BE A GOOD APPA PART 6

sorry before, part 6 BELUM ending

oke, aku jelasin dulu ya

awalnya pikir part 6 bakal jadi ending, tapi karena baru jadi setengah, dan belum sempat lanjut, maka terbengkalailah fanfic setengah jadi ini /hiks/

jadi aku putusin buat post dulu fanfic ini sebagai part 6 yang bakal ending di part 7

daripada nunggu selesai yang entah kapan belum bisa pastiin, mending post dulu ya gak?

untuk part endingnya, DIUSAHAKAN bakal aku garap secepatnya

 

btw,

sedih banget loh liat komen yang darri 20-an mendadak turun jadi 4-5 karna dipassword /huhu/

karna itulah part ini gak dipassword dan part sebelumnya juga udah TANPA password!

 

tambahan, part 7 bakal dipost di blog pribadi aku, dan FYI! bakal ada giveaway kecil-kecilan. untuk merayakan blog saya yang baru /yehet!/ sekaligus endingnya fanfic “be a good appa” ini /hihi/

sekian ya teman-teman!🙂 dont be silent reader

HAPPY READING!

Jungsoo memijat keningnya dan menghela nafas panjang. Setumpuk pekerjaan kantor yang masih harus ia kerjakan bahkan belum tersentuh sejak pagi tadi. Semalam ia adu mulut dengan Suho meskipun pada hasilnya Suho memilih mengalah dan masuk kedalam kamarnya kembali. Namun ucapan terakhir Suho terus terngiang dipikirannya.

“Aku tak pernah tahu bagaimana bisa Donghae hyung menjadi seorang appa yang baik disaat appanya sendiri adalah appa terburuk didunia!”

Benarkah yang Suho katakan bahwa ia adalah appa yang buruk dimata anaknya sendiri? Terkadang Jungsoo memang berpikir, apakah salah untuk mengusir Donghae. Dia sudah membuatnya malu, dan mencoreng nama baik keluarga, apalagi alasan untuk tetap mempertahankan Donghae dalam keluarganya?

Lamunan Jungsoo tersadar saat seseorang mengetuk pintu ruangannya. Ia merapikan kemejanya yang sedikit kusut sebelum mempersilahkan orang diluar untuk masuk.

Pria berbadan tegap dengan kemeja hitam melangkahkan kakinya masuk kedalam ruangan Jungsoo, dan menundukan badan hormat.

“Aku ada tugas untukmu” Jungsoo mengambil foto yang tersimpan dari dalam laci mejanya, dan menyerahkannya pada orang itu. “Namanya lee donghae. Ia tinggal diBusan. Cari informasi tentangnya. Pekerjaannya, dimana anaknya bersekolah, apapun informasi lainnya. Secepatnya!”

**

Siwon segera turun setelah taxi yang ditumpanginya berhenti tepat  didepan bagunan rumah sakit yang disebutkan oleh Appa nya melalui telepon. Sekitar satu jam yang lalu, Ia baru saja sampai di Seoul setelah menempuh perjalanan panjang dari Paris. Yunho menghubunginya dan berkata bahwa ia tidak bisa menjemputnya, dan memintanya untuk menggunakan taxi menuju rumah sakit.

Dengan langkah lebar, Siwon melangkah mencari nomor kamar tempat Jessica dirawat. Dibukanya pintu masuk dengan perlahan dan mendapati Jessica terbaring lemah disana sedangkan Yunho tampak duduk di sofa dengan wajah penuh kekhawatiran.

“Appa- Bagaimana keadaan Jessica?” tanya Siwon langsung.

Menyadari kehadiran Siwon, Yunho lantas bangkit berdiri, dan mengenakan jas hitamnya.

“Dia mengalami dehidrasi, namun dokter sudah memberinya perawatan. Siwon-ah, bisakah kau menjaga Jessica? Appa harus ke kantor untuk mengambil berkas-berkas penting untuk rapat nanti sore” jelas Yunho singkat, yang hanya dibalas anggukan oleh Siwon.

“Aku akan segera kesana” Yunho sedikit tergesa-gesa berjalan melewati kerumuman orang dirumah sakit, sambil terus berbicara ditelepon, hingga tanpa sengaja ia menabrak seorang pemuda hingga ponsel yang dipegangnya itu terjatuh.

“Jwesonghamnida” Pemuda itu membantu Yunho untuk mengambil ponselnya yang terjatuh dan terus membungkukan badannya meminta maaf.

“Kau-” Suara lirih Yunho mampu membuat pemuda itu menghentikan setiap pergerakannya dan terdiam mematung saat menyadari pria yang ada dihadapannya saat ini adalah Jung Yunho.

