk*dirajamfishy .semangat terus

    Balas
  3. Park hee yeon (eka ayu)

    Min nangis q. Min jelasin gmana kesiksax donghae dong.? Ma bwt smuax segan n bngga liat dongha. Jgn cm ksian.

    Balas
  4. namiihae

    hufft… pgen cpet2 liad appa sma eomma hae nyesel senyeselnya ‘-‘…. tp ska jg liad donghae mnderita…kkk~~ apalagi mpek bkin nangis.•﹏• haesica bersatu’a lama gpp chingu… pgen liad bnyk perjuangan hae bwt anak’a…
    Daebak!!! cpet di lanjut ne Part 5 nya ^-^

    Balas
  5. kyutha

    mf baru komen sekarang.. paeahal minta pw nya dari 2 bulan yg lalu.. dari part 1 sampe sekarang aku di bikin grert sama yunho dan jungsoo.. kapan sii mereka ber dua merestui hubungan anak2 nya…

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s