“Wah bagaimana bisa kau menampakan dirimu didepanku” Senyum yang terukir diwajah Yunho jelas adalah senyum mengejek. Yunho menoleh, menggerakan tangannya seakan memberi isyarat agar salah satu bodyguard yang sejak tadi ikut berjalan dibelakangnya untuk mendekat padanya. “Urus agar dia atau siapapun yang berhubungan dengannya tidak bisa menerima perawatan disini”

“M-mwo?” Donghae menarik lengan Yunho cepat sebelum sempat Yunho melangkah meninggalkannya. “Aku mohon. Jangan lakukan itu” mohonnya. “Anakku benar-benar sedang membutuhkan perawatan. Aku mohon dengan sangat” Tangannya mulai bergetar, mencengkeram erat lengan Yunho dan bulir-bulir air mata mulai membasahi wajahnya, ia bahkan mulai berlutut.

” Kau tidak mendengar perintahku?!” Yunho malah berteriak pada bodyguardnya yang hanya mematung dan tidak melaksanakan perintahnya, membuat pria berbadan tegap itu mengangguk dan berjalan menuju meja resepsionis rumah sakit.

“Aku tidak lagi bertemu dengan Jessica. Aku bahkan tidak mencarinya ketika anda membawanya pergi. Apalagi yang harus kulakukan?” ujar Donghae. “Aku hanya perlu anakku mendapat perawatan hingga ia sembuh. Setelah itu aku akan pergi, dari hadapan anda. Jebal” Ia kembali memohon.

“Tidak-”

“Appa!” ucapan Yunho terpotong saat seseorang memanggilnya dan berjalan menghampirinya. Ia membantu Donghae berdiri, dan menatap sang Appa.

“Aku yang akan menjamin Jessica tidak akan bertemu denganya. Aku yang akan memegang janjinya untuk pergi setelah anaknya mendapat perawatan”

“Ya! Siwon-”

“Kali ini aku yang memohon padamu, appa” Siwon ikut berlutut, menggantikan Donghae untuk mendapat belaskasihan dari sang Appa.

“Shit!” umpat Yunho. “Baiklah. Kau jaga Jessica dengan baik, jangan sampai ia bertemu dengannya. Jika kau lalai, kau tau apa yang akan Appa lakukan” ucapnya sebelum meninggalkan Donghae dan Siwon.

“Makanlah” Siwon menyodorkan semangkuk bibimbap pada Donghae. Menyadari wajah Donghae yang begitu pucat, maka Siwon memilih membawa Donghae ke foodcourt yang berada dilantai bawah rumah sakit.

“Aku tidak lapar” tolak Donghae.

“Baiklah kalau kau menolak. Aku tidak akan membantumu lagi. Aku akan menghubungi Appa agar-” Siwon membuuat gerakan seakan akan mengeluarkan ponselnya dari dalam saku celana, namun ancaman itu akhirnya membuat Donghae pada akhirnya menyentuh bibimbap miliknya.

“Anakmu- maksudku Yoogeun, dia sedang sakit?” tanya Siwon singkat.

“Ya. Dia terkena demam berdarah”

“Jessica juga dirawat” tanpa Donghae bertanya, Siwon sudah terlebih dahulu memberitahukan alasan mengapa ia juga berada dirumah sakit. “Aku tak tahu apakah aku harus menjelaskan lebih banyak lagi atau tidak padamu. Sejujurnya, apa kau ingin tahu alasan Jessica dirawat?” Siwon memang menguji Donghae, ia hanya ingin tahu perasaan Donghae sebenarnya terhadap Jessica.

Donghae perlahan menganggukan kepalanya “K-kenapa dia bisa sakit?”

Siwon menghela nafas sebelum ia mengungkapkannya pada Donghae “Aku rasa dia sangat tertekan, karena kau menolaknya disaat ia rela melakukan hal gila hanya untuk bertemu denganmu. Dan juga Appa menjodohkannya, mereka bahkan akan menikah dalam waktu dekat”

Donghae mati-matian menahan untuk tidak bertanya lebih banyak, ia tahu batasannya, ia tidak mungkin bisa menemui Jessica bagaimanapun keadaannya.

“Wae? Kenapa kau diam?” Siwon memecahkan keheningan diantara mereka saat Donghae malah tenggelam dalam pikirannya sendiri.

“A-ani. Aku berharap Jessica segera sembuh”

“Hanya itu?”

“Hyung. Kau tau kan, aku hanya berharap Jessica bahagia. Aku yakin dia jauh lebih bahagia dengan namja pilihan Appanya. Aku juga yakin Jessica perlahan akan melupakan aku dan membuka hatinya untuk namja lain” Donghae memaksakan dirinya untuk tersenyum.

“Babo namja” ujar Siwon dalam hati. Terlalu miris melihat Donghae yang terus berusaha menjaga Jessica namun dengan cara menyakiti dirinya sendiri.

**

Siwon kembali masuk dalam ruang rawat Jessica setelah ia menjenguk Yoogeun sebentar dan berbincang dengan Donghae. Rupanya Jessica sudah kembali sadar, terlihat dari beberapa perawat yang tampak sedang memberinya obat dan mengingatkan Jessica untuk tidak melewatkan makan siangnya.

“Siwon oppa” panggil Jessica. Para perawat membungkukan badan sopan, dan meninggalkan Jessica dengan Siwon berdua.

“Bagaimana keadaanmu?” Siwon menarik kursi dan duduk tepat disebelah ranjang Jessica.

“Oppa, haruskah aku menyerah?” bukannya menjawab pertanyaan Siwon, Jessica malah melontarkan sebuah pertanyaan. “Sejujurnya aku lelah menjadi boneka Appa” lanjutnya.

“Hm? Apa maksudmu?” tangan Siwon terangkat, membelai lembut kepala Jessica yang tampak akan menangis.

“Bukankah selama ini aku hanya menjadi boneka untuk Appa? Aku harus selalu melakukan apa yang sudah menjadi rencananya” Jessica mulai terisak. Sejak kecil ia tidak pernah diberi kebebasan untuk memilih apa yang ia suka dan apa yang ia benci. Untuk Yunho yang terpenting hanyalah Jessica mengikuti kemauannya.

Siwon bangkit dari duduknya, dan menarik Jessica kedalam pelukannya, membiarkan dongsaeng kesayangannya itu menangis sepuasnya.

“Bukankah selama ini aku hanya menjadi boneka untuk Appa? Aku harus selalu melakukan apa yang sudah menjadi rencananya”

Yunho yang akan masuk kedalam kamar Jessica seketika mematung mendengar perkataan yang ia dengar dari anaknya sendiri. Ia mengurungkan niatnya untuk memutar kenop pintu masuk, dan lebih memilih melangkah menjauh dari ruang rawat Jessica. Hatinya terasa sakit. Boneka? Yunho bahkan tak pernah sekalipun menganggap Jessica sebagai boneka yang harus mengikuti kemauannya. Ia hanya ingin yang terbaik untuk Jessica. Hanya itu.

**

“Kau sudah menemukan informasinya?” Jam menunjukan pukul 11 malam ketika Jungsoo menerima panggilan dari orang suruhannya. Jungsoo bergegas meninggalkan ruang tamu dan masuk dalam ruang kerjanya, sehingga tak seorangpun dapat mendengar percakapannya.

Lee Donghae tidak memiliki pekerjaan tetap, dia bekerja sebagai penjual pakaian. Terakhir kali, Paman dari salah satu temannya sempat menawarkan pekerjaan sebagai pelayan, namun karena anak Donghae terserang demam berdarah sehingga harus dirawat di Seoul, Donghae belum memulai pekerjaan barunya.

“Jadi, saat ini dia ada diSeoul?” tanya Jungsoo.

“Ya”

“Bagaimana dengan istrinya?”

“Ia hanya tinggal bersama anaknya yang bernama Yoogeun. Data terakhir yang kami dapatkan, istrinya bernama Jung Jessica dan kemungkinan besar sekarang ia menetap di Paris. Maafkan saya tapi sangat sulit mencari data tentang Jessica karena ia adalah anak dari Jung Yunho, sehingga informasi lainnya sangat dirahasiakan oleh mereka”

“Mwo?!”

Jungsoo tampak sibuk mengeluarkan mengobrak-abrik laci mejanya, tempat dimana ia menyimpan dokumen penting. Ia berhenti ketika menemukan sesuatu yang dicarinya, sebuah undangan pernikahan dengan warna emas mengkilap dibagian depan, yang baru saja ia dapatkan dari rekan bisnisnya, Kim Jaebum yang mengundangnya untuk datang dalam pernikahan anak tunggal mereka.

“Kim Woohyun-” Jungsoo membaca nama yang tertulis didalam undangan itu dengan suara nyaris tak terdengar. “Jung Jessica. Tidak mungkin”

Jungsoo tak mengira bahwa Donghae hidup dalam kesusahan seorang diri. Membesarkan anak sendirian, dan juga yeoja yang sudah menjadi istrinya itu bahkan meninggalkannya demi menikah dengan pria lain.

**

Keadaan Yoogeun bukannya semakin membaik, trombosit nya turun drastis sehingga ia memperlukan tambahan darah, dan gawatnya, stock golongan darah yang sama dengan Yoogeun sedang kosong. Para suster berlalu lalang sejak tadi mencoba menghubungi rumah sakit lain untuk meminta bantuan.

“Ambil saja darahku” pinta Donghae.

“Maaf tapi kami tidak bisa. Setelah pemeriksaan tadi, tekanan darah anda sedang tidak stabil. Akan sangat bahaya untuk anda” jelas salah satu perawat.

Bagaimana bisa Donghae berdiam diri melihat anaknya sendiri dalam kondisi bahaya, mana mungkin ia menunggu bantuan dari rumah sakit lain yang masih membutuhkan beberapa waktu.

“Tak masalah. Yang terpenting anakku selamat” Donghae menarik lengan dokter yang tampak sedang memeriksa keadaan Yoogeun dan terus memaksanya untuk mengambil darahnya meskipun dokter itu menolak berkali-kali.

Tak habis akal, Donghae menghentikan salah satu perawat yang akan masuk dalam ruang rawat dan memintanya untuk mengambil darahnya sesegera mungkin, atau dia akan menuntut rumah sakit ini jika terjadi sesuatu pada Yoogeun.

“Maafkan kami. Kami tidak-”

“Golongan darah apa yang diperlukan?” Suara seorang pria memotong pembicaraan Donghae dan perawat itu. Mereka berdua berhenti berbicara dan menatap pria itu bersamaan.

“Oh- Golongan darah B”

“Ambil darahku. Aku memiliki golongan darah yang sama”

Sang perawat lalu mempersilahkan pria itu untuk mengikutinya ke dalam ruang pemeriksaan.

Donghae terduduk lemas dibangku rumah sakit. Ia merasa sangat lega, bahkan air mata mulai membasahi wajahnya. Donghae mulai mengatur nafasnya kembali, rasa takut yang teramat sangat membuatnya tidak bisa bernafas dengan normal.

Pria tadi akhirnya keluar dari dalam ruang pemeriksaan, dengan tangan kiri yang tertempel kapas tanda ia baru saja mendonorkan darahnya, ikut mendudukan dirinya dibangku sebelah Donghae.

“Tenanglah, Yoogeun pasti sembuh” ujarnya pelan, namun masih terdengar kaku.

Donghae mencoba menghapus sisa-sisa air mata diwajahnya sebelum menatap pria disebelahnya.

“A-appa” Donghae terlihat ragu apakah masih bisa ia memanggil pria disebelahnya kini dengan panggilan “Appa”.

“Terima kasih” hanya itu yang bisa Donghae ucapkan saat ini. Sebenarnya ia ingin memeluk Appanya untuk mengungkapkan rasa terima kasihnya yang teramat sangat, namun ia takut jika sang Appa kembali menolaknya.

Namun tak disangka, Jungsoo mengangkat tangannya dan merangkul pundak Donghae, meskipun masih dengan gerakan kaku. Tentu saja tidak mudah bagi Jungsoo untuk melawan rasa gengsinya.

TBC

pliss jangan bilang kalo ff ini pendek banget, kan udh dibilang ini ff setengah-jadi-saat-menuju-ending xDD

wait for finale part yak!

11 thoughts on “BE A GOOD APPA PART 6

  1. MissAdeel

    Ah sedih ㅜㅜ
    Akhirnya Appanya donge menyadari kesalahannya…
    Semoga aja Appanya jessica juga sadar akan keegoisannya~

    Part End nya jangan lama lama say, tapi aku setia loh sama nih ff~
    Tapi tadi aku baca part sebelumnya dulu, soalnya lupa hihihihi
    Ayoooo semangat buat FF nya~

    Balas
  2. Yokyuwon

    wahh..aku lupa sama part sebelumnya..T.T
    haruis baca part sebelumnya….tapi,tapi sekilas bayangan donghae mengurus anak sendiri tanpa pekerjaan tetap,puls istrinya yang akan dinikahkan dgn pria lain,sakitnya itu disini *unjuk jantung*

    Ah,jungsoo mencoba menjad ayah yg baik..hmm…

    Balas
  3. eka ayu a .ka park seo yeon

    Wah yg part terakhir tu appa donghae ya?…..
    Moga cpet nyadar ya, kacian donghae… Hiks.hiks …
    Min yg 7 di pw gk, lo ya q minta ya…
    Please….

    Balas
  4. Ida Rohyani

    Wah udah d lanjut aku sering banget ngecekin lanjutan ff ini part yang aku bca terakhir waktu suho ngumpet itu soalnya gak cel lagi gara2 sibuk skripsi. Tapi pas skarang ngecek udah part 6. Author part 7 nya kapan dilanjut? aku sering nangis loh baca perpart ff ini authorx jago bikin cerita sedih

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